Awalnya Menolak Sepeda, Permintaan Sederhana Pria Ini Kepada Bupati Klaten Berujung Bahagia
Candra Isriadhi June 16, 2026 08:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kebahagiaan besar kini dirasakan Sukrisnanto, warga Dukuh Sarap, Desa Pesu, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten.

Pria yang sebelumnya viral karena memilih menukar hadiah sepeda dengan pemasangan sambungan air bersih gratis itu kini bisa bernapas lega.

Harapan yang selama bertahun-tahun ia pendam akhirnya menjadi kenyataan setelah air bersih dari PDAM Tirta Merapi Klaten resmi mengalir ke rumahnya.

KABAR KLATEN - Sukrisnanto saat menggunakan air PDAM Klaten yang baru dipasang di rumahnya.
KABAR KLATEN - Sukrisnanto saat menggunakan air PDAM Klaten yang baru dipasang di rumahnya. (Dok./klaten.go.id)

Bagi sebagian orang, hadiah sepeda mungkin menjadi sesuatu yang membahagiakan. 

Namun bagi Sukrisnanto, kebutuhan paling mendesak bagi keluarganya bukanlah kendaraan atau barang berharga lainnya.

Yang paling ia butuhkan adalah akses air bersih yang layak untuk kebutuhan sehari-hari.

Momen haru itu bermula saat kegiatan Sambung Rasa yang digelar Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Balai Desa Pesu pada Jumat (5/6/2026).

Baca juga: Sosok Mujazin Investor Dapur MBG yang Marah-marah di Kantor BGN, Mengaku Kena Tipu Rp 218 M

Dalam forum yang menjadi wadah penyampaian aspirasi masyarakat tersebut, Sukrisnanto maju sebagai perwakilan warga penyandang disabilitas.

Usai menyampaikan usulannya, seperti biasa Bupati Klaten memberikan hadiah berupa sepeda kepada warga yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Namun respons Sukrisnanto justru membuat suasana mendadak hening.

Alih-alih menerima hadiah tersebut, ia memberanikan diri mengajukan permintaan yang tidak biasa.

KABAR KLATEN - Momen saat warga Klaten minta tukar hadiah sepeda dari Bupati Hamenang dengan pemasangan PDAM. (Instagram/@hamenang)

"Misale saya tukar gimana pak?" ucap pria tersebut di hadapan Bupati Klaten seperti dikutip dari akun Instagram @hamenang.

Mendengar hal itu, Hamenang langsung penasaran dengan permintaan yang ingin disampaikan warga tersebut.

"Tukar apa?" tanya Hamenang.

Dengan penuh harap, Sukrisnanto kemudian mengungkap persoalan yang selama ini membebaninya.

Baca juga: Mengenang Olivia Dewi, Model Meninggal Kecelakaan Nissan Juke, Ternyata Kakak Aktor, Ziarah ke Makam

"Saya kan, permasalahan saya itu masalah air itu," ujarnya.

"Iya air," jawab Hamenang sambil mendengarkan keluhan warga tersebut.

Kesempatan berbicara langsung dengan kepala daerah itu tidak disia-siakan oleh Sukrisnanto. Ia kemudian menyampaikan keinginannya secara terbuka.

"Saya minta pemasangan PAM secara gratis itu gimana?" katanya.

"Oh PDAM?" saut Hamenang.

"Ya," jawab warga tersebut singkat.

KABAR KLATEN - Meteran air PDAM Klaten yang baru dipasang.
KABAR KLATEN - Meteran air PDAM Klaten yang baru dipasang. (Dok./klaten.go.id)

Permintaan sederhana itu ternyata langsung mendapat respons positif. Setelah dilakukan pengecekan lokasi rumahnya di Dukuh Sarap, pemasangan sambungan air bersih dinyatakan memungkinkan untuk dilakukan.

Tanpa berpikir panjang, Hamenang kemudian menyetujui hadiah sepeda tersebut ditukar dengan pemasangan sambungan air bersih gratis melalui program CSR.

"Oke nanti kita pasangkan, gratis ya dari CSR ya?" ucap Hamenang kepada pihak terkait.

Mendengar keputusan tersebut, Sukrisnanto tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Di hadapan ratusan warga yang hadir, ia langsung bersujud syukur.

"Alhamdulillah," ucap pria tersebut.

Tepuk tangan warga pun mengiringi momen emosional yang membuat banyak orang ikut terharu.

Tak disangka, proses realisasi bantuan tersebut berlangsung sangat cepat.

Jika pada Jumat (5/6/2026) ia menyampaikan permohonannya kepada Bupati, maka hanya tiga hari kemudian atau Senin (8/6/2026), air bersih sudah bisa dinikmati keluarganya di rumah.

Saat ditemui di kediamannya pada Kamis (11/6/2026), Sukrisnanto mengaku merasa sangat lega.

Selama ini keluarganya mengandalkan air dari sumur dangkal yang kualitasnya semakin menurun. Air tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari mulai dari memasak, mandi, mencuci hingga berwudhu.

Namun kondisinya sering kali tidak layak konsumsi karena mengeluarkan bau yang kurang sedap.

“Masak, mandi, cuci, dan wudhu pakai air dari sumur itu,” ungkapnya.

Di sisi lain, kondisi kesehatannya membuat dirinya tidak lagi memiliki penghasilan tetap sehingga biaya pemasangan sambungan air baru terasa sangat berat untuk dipenuhi.

Karena itulah, ketika permintaannya dikabulkan, Sukrisnanto merasa seperti mendapatkan jawaban atas kesulitan yang selama ini dihadapi keluarganya.

Kini, ia tidak lagi khawatir menggunakan air untuk kebutuhan sehari-hari. Ia juga merasa lebih tenang karena memiliki akses terhadap air bersih yang lebih layak dan aman.

Dengan penuh rasa syukur, Sukrisnanto pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan harapannya.

“Terima kasih Pak Bupati, semoga ini menjadi amal jariyah dan membawa kebaikan,” katanya tulus.

Bagi Sukrisnanto, air bersih bukan sekadar fasilitas rumah tangga. Kehadiran sambungan PDAM di rumahnya menjadi simbol harapan baru dan bukti bahwa aspirasi sederhana masyarakat dapat menghadirkan kebahagiaan yang begitu besar ketika benar-benar didengar dan diwujudkan.

(Tribunnewsmaker.com/Candra)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.