TRIBUNJAKARTA.COM - Pelatih baru Persija Jakarta, Shin Tae-yong, membongkar satu quote atau kata-kata yang selama ini menjadi pegangan hidupnya, bahkan selalu terpampang di layar ponsel dan laptop yang digunakannya setiap hari.
Quote tersebut bukan sekadar kutipan motivasi biasa.
Bagi Shin Tae-yong, tulisan itu menjadi pengingat agar dirinya tetap rendah hati, bekerja keras, dan tidak pernah melupakan titik awal perjuangannya.
Hal tersebut diungkapkan Shin Tae-yong di podcast Persija TV, dikutip Selasa (16/6/2026).
"Ada satu kalimat yang selalu saya tanamkan bahkan tempatkan di layar ponsel dan laptop saya. Dan saya selalu membacanya setiap saat. Itu yang selalu jadi pedoman saya," kata Shin Tae-yong.
Mantan pelatih Timnas Indonesia itu mengatakan, dunia profesional menuntut seseorang untuk terus bekerja keras, terlebih bagi mereka yang memulai semuanya dari bawah.
Karena itu, ia berusaha menjaga dirinya agar tidak terlena ketika sudah berada di posisi yang tinggi.
"Ketika saya terjun ke dunia profesional ini, kita harus selalu bekerja keras apalagi ketika kita berangkat dari bawah," ujarnya.
Pelatih asal Korea Selatan itu juga menegaskan pentingnya mengingat asal-usul dan tetap menjaga kerendahan hati.
Menurut dia, sikap tersebut menjadi benteng agar seseorang tidak berubah menjadi pribadi yang sombong.
"Jangan pernah melupakan dari mana kita berasal dan selalu bekerja dengan rendah hati. Dengan hati seperti itu kita tidak akan menjadi sombong ketika berada di atas," ucapnya.
Prinsip tersebut, kata Shin Tae-yong, sudah menjadi pedomannya sejak pertama kali memulai karier profesional.
Ia sengaja menempatkan kalimat itu di perangkat yang paling sering dilihatnya agar tidak pernah kehilangan semangat bekerja.
"Itu yang menjadi pedoman saya dari awal pertama kali bekerja agar saya tidak bersantai-santai," tuturnya.
Bahkan, ketika menghadapi situasi yang sulit sekalipun, Shin Tae-yong mengaku selalu kembali mengingat pesan tersebut.
Baginya, konsistensi dan kerendahan hati adalah kunci untuk terus bertahan.
"Bahkan dalam situasi sesulit apa pun saya akan selalu mengingat itu," katanya.
Karena itulah, pelatih berusia 56 tahun tersebut sengaja menuliskannya di layar ponsel dan laptop yang digunakannya setiap hari.
"Saya selalu menuliskan itu di layar ponsel dan laptop di mana saya tidak boleh melupakan niat awal saya," ujar Shin Tae-yong.