TRIBUNNEWSMAKER.COM - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo turun langsung bersama warga membersihkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Bareng Lor, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan gotong royong tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat yang selama ini resah dengan kondisi penumpukan sampah di lokasi tersebut.
Tak hanya memberikan instruksi, Hamenang terlihat ikut memungut sampah bersama warga dan petugas yang terlibat dalam aksi bersih-bersih tersebut.
Sejak pagi hari, masyarakat, petugas kebersihan, serta unsur terkait bergotong royong membersihkan area TPS dan lingkungan sekitarnya.
Mereka membersihkan saluran air yang tersumbat, memangkas rumput liar yang tumbuh di sekitar lokasi, hingga mengangkut tumpukan sampah menggunakan armada truk dan alat berat.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengembalikan kondisi lingkungan agar lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat sekitar.
Dalam kesempatan itu, Hamenang mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk realisasi janji pemerintah daerah setelah sebelumnya melakukan peninjauan langsung ke TPS Bareng Lor yang dinilai bermasalah.
Baca juga: Potret Tumpukan Kambing Hangus Terpanggang Usai Kandang Terbakar di Kudus, Awalnya Bakar Anti Nyamuk
“Hari ini kami menunaikan janji setelah beberapa waktu lalu melakukan pengecekan terhadap TPS Bareng Lor yang bermasalah."
"Bersama warga, kita bergotong royong membersihkan area ini agar kembali bersih dan nyaman,” ujarnya.
Selain membersihkan kawasan TPS, Pemerintah Kabupaten Klaten juga menyiapkan langkah lanjutan terkait pengelolaan sampah di lokasi tersebut.
Menurut Hamenang, TPS Bareng Lor untuk sementara waktu akan ditutup dan proses pengelolaan sampah akan dialihkan ke lokasi lain yang telah disiapkan.
Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya penataan sistem pengelolaan sampah agar lebih tertib dan tidak kembali menimbulkan permasalahan bagi warga sekitar.
Ke depan, kawasan bekas TPS tersebut akan dikelola oleh Kelurahan Bareng Lor sehingga pemanfaatannya dapat lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Pemerintah daerah juga berharap kegiatan gotong royong ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah tangga, sehingga volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan dapat terus dikurangi.
“Untuk sementara TPS ini akan ditutup dan dialihkan ke tempat lain. Nantinya kawasan ini akan dikelola oleh Kelurahan Bareng Lor sehingga dapat dimanfaatkan dengan lebih baik,” ungkap Mas Hamenang.
Ia menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui pengangkutan dan pengelolaan di tempat pembuangan.
Kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah menjadi kunci utama mengurangi volume sampah yang masuk ke TPS.
“Harapan kami setelah dibersihkan, masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan. Mari mulai memilah sampah dari rumah masing-masing sehingga sampah yang dibuang tidak bercampur, terutama sampah organik yang sering menimbulkan bau,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hamenang menilai penanganan sampah harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Pemerintah Kabupaten Klaten terus memperkuat pengelolaan melalui TPS 3R dan TPA Troketon, namun upaya tersebut perlu didukung perubahan perilaku masyarakat.
“Sampah yang ada saat ini berasal dari aktivitas kita semua. Karena itu, penyelesaiannya juga harus dimulai dari kita bersama. Pemerintah bergerak pada pengelolaan di TPS 3R dan TPA Troketon, tetapi di bagian hulunya, yaitu dari rumah tangga, perlu dukungan dan kesadaran seluruh masyarakat,” tandasnya.
Ia pun mengajak warga membudayakan pengurangan dan pemilahan sampah serta menjaga semangat gotong royong demi menciptakan lingkungan yang lebih bersih.
“Kalau semua bergerak bersama, mengurangi sampah dan memilah sampah sejak dari rumah, Insyaallah Klaten bisa menjadi daerah yang bersih dan terbebas dari persoalan sampah,” pungkasnya.
(Tribunnewsmaker.com/TribunJogja.com)