SUMUT Kirim 270 Peserta Pesparawi ke XIV di Manokwari, Wali Kota Medan: Harus Terus Dikembangkan
Tommy Simatupang June 17, 2026 01:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) menjadi ajang bergengsi bagi umat Kristen di Indonesia. 

Sumut yang memiliki segudang umat yang berbakat dalam bernyanyi sering meraih penghargaan dalam lomba tingkat nasional itu. 

Pesparawi adalah ajang perlombaan paduan suara dan musik rohani berskala besar untuk umat Kristen Protestan di Indonesia .

Pesparawi bukan sekadar kompetisi, tetapi memiliki tujuan sebagai sarana Pembinaan Iman, pengembangan seni budaya gerejawi, mempererat Persaudaraan, dan memperkuat tali persaudaraan.

Acara ini juga dipandang sebagai perwujudan nyata dari kerukunan dan moderasi beragama, di mana perbedaan disatukan dalam harmoni. Bahkan, dalam perkembangannya, Pesparawi nasional melibatkan komponen umat non-Kristen .

Pesparawi tingkat nasional pertama kali diselenggarakan di Jakarta pada tahun 1983 oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama .

Istilah Pesparawi sendiri berasal dari usulan Dr. JS (Yus) Badudu pada tahun 1986, yang mengubah istilah sebelumnya: Pesparani (Pesta Paduan Suara Gerejani).

Tapi untuk umat Katolik tetap menggunakan nama Pesparani.

Pesparawi memiliki beberapa tingkatan, tingkat nasional yang erupakan puncak acara yang diikuti oleh kontingen dari 34 provinsi.

Hingga kini, telah diselenggarakan 13 kali sejak 1983.

Acara ini biasanya mempertandingkan berbagai kategori, mulai dari solo anak, paduan suara remaja, paduan suara dewasa campuran, hingga musik pop dan etnik gerejawi .

Wali Kota Medan Dukung Peserta Pesparawi Sumut

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberikan dukungan penuh kepada kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Sumatera Utara yang akan berlaga di tingkat nasional.

Rico mengingatkan bahwa prestasi tidak berhenti pada kemenangan, melainkan bagaimana talenta yang dimiliki terus diasah dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi panitia dan kontingen Pesparawi Sumut di Rumah Dinas Wali Kota Medan menjelang keberangkatan mereka mengikuti Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat, pada 18–28 Juni mendatang.

Ketua Panitia Kontingen Pesparawi Sumut, Berkat Kurniawan Laoli, mengatakan Sumatera Utara mengirimkan 270 peserta dan pendamping untuk mengikuti ajang nasional tersebut.

Sebanyak 70 orang di antaranya berasal dari Kota Medan, sementara sisanya berasal dari Kabupaten Deli Serdang, Simalungun, Toba, dan Nias Utara.

Menurut Berkat, seluruh peserta merupakan juara Pesparawi tingkat provinsi yang akan bertanding dalam 12 kategori perlombaan. Ia berharap doa dan dukungan masyarakat agar kontingen Sumut mampu kembali menorehkan prestasi membanggakan.

"Rombongan pertama sudah berangkat. Kami berharap dapat kembali mengharumkan nama Sumatera Utara di tingkat nasional," ujarnya.

Ia menambahkan, pada Pesparawi Nasional 2022 lalu, kontingen Sumut berhasil meraih Piala Presiden. Prestasi tersebut menjadi modal optimisme untuk kembali meraih hasil terbaik pada ajang tahun ini.

Sementara itu, Rico Waas berharap para peserta dapat menampilkan kemampuan terbaiknya selama kompetisi berlangsung. Menurutnya, kemenangan hanyalah awal dari perjalanan panjang dalam mengembangkan kemampuan seni yang dimiliki.

"Yang terpenting bukan hanya menjadi juara. Setelah menang, bagaimana karya dan kemampuan yang dimiliki dapat terus dikembangkan, dipromosikan, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," kata Rico.

Ia juga mendorong agar para peserta mendapat ruang lebih luas untuk berkembang, tidak hanya melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga dalam berbagai kegiatan seni, budaya, dan event lainnya, sehingga kemampuan mereka dapat tumbuh secara profesional dan berkelanjutan.

(dyk/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.