Tribunlampung.co.id, Pesawaran – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pesawaran, M Nurdin berharap momentum Tahun Baru Islam dapat menjadi alarm bagi bangsa Indonesia untuk melakukan taubat nasional dengan memperbaiki akhlak dan meningkatkan kepedulian terhadap kondisi kebangsaan.
“Semua elemen masyarakat harus introspeksi terhadap kondisi kebangsaan kita hari ini. Ada yang mengatakan Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Karena itu, kita perlu melakukan taubat nasional,” ujarnya, Selasa (16/6/2026)
Menurutnya, masyarakat tidak perlu saling menyalahkan atas berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.
Sebaliknya, seluruh pihak harus mengedepankan akhlak dan sikap yang bijaksana dalam menyikapi berbagai persoalan.
Ia menegaskan, kritik terhadap pemerintah merupakan hak setiap warga negara dan dilindungi konstitusi.
Namun, kritik tersebut harus disampaikan dengan cara yang santun dan beradab.
“Tidak masalah melakukan kritik terhadap pemerintah karena itu juga dilindungi oleh konstitusi. Tetapi tentu harus disampaikan dengan cara-cara yang beradab,” katanya.
Nurdin juga berharap semangat 1 Muharam tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi titik awal bagi masyarakat untuk memperbaiki diri dan bersama-sama membangun Indonesia serta Kabupaten Pesawaran ke arah yang lebih baik.
Dia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharam sebagai ajang introspeksi dan perbaikan diri.
Menurutnya, pergantian tahun Hijriah harus dimaknai sebagai upaya menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kita berharap tahun ini lebih baik dari tahun kemarin. Karena kalau tahun ini masih sama dengan tahun kemarin, berarti kita termasuk orang yang rugi,” kata Nurdin kepada Tribun Lampung.
Ia mengatakan, semangat hijrah yang terkandung dalam peringatan 1 Muharam seharusnya mendorong masyarakat untuk melakukan evaluasi diri, baik secara individu maupun kolektif.
( Tribunlampung.co.id / Oky Indrajaya )