TRIBUNMANADO.CO.ID - Suasana sore yang tentram di Manado Town Square (Mantos) 1 pada Senin (15/6/2026) kemarin berubah total menjadi kacau balau.
Insiden penyusupan seorang pria yang diduga membawa senjata tajam (sajam) meninggalkan trauma mendalam bagi para pengunjung dan pekerja yang berada di lokasi kejadian.
Sehari setelah peristiwa horor tersebut, Selasa (16/6/2026), salah satu saksi mata bernama Anisa Moha membagikan kisah menegangkan yang dialaminya langsung di area Mantos 1.
Saat peristiwa itu terjadi, Anisa tengah berjaga sendirian di stan bazar Hardware yang terletak di lantai dasar, tepat di dekat pintu masuk utama.
Rekan kerjanya kebetulan sedang pergi ke toko pusat mereka di lantai atas.
“Awalnya kita berdua jaga di sini, tapi teman saya naik ke toko di lantai dua jadi tinggal saya sendiri,” ujarnya mengingat awal mula kejadian.
Secara mengejutkan, situasi yang awalnya tenang langsung pecah berantakan.
Seorang pria bersenjata tajam tiba-tiba merangsek masuk melalui pintu depan dengan kondisi dikejar oleh pihak kepolisian dan petugas keamanan mall.
“Saya kaget pas dia masuk. Dia masuk dari pintu depan dan langsung dikejar polisi sama security Mantos,” katanya.
Kehadiran pria misterius itu sontak memicu kepanikan massal.
Mengingat kondisi Mantos yang tengah ramai oleh pengunjung yang berbelanja dan menghabiskan waktu sore, teriakan ketakutan pun pecah di dalam mall.
“Pas dia masuk langsung heboh. Pengunjung langsung banyak yang lari,” ujarnya.
Sembari membawa sajam, pria tersebut terus bergerak liar ke beberapa titik toko.
Pengunjung dan karyawan pun berhamburan menyelamatkan diri, terutama saat terdengar kabar bahwa pelaku mulai merangsek naik ke lantai atas.
“Orang-orang pasti takut karena dia masuk tiba-tiba sambil bawa sajam,” katanya. Ia menambahkan, “Katanya dia sempat naik juga ke atas, jadi semua orang takut,” ujarnya.
Bagi Anisa, momen paling menjatuhkan mental adalah ketika pria tersebut mendadak mengubah arah langkahnya menuju stan bazar tempatnya berdiri.
Jarak yang kian mengikis membuat Anisa syok, terlebih ketika melihat ada noda merah yang tertinggal di barang dagangannya.
“Waktu dia mulai arah ke tempat bazar, saya langsung panik. Ada pakaian kami yang terkena bekas darahnya,” ujar dia.
Melihat ancaman di depan mata, Anisa spontan mengambil langkah seribu menuju eskalator terdekat.
Sialnya, pria bersajam tersebut ternyata berlari ke arah yang sama, memicu aksi kejar-kejaran yang menegangkan di atas tangga berjalan.
“Saya langsung lari ke arah eskalator. Ternyata dia juga menuju ke situ,” katanya.
Tanpa pikir panjang, Anisa memacu langkahnya menaiki anak tangga eskalator secepat mungkin demi menjauh dari jangkauan pelaku yang juga ikut naik di eskalator yang sama.
“Saya langsung naik cepat ke atas karena takut sekali,” ujarnya.
Beruntung, aksi kejar-kejaran itu tidak berujung pada jatuhnya korban jiwa. Anisa merasa sangat lega karena dirinya dan pengunjung lain berhasil selamat dari amukan pria tersebut.
“Untung tidak terjadi apa-apa,” katanya penuh syukur.
Menurut Anisa, proses penjinakan pelaku berlangsung dramatis selama sekitar 20 menit.
Petugas keamanan mall dan aparat kepolisian harus bekerja ekstra keras, bahkan dibantu oleh beberapa pengunjung pria yang berani, sebelum akhirnya pelaku berhasil dilumpuhkan.
“Banyak juga pengunjung yang bantu untuk pengamanan,” katanya.
Anisa menuturkan bahwa pergerakan pelaku yang tidak dapat diprediksi menjadi faktor utama mengapa situasi sore itu menjadi sangat mencekam.
Meski demikian, ia mengapresiasi respons cepat dari tim pengamanan terpadu di lokasi.
“Security dan polisi langsung bergerak cepat waktu kejadian,” ujarnya.
Bagi Anisa yang sudah menggantungkan hidupnya bekerja di kawasan komersial Mantos sejak tahun 2011 silam, insiden ini adalah pengalaman pertama yang paling mengerikan sepanjang sejarah kariernya.
“Kalau kejadian seperti kemarin memang baru pertama kali saya lihat,” katanya menggelengkan kepala.
Belajar dari kejadian traumatis ini, Anisa berharap pihak manajemen dan otoritas terkait dapat memperketat pengamanan di gerbang masuk pusat perbelanjaan terbesar di Manado tersebut agar kenyamanan masyarakat kembali pulih.
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini