Tunisia Tunjuk Herve Renard sebagai Pelatih Baru Setelah Awal Buruk di Piala Dunia 2026
Rina Kusumawati June 17, 2026 12:43 AM

Tunisia mengalami kekalahan telak di Grup F pada Piala Dunia 2026 pada dini hari Senin.

Menghadapi Swedia, tim nasional Tunisia kalah 5-1 akibat gol-gol dari Alexander Isak, Viktor Gyokeres, Yasin Ayari, dan Mattias Svanberg.

Tim Tunisia juga melemah dalam serangan mereka, hanya menciptakan 0,28xG selama 90 menit pertandingan. Namun kini mereka berharap situasi berubah dengan kedatangan pelatih baru.

Pelatih yang dimaksud adalah Herve Renard, sosok yang pernah memimpin Arab Saudi mengalahkan Argentina 2-1 pada laga pembuka Piala Dunia 2022 — sebuah kemenangan bersejarah atas tim yang kemudian menjadi juara dunia.

Renard dikenal sebagai pelatih dengan reputasi besar di kancah internasional, terutama di Afrika, setelah berhasil membawa dua tim nasional berbeda meraih gelar kontinental. Ia disebut sebagai figur yang mampu mengubah nasib Tunisia setelah awal yang buruk di turnamen kali ini.

Meski karier kepelatihannya tidak sepenuhnya bebas dari catatan negatif, di level internasional Renard tetap dianggap sebagai salah satu pelatih paling berprestasi di dunia sepak bola.

Pelatih berusia 57 tahun itu telah menandatangani kontrak jangka pendek dengan Federasi Sepak Bola Tunisia (FA Tunisia), dan akan memimpin tim hingga akhir turnamen di Amerika Utara.

Renard menggantikan Sabri Lamouchi, yang dipecat setelah hasil buruk yang dialami Tunisia dalam beberapa pertandingan terakhir.

Performa buruk Tunisia sejatinya sudah terlihat sebelum kekalahan dari Swedia, menandakan adanya masalah yang lebih mendalam dibanding sekadar hasil buruk dalam satu laga.

Pada awal Juni, Tunisia mengalami kekalahan 5-0 dari Belgia, diikuti kekalahan 1-0 dari Austria yang bermain dengan 10 pemain. Sebelumnya, mereka bermain imbang 0-0 melawan Kanada dan menang tipis 1-0 atas Haiti — salah satu tim terlemah di Piala Dunia 2026.

Selanjutnya, Tunisia akan menghadapi tim Jepang yang dikenal sebagai pembunuh raksasa, dengan harapan bisa menjaga peluang mereka untuk lolos ke babak gugur tetap hidup.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.