‘Tidak Akan Melakukan Apa-apa’: Saudara Cape Verde Laros dan Deroy Duarte Rasakan ‘Aura’ Lamine Yamal Namun Yakin Bintang Spanyol Itu Akan Gagal dalam Hasil Imbang Mengejutkan di Piala Dunia
Agus Firmansyah June 16, 2026 06:00 PM

Saudara asal Cape Verde, Laros dan Deroy Duarte, mengungkapkan momen luar biasa ketika mereka berhadapan dengan bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, dalam hasil imbang bersejarah di Piala Dunia. Meskipun pemain sensasional Barcelona itu masuk ke lapangan dengan reputasi besar, duet underdog ini mengaku tidak pernah merasa terancam oleh kehadirannya di lapangan.

Menaklukkan aura Yamal

Kedua bersaudara kelahiran Rotterdam itu menjadi pusat perhatian di Atlanta saat tim debutan turnamen tersebut berhasil mengamankan satu poin yang mengguncang dunia sepak bola. Sementara sebagian besar pemain bertahan biasanya gentar melihat Yamal bersiap di pinggir lapangan, Deroy Duarte menjelaskan bahwa rekan-rekannya sudah siap untuk menetralkan pemain remaja tersebut sejak awal.

“Kamu mendengar semua penggemar bersorak dan bisa merasakan dari auranya bahwa seorang pemain hebat akan masuk,” ujar Deroy kepada ESPN. “Namun pada sentuhan pertamanya terhadap bola, bek kiri dan sayap kiri kami langsung menekannya. Dan kami tahu: hari ini dia tidak akan melakukan apa-apa.”

Bahkan, masuknya Lamine Yamal dari Barcelona dengan sisa waktu 20 menit di pertandingan tidak mampu memecah kebuntuan bagi raksasa Eropa tersebut. Tim berjuluk Blue Sharks itu tetap disiplin dengan struktur pertahanan yang rapat, membuat lini depan Spanyol tampak tidak berdaya sepanjang 90 menit.

Urusan keluarga di panggung dunia

Bagi Laros dan Deroy, hasil imbang 0-0 itu menjadi tonggak emosional dalam sejarah keluarga mereka. Laros menjadi starter dan bermain selama satu jam sebelum digantikan oleh saudaranya, sebuah momen yang menimbulkan perasaan campur aduk namun berujung pada kebanggaan. “Itu agak gila, idealnya kami ingin bermain bersama, tapi kami saling mendukung. Begitu saya keluar, saya jadi penonton dan saat itulah ketegangan mulai terasa,” ujar Laros. “Di lapangan kamu tidak benar-benar menyadarinya. Saat peluit akhir berbunyi, itu menjadi pesta.”

Makna hasil tersebut tergambar jelas di wajah para penonton, termasuk orang tua mereka sendiri. “Kami melihat orang tua kami menangis,” ungkap kedua bersaudara itu tak lama setelah pertandingan. “Perasaan itu sulit dijelaskan, ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan.”

Adegan penuh emosi itu juga terlihat pada kiper veteran Vozinha, yang tampak haru setelah mencatatkan penampilan ke-90 bersama tim nasional dalam laga imbang tersebut.

Menundukkan para pemain terbaik dunia

Meskipun percaya diri, saudara Duarte juga mengakui kualitas luar biasa yang dimiliki skuad Spanyol. Menghadapi pemain sekelas Rodri dan Pedri memberi mereka gambaran langsung tentang arti sebenarnya berada di level tertinggi sepak bola. “Ketika seseorang berbalik atau memberikan umpan indah, kamu tahu: ini adalah kelas dunia,” ujar mereka. Namun, mentalitas underdog mereka semakin tajam setelah melihat perjuangan negara kecil lainnya, khususnya kekalahan telak Curacao 7-1 dari Jerman malam sebelumnya.

“Kamu menyadari: itu bisa saja kami. Tapi ketika pertandingan dimulai, kami langsung fokus. Saya melihat jam, kami sudah bermain 20 menit dan semuanya berjalan baik. Saat itu saya tahu: ada sesuatu yang bisa kami raih di sini,” jelas Laros.

Berharap melangkah ke babak gugur

Dengan satu poin di Grup H, Cape Verde kini tidak lagi melihat diri mereka hanya sebagai peserta. Hasil ini telah mengubah ekspektasi bagi negara Afrika tersebut saat mereka bersiap menghadapi laga-laga berikutnya. Kedua saudara Duarte yakin ini baru awal perjalanan mereka di Amerika Utara, meskipun banyak kritik yang meremehkan mereka sebelum turnamen dimulai. “Kami akan terus berjuang untuk meraih lebih banyak. Semua orang memberi kami sedikit peluang, tapi kami selalu percaya bahwa kami bisa lolos,” ujar keduanya.

Setelah berhasil menahan salah satu favorit turnamen, Blue Sharks kini berhak bermimpi lebih besar saat bersiap menghadapi Uruguay dan Arab Saudi demi mengamankan tempat di babak 16 besar.

Sejauh mana Spanyol akan melangkah di Piala Dunia?

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.