Anggaran Desa di Bangka Selatan Dipangkas hingga Rp900 Juta
Ajie Gusti Prabowo June 16, 2026 06:50 PM

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mengumpulkan seluruh kepala desa dalam rapat koordinasi guna memperkuat sinergi pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Pertemuan tersebut juga membahas berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah desa, mulai dari pelayanan publik, administrasi hingga pemanfaatan dana desa. 

Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, mengatakan rapat koordinasi tersebut menjadi wadah untuk menyamakan langkah antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Kolaborasi menjadi kunci agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan. 

Ia menegaskan pemerintah daerah ingin setiap persoalan yang muncul di desa dapat diselesaikan secara bersama-sama melalui koordinasi yang intensif. "Saya memanggil teman-teman kepala desa ini tujuannya adalah bagaimana kami bisa terus memberikan pelayanan yang terbaik di tengah keterbatasan," kata Riza Herdavid, Senin (15/6).

Riza Herdavid menjelaskan, sejumlah persoalan yang dihadapi pemerintah desa maupun pemerintah daerah menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut. Pemerintah kabupaten menargetkan melalui forum itu dapat ditemukan solusi bersama terhadap berbagai kendala yang selama ini menghambat pelaksanaan program di tingkat desa. 

Pemerintah kabupaten meminta kepala desa untuk lebih fokus meningkatkan pendapatan asli desa sebagai salah satu upaya memperkuat kemandirian ekonomi desa. Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi fiskal yang saat ini menghadapi tekanan akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Riza Herdavid mengakui kebijakan efisiensi anggaran memberikan dampak cukup besar terhadap kemampuan keuangan desa. Bahkan, terdapat desa yang mengalami pengurangan anggaran hingga ratusan juta rupiah. Meski demikian, pemerintah daerah terus berupaya mencari alternatif agar pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

"Walaupun terkena efisiensi yang sangat luar biasa, ada yang sampai dipotong 700 juta sampai 900 juta, tetapi pemerintah daerah sudah berusaha maksimal agar ada penggantinya," jelasnya.

Ia berharap, keterbatasan anggaran seharusnya tidak menjadi penghalang bagi pemerintah desa untuk terus berinovasi dan membangun wilayahnya. Kepala desa diminta tetap aktif mencari peluang investasi serta menggali potensi yang dapat meningkatkan pendapatan asli desa. 

"Saya harap di tengah keterbatasan ini tidak membatasi semangat kawan-kawan kepala desa dalam membangun desa, dalam menarik investasi, dan dalam meningkatkan pendapatan asli desanya," tegas Riza Herdavid. (u1)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.