Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun 1 Muharram 1448 H, PBNU Tetapkan Awal Tahun Islam Rabu 17 Juni 2026
Galuh Palupi June 16, 2026 06:44 PM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Rabu (17/6/2026).

Penetapan dari PBNU ini berbeda dari pemerintah yang menetapkan 1 Muharram jatuh pada Selasa (16/6/2026).

Meski ada dua penetapan tanggal 1 Muharram 1448 H, sebagai umat Islam tetap bisa melaksanakan ibadah menyambut Tahun Baru Islam.

Umat Muslim bisa mengisi waktu menyambut Tahun Baru Islam dengan berbagai amalan seperti zikir, membaca Al-Qur'an, dan memperbanyak doa.

Sebenarnya tidak ada doa khusus yang diajarkan Nabi Muhammad untuk menyambut Tahun Baru Islam.

Tahun Baru Islam 1448 H
Tahun Baru Islam 1448 H (Sriwijaya Post/Tribunnews.com)

Namun demikian, para ulama memperbolehkan membacanya karena isinya berupa permohonan ampunan, perlindungan, dan harapan kepada Allah SWT.

Baca juga: Umroh Bareng Ruben Onsu, Igun Guyon Bakal Nguping Doa Mantan Suami Sarwendah: Entar Saya Ceritain

Dengan kata lain, umat Islam tidak wajib membaca doa tertentu pada malam 1 Muharram.

Setiap Muslim bebas memanjatkan doa sesuai kebutuhan dan harapannya selama berisi kebaikan.

Doa Akhir Tahun Hijriah

Sebagian ulama menganjurkan membaca doa akhir tahun menjelang berakhirnya tahun Hijriah.

Doa ini berisi pengakuan atas kesalahan, penyesalan atas dosa yang telah dilakukan, serta harapan agar Allah SWT menerima amal saleh yang telah dikerjakan selama setahun terakhir.

Esensi utama doa tersebut bukan terletak pada lafaznya, melainkan pada sikap hati yang penuh penyesalan dan keinginan untuk memperbaiki diri.

Karena itu, siapa pun dapat memanjatkan doa dengan bahasa yang dipahami, memohon agar Allah menghapus dosa-dosa yang telah lalu dan menerima amal ibadah yang telah dilakukan.

Doa Awal Tahun 1 Muharram

Setelah memasuki malam 1 Muharram, banyak umat Islam membaca doa awal tahun yang berisi permohonan perlindungan dari godaan setan, kekuatan untuk mengendalikan hawa nafsu, serta bimbingan agar sepanjang tahun diisi dengan amal yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Makna terdalam dari doa awal tahun adalah pengakuan bahwa manusia tidak mampu menjalani kehidupan tanpa pertolongan Allah.

Karena itulah, memasuki tahun baru bukan sekadar menyusun target duniawi, tetapi juga memperbarui komitmen spiritual.

Baca juga: Raffi Ahmad Berangkat Haji Sendiri, Terungkap Doa Khusus yang Dipanjatkan, Minta Momongan Lagi

Amalan yang paling dianjurkan pada malam 1 Muharram adalah memperbanyak istighfar.

Ilustrasi berdoa (Shutterstock)

Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi dijelaskan bahwa Rasulullah SAW sendiri beristighfar lebih dari 70 kali sehari meskipun beliau merupakan manusia yang telah dijamin ampunannya.

Bacaan istighfar yang dapat diamalkan:

Astaghfirullahal 'azhim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaih.

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya."

Istighfar menjadi pintu awal bagi seorang hamba untuk membersihkan dirinya sebelum memasuki tahun yang baru.

Doa Taubat Nabi Adam AS

Setelah melakukan kesalahan di surga, Nabi Adam AS dan Siti Hawa memohon ampun kepada Allah dengan doa yang kemudian diabadikan dalam Al-Qur'an Surah Al-A'raf ayat 23.

Doa ini sangat relevan dibaca pada malam 1 Muharram karena berisi pengakuan atas kelemahan manusia sekaligus harapan terhadap rahmat Allah.

Rabbanā zhalamnā anfusanā wa illam taghfir lanā wa tarhamnā lanakūnanna minal khāsirīn.

Baca juga: Sakit Sepulang Haji, Kondisi Raffi Ahmad Usai Operasi Terungkap, Amy Qanita Titip Doa Menyentuh

Artinya: "Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni dan menyayangi kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi."

Mengamalkan Zikir Nabi Yunus AS

Ketika berada dalam perut ikan paus, Nabi Yunus AS memanjatkan doa yang kemudian dikenal sebagai salah satu zikir paling agung dalam Islam.

Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan bahwa tidaklah seorang Muslim berdoa dengan doa tersebut dalam suatu kesulitan melainkan Allah akan mengabulkannya.

Lā ilāha illā anta subhānaka innī kuntu minaz zhālimīn.

Artinya: "Tiada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim."

Zikir ini mengandung tiga unsur penting: tauhid, pengagungan kepada Allah, dan pengakuan atas kesalahan diri. (Tribun Style/Kompas.com/Norma Desvia)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.