TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sektor tunggal putri Indonesia terus melahirkan talenta-talenta muda yang siap bersaing di panggung tertinggi.
Salah satu nama yang kini tengah meniti jajaran elite pembinaan adalah Dalila Aghnia Puteri.
Akrab disapa dengan nama panggilan Putri, pebulu tangkis muda berbakat ini mengombinasikan kerja keras, dukungan keluarga, dan latar belakang pelatihan yang solid untuk menjadi tumpuan masa depan bulu tangkis Indonesia.
Ia tercatat mulai bermain bulu tangkis sejak menginjak usia 10 tahun. Bakat mentahnya pertama kali ditempa di tanah kelahirannya melalui klub lokal bernama AGCR Sragen.
Lewat polesan awal di klub masa kecilnya tersebut, Putri menunjukkan determinasi tinggi yang membuatnya dilirik oleh salah satu kiblat pembinaan bulu tangkis terbesar di tanah air, PB Djarum Kudus.
Kini, sebagai bagian dari keluarga besar PB Djarum, Putri mendapatkan fasilitas latihan intensif demi mendongkrak kematangan bertandingnya di sirkuit nasional maupun internasional.
Berdasarkan data resmi yang tercantum pada laman profil atlet di situs resmi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), berikut adalah profil mengenai pemain bulu tangkis muda sektor ganda putri nasional, Dalila Aghnia Puteri:
Nama Lengkap: Dalila Aghnia Puteri
Tempat Lahir: Sragen, Jawa Tengah
Tanggal Lahir: 18 April 2006
Pegangan Raket: Kanan
Nama Ayah: Rokhim
Nama Ibu: Harti
Baca juga: Profil Chiara Marvella Handoyo, Altelt Bulu Tangkis Pelatnas Indonesia
Sektor Bermain: Tunggal Putri
Kategori Tingkat: Pratama
Klub Asal: AGCR Sragen
Klub Sekarang : PB Djarum Kudus
Asal Provinsi: Jawa Tengah
Sebagai pemain tunggal putri modern, Putri memiliki standar tinggi dalam menentukan kiblat permainannya. Di panggung dunia, ia mengidolakan dua ikon besar tunggal putri:
An Se Young (Korea Selatan): Pemain yang menginspirasinya lewat ketenangan, kelincahan kaki (footwork), serta pertahanan yang sulit ditembus.
Carolina Marin (Spanyol): Peraih medali emas Olimpiade yang menjadi panutannya dalam hal agresivitas serangan, kecepatan, serta mentalitas petarung yang pantang menyerah di lapangan.
Bagi Putri, pencapaiannya hingga mampu menembus level klub elite sekelas PB Djarum tidak lepas dari andil besar orang-orang di balik layar. Ia menegaskan bahwa orang tua (Bapak Rokhim dan Ibu Harti) serta para pelatih adalah sosok yang paling berjasa dalam sepanjang karier bulu tangkisnya.
Dukungan moril, materiil, dan tempaan fisik yang mereka berikan menjadi bahan bakar utama bagi Putri untuk terus mengejar impian menyumbang prestasi bagi Merah Putih. (*)