Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan – Kecelakaan lalu lintas maut yang melibatkan tiga unit truk boks terjadi di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Sukabaru, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (16/6/2026) sekira pukul 11.10 WIB.
Baca juga: Kecelakaan Beruntun Tiga Truk di Jalinsum, Dua Orang Tewas
Insiden tabrakan beruntun ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia di tempat, satu orang luka berat, dan dua lainnya luka ringan.
Kecelakaan berdarah tersebut melibatkan satu unit truk Isuzu Giga warna putih bernomor polisi B 9668 JXR, serta dua unit truk Hino warna hijau dengan nomor polisi masing-masing BE 8082 AUE dan BE 8065 AUB.
Kasat Lantas Polres Lampung Selatan, AKP Erza Trisyahputra Nasution, mengonfirmasi bahwa pihak Unit Gakkum Satlantas langsung bergerak melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan pada pukul 11.32 WIB.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan para saksi di lokasi kejadian, peristiwa bermula ketika truk Isuzu Giga B 9668 JXR yang dikemudikan oleh Muhammad Soleh melaju kencang dari arah Pelabuhan Bakauheni menuju Bandar Lampung.
Saat melintasi jalan menurun di Desa Sukabaru, truk tersebut diduga kuat mengalami gagal fungsi pengereman (rem blong) sehingga pengemudi mendadak kehilangan kendali atas kendaraannya.
Truk Isuzu yang hilang kendali itu kemudian menghantam bagian belakang kanan truk boks Hino BE 8082 AUE yang dikemudikan oleh F, yang tengah melaju searah di depannya.
Benturan yang teramat keras membuat truk Hino tersebut terdorong bebas, keluar dari badan jalan, hingga akhirnya terperosok dan terguling di sisi kiri jalan.
Kendati telah menghantam satu kendaraan, laju maut truk Isuzu Giga masih belum terhenti. Truk putih tersebut terus melesat hingga masuk ke jalur berlawanan.
Pada saat yang bersamaan, datang truk boks Hino kedua bernopol BE 8065 AUB yang dikemudikan oleh E dari arah Bandar Lampung menuju Bakauheni.
Tabrakan kedua pun tak dapat dihindarkan. Truk Isuzu langsung menghantam keras bagian pintu samping kanan truk yang dikemudikan E hingga kedua kendaraan mengalami kerusakan parah pada bagian kabin depan.
"Diduga kuat penyebab kecelakaan karena kendaraan Isuzu Giga mengalami gagal fungsi pengereman sehingga hilang kendali dan menabrak dua kendaraan lainnya," ungkap AKP Erza, Selasa (16/6/2026).
Dampak dari tabrakan beruntun ini menyisakan duka mendalam. Pengemudi truk Isuzu, Muhammad Soleh, dinyatakan meninggal dunia saat proses evakuasi ke RSUD Bob Bazar Kalianda akibat luka parah di bagian kepala dan patah tulang kaki kiri.
Nasib tragis juga menimpa penumpang truk Isuzu berinisial O. Ia mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian setelah menderita patah tulang kaki kiri serta luka robek parah di beberapa bagian tubuh. Jasad korban kini telah dievakuasi ke RSUD Bob Bazar Kalianda.
Sementara itu, pengemudi truk Hino kedua (BE 8065 AUB) berinisial E, mengalami luka berat berupa patah tulang tangan kanan, patah paha kanan, serta luka robek di kepala. Saat ini, E sedang mendapatkan perawatan intensif di RSUD Bob Bazar Kalianda.
Adapun dua korban lainnya, yakni F dan N yang berada di dalam truk Hino pertama (BE 8082 AUE), beruntung hanya mengalami luka ringan dan langsung dilarikan ke Puskesmas Penengahan untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Pihak Satlantas Polres Lampung Selatan menegaskan masih melakukan penyelidikan mendalam dan mengumpulkan bukti-bukti tambahan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Akibat insiden ini, kerugian material dari ketiga armada truk ditaksir mencapai Rp120 juta.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )