Sekolah Rakyat Ubah Kehidupan Anak Kurang Mampu, Rico Waas: Perkembangannya Luar Biasa
Ayu Prasandi June 16, 2026 09:09 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Perubahan besar yang dialami anak-anak dari keluarga kurang mampu setelah mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat membuat Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas merasa terharu dan bangga. 

Dalam waktu kurang dari satu tahun, sekitar 10 bulan berjalan, para siswa menunjukkan perkembangan signifikan, mulai dari sikap, kedisiplinan, hingga rasa percaya diri.

Hal tersebut disampaikan Rico Waas saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat bersama orang tua dan calon siswa di Aula BRSODH Bahagia, Jalan Willem Iskandar. 

Kegiatan itu juga dihadiri Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf pada Senin (15/6/2026). 

Rico mengaku mengikuti perjalanan Sekolah Rakyat sejak awal program tersebut berjalan. Pemko Medan, kata dia, terus memberikan dukungan mulai dari tahap perencanaan hingga proses pembelajaran yang kini mulai membuahkan hasil.

Ia mengenang kunjungan pertamanya saat melihat sebagian siswa masih belum percaya diri dan belum terbiasa dengan kedisiplinan.

Namun, dalam beberapa kunjungan berikutnya, perubahan positif mulai terlihat.

“Saya datang lagi dan melihat progresnya sudah mulai terlihat. Anak-anak sudah berani memimpin, lebih tertib, dan menunjukkan perubahan perilaku yang sangat baik. Hari ini mereka tampil sangat luar biasa dibandingkan saat pertama kali saya datang,” ujar Rico, Selasa (16/6/2026). 

Rico juga menceritakan pengalamannya saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi di Jalan Amal.

Saat itu, ia masih mendapati anak-anak yang membawa luka fisik akibat perkelahian jalanan, gambaran kehidupan keras yang sebelumnya mereka alami.

Namun melalui pendidikan dan pembinaan yang konsisten, anak-anak tersebut perlahan berubah menjadi pribadi yang lebih disiplin dan memiliki harapan untuk masa depan.

“Dalam waktu sekitar 10 bulan, perkembangan mereka sangat luar biasa. Saya bangga melihat transformasi yang terjadi pada mereka,” katanya.

Selain perkembangan karakter siswa, Rico turut menyoroti pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kota Medan.

Pemko Medan telah menyiapkan lahan seluas sekitar enam hektare di kawasan Tuntungan, dengan progres pembangunan yang telah mencapai 87 persen.

Menurutnya, pembangunan sekolah tidak hanya mengejar target waktu, tetapi juga mengutamakan kualitas bangunan, kelengkapan fasilitas, serta konsep pendidikan yang matang.

Rico mengajak para orang tua untuk tidak ragu mempercayakan pendidikan anak-anaknya di Sekolah Rakyat.

Ia optimistis program tersebut mampu melahirkan generasi yang mandiri, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Pemko Medan, lanjutnya, juga berkomitmen mendukung seluruh infrastruktur penunjang, termasuk pembangunan akses jalan menuju kawasan sekolah.

Sementara itu, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengatakan, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat secara nasional saat ini berlangsung di 93 lokasi.

Sepanjang tahun 2026, pemerintah menargetkan pembangunan di 104 titik di berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Gus Ipul, anggaran pembangunan Sekolah Rakyat berasal dari APBN atas arahan Presiden dan pelaksanaannya dipercayakan kepada Kementerian Pekerjaan Umum. Gedung tersebut ditargetkan dapat digunakan pada Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027.

“Saya gembira selama 11 bulan pembelajaran di Sekolah Rakyat rintisan ini berjalan dengan baik dan dikawal langsung oleh Pak Wali Kota,” ujar Gus Ipul.

Pada tahun ini, kuota siswa Sekolah Rakyat di Kota Medan mencapai 270 orang untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Agar tepat sasaran, penetapan siswa dilakukan melalui proses verifikasi berlapis yang melibatkan pendamping sosial, Dinas Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), serta pemerintah daerah. 

(Dyk/Tribun-Medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.