Mendadak Langka, Taoge Jadi Rebutan Ibu-ibu hingga Tukang Bakso di Pasar Gembrong Kota Bogor
Vivi Febrianti June 16, 2026 08:03 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Stok sayur taoge di pasar rakyat kini mendadak langka dan jadi rebutan para pembeli.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Selasa (16/7/2026), stok toge ini di para pedagang sayur Pasar Gembrong Sukasari, Kota Bogor cukup sulit ditemukan.

Sementara stok sayur-sayur lainnya seperto kol, labu, pare, timun, tomat dan yang lainnya terpantau masih cukup melimpah.

Menurut salah satu pedagang sayur Pasar Gembrong, Neni (55), stok toge kini sangat sedikit.

Sehingga stok di pedagang pasar jadi rebutan para pembeli dari ibu rumah tangga hingga dari para pedagang bakso.

"Makanya itu taoge tuh banyak yang nanyain taoge," kata Neni kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (16/6/2026).

Sementara di lapak dagangannya tidak banyak stok touge yang dijual.

Terpantau, sampai Selasa siang, masih ada ibu-ibu yang berbelanja di pasar mendatangi lapak Neni hanya untuk menanyakan taoge.

Dia mengaku pagi tadi dia sempat mendapat stok toge untuk dijual, namun langsung ludes serta stoknya juga sedikit.

"Kan banyak yang jual taoge goreng. Stoknya enggak ada. Kita juga dibatasi belinya enggak boleh banyak-banyak, paling 2 Kg, itu juga dibagi-bagi," katanya.

"Tadi pagi langsung habis, tukang bakso sampai, 'buat saya bu, buat saya'," kata Neni.

Harganya pun kini naik mencapai harga Rp15.000 per 1 Kg, naik dari Rp10.000-12.000.

Bahan Baku Impor

Menurut Neni, taoge di pasar-pasar merupakan hasil produksi lokal.

Namun bahan baku biji kacang hijau dan kedelai pembuat taoge berasal dari impor.

Neni mendengar para produsen lokal taoge menggelar demo selama tiga hari diduga karena kenaikan harga bahan baku taoge.

Hal itu pun diduga menjadi pemicu stok toge di pasaran berkurang.

"Kacangnya katanya naik," kata Neni.

"Baru dua hari, besok sehari lagi, coba nanti besok ada taoge apa enggak," ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.