WARTAKOTALIVE.COM -Wilayah Palu, Sulawesi Tengah memang dikepung oleh sesar aktif sehingga kerap menimbulkan gempa besar di wilayah tersebut.
Terhitung menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ada tiga sesar aktif yang mengepung wilayah Palu.
Ketiga sesar aktif itu yakni Sesar Sausu, Sesar Ampana, dan Sesar Palu-Koro
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto menjelaskan ketiga sesar yang mengepung Palu memang dikenal cukup aktif.
Sesar Palu-Koro adalah patahan geologi paling aktif dan besar di Sulawesi yang membentang sekitar 500 km dari Teluk Palu hingga Teluk Bone.
Sesar ini membelah Pulau Sulawesi dengan mekanisme pergerakan geser mendatar mengiri (sinistral strike-slip).
Sementara Sesar Sausu adalah sesar aktif di Sulawesi Tengah yang berpusat di wilayah Kabupaten Parigi Moutong.
Kemudian Sesar Ampana adalah salah satu jalur patahan atau sesar aktif yang terletak di wilayah Sulawesi Tengah, Indonesia. Sesar ini melintasi kawasan sekitar Kota Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, dan menjadi salah satu sumber aktivitas kegempaan yang cukup signifikan di wilayah tersebut.
Sejumlah sesar tersebut kata Wijayanto cukup aktif.
Hal itu membuat sejumlah gempa dangkal yang merusak kerap terjadi di Palu.
Seperti yang terjadi pada Selasa (16/6/2026) pagi di mana Sesar Sausu menyebabkan gempa 6,7 magnitudo di wilayah Palu dan sejumlah kabupaten di Sulawesi Tengah.
Hasil analisis BMKG mencatat, guncangan gempa bumi ini melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah dengan tingkat intensitas yang bervariasi.
Warga di wilayah Palolo, Sigi merasakan guncangan paling kuat pada skala VII MMI, sementara wilayah Torue dan Parigi Selatan menghadapi intensitas VI – VII MMI. Selain itu, guncangan berskala V – VI MMI meluas hingga ke Kota Sigi Biromaru dan Kota Palu, sedangkan Kota Poso, Donggala, serta Pasangkayu merasakan getaran pada skala IV – V MMI.
Hingga saat ini, BMKG telah menerima laporan resmi mengenai sejumlah dampak kerusakan infrastruktur dan bangunan di daerah terdampak. Wilayah Sigi mencatat dampak kerusakan pada skala intensitas VII MMI, disusul oleh Kota Palu, Parigi Utara, dan Poso pada skala intensitas VI MMI.
Baca juga: BMKG Ungkap Dalam 1,5 Jam Palu Diguncang 20 Gempa Susulan
Kerusakan dengan skala intensitas V MMI juga terjadi di Parigi Moutong dan Banawa Selatan, sementara wilayah Sindue, Balaesang, dan Masamba melaporkan dampak pada skala IV MMI.
BMKG belum dapat memastikan apakah pergerakan Sesar Sausu itu bakal berdampak pada sesar lainnya yang terdapat di Palu.
Saat ini BMKG terus memonitor pergerakan Sesar Sausu dan sejumlah sesar lainnya yang berada di Palu.
"Tentunya aktivitas Sesar Sausu ini belum tentu bisa memicu sesar aktif di sekitarnya. Apabila memicu pun biasanya dampaknya akan menimbulkan gempa-gempa kecil saja,"
"Maka dari itu kita masih memonitor dan kita pantau terus aktivitas gempa susulan distribusinya kemana untuk kita petakan selanjutnya," jelas Wijayanto.