TribunGayo.com, TAKENGON - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah, Provinsi Aceh, kembali mengajukan usulan pembangunan Sekolah Rakyat kepada Pemerintah Pusat, Senin (15/6/2026).
Langkah ini diambil sebagai bentuk tindak lanjut atas proposal awal yang telah diajukan sejak April 2025 lalu, namun pembangunannya belum terealisasi tahun 2026 ini akibat terkendala bencana akhir 2025 lalu.
Berkas proposal usulan tersebut diantarkan langsung ke Sekretariat Bersama (Sekber) Sekolah Rakyat dan diterima oleh Aulia Rahman dari bagian Biro Perencanaan, Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos) RI, di Jakarta.
Baca juga: Kemensos Buka Seleksi PPPK Guru Sekolah Rakyat Mulai 8 Juni 2026, Ini Link dan Cara Daftar
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Aceh Tengah, Drs Windi Darsa SH MM, menyampaikan bahwa penyerahan proses administrasi pengajuan ulang pada Senin (15/6/2026), dilakukan untuk mempercepat realisasi program di daerah.
“Usulan awal Sekolah Rakyat untuk Aceh Tengah sebenarnya sudah kita ajukan sejak April 2025. Namun, karena adanya beberapa kendala teknis, termasuk bencana, pembangunannya belum bisa dimulai tahun ini.
Hari ini resmi kita susulkan kembali agar mendapat atensi dan tindak lanjut yang lebih cepat dari Pemerintah Pusat dan bisa di bangun di 2027,” ujarnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Dinsos Aceh Tengah memastikan bahwa lahan untuk lokasi pembangunan sudah sepenuhnya siap.
Pemkab Aceh Tengah telah menyediakan lahan seluas 8 hektare yang terletak di Kampung Kung, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah.
Windi menegaskan bahwa status tanah milik pemerintah daerah tersebut sudah berstatus clear and clean sehingga siap untuk langsung dibangun.
“Tanah seluas 8 hektare di Kung, Pegasing ini merupakan milik pemerintah daerah dan statusnya sudah aman.
Ini wujud komitmen Pemkab Aceh Tengah agar anak-anak dari keluarga kurang mampu di dataran tinggi Gayo bisa segera mendapatkan akses pendidikan berasrama yang gratis dan berkualitas,” jelasnya.
Lebih lanjut, Windi Darsa menambahkan bahwa program Sekolah Rakyat ini sangat strategis karena sejalan dengan program prioritas Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Aceh Tengah.
Peningkatan mutu pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dinilai menjadi kunci utama pembangunan daerah kedepan.
Baca juga: Kemensos Buka Seleksi PPPK Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat 2026
Untuk diketahui, Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos).
Program berbasis boarding school (sekolah berasrama) ini mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA, yang dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Guna mempercepat realisasi proyek tersebut, pihak Dinsos Aceh Tengah menjadwalkan untuk segera melakukan koordinasi intensif dengan Balai PU Wilayah Aceh terkait pematangan aspek teknis, perencanaan fisik, serta kesesuaian lahan.
"Setelah berkas usulan ini masuk, langkah konkret berikutnya adalah duduk bersama Balai PU Wilayah Aceh untuk mematangkan kesiapan teknis lahan.
Kita akan kejar semaksimal mungkin agar Aceh Tengah bisa masuk dalam prioritas pembangunan tahap berikutnya,” tegas Windi.
Sebelumnya, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, juga telah menegaskan dukungannya secara penuh terhadap program pemutusan rantai kemiskinan ini.
Dengan kesiapan lahan yang sudah matang, Pemkab Aceh Tengah berharap Pemerintah Pusat dapat segera memulai proses pembangunan fisik sekolah tersebut. (***Alga Mahate Ara***)
Baca juga: Pemerintah Gelontorkan Rp 1,53 T untuk Sekolah Rakyat, Ini Kabupaten di Aceh dalam Pembangunan 2026