Lamine Yamal Dihibur oleh Ines Garcia Setelah Spanyol Ditahan Imbang Tanpa Gol oleh Tanjung Verde di Laga Pembuka Piala Dunia
Hendra Wijaya June 17, 2026 02:22 AM

Lamine Yamal mendapat dukungan dari kekasihnya, Ines Garcia, setelah tim nasional Spanyol ditahan imbang tanpa gol oleh Tanjung Verde dalam laga pertama Piala Dunia mereka. Bintang muda Barcelona itu masuk sebagai pemain pengganti, namun gagal membantu La Roja mencetak gol meski mereka banyak menciptakan peluang dan akhirnya kehilangan dua poin penting di Grup H.

Spanyol Tersandung di Laga Pembuka Grup H

Kampanye Piala Dunia Spanyol dimulai dengan hasil yang mengecewakan setelah tim asuhan Luis de la Fuente hanya bermain imbang 0-0 melawan Tanjung Verde di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta. La Roja menguasai jalannya pertandingan dalam waktu yang lama, namun tidak mampu menembus pertahanan lawan yang tampil disiplin.

Yamal memulai laga dari bangku cadangan sebelum akhirnya dimainkan pada 20 menit terakhir ketika Spanyol berusaha mencari gol kemenangan. Pemain berusia 18 tahun itu memberikan energi baru di lini serang, tetapi gagal membantu timnya membuka keunggulan. Hasil ini membuat Spanyol harus bekerja lebih keras di Grup H dan menambah tekanan menjelang pertandingan-pertandingan berikutnya.

Dukungan Setelah Malam yang Mengecewakan

Winger Barcelona tersebut terlihat menghabiskan waktu bersama teman dan keluarganya yang datang ke Amerika Serikat untuk memberikan dukungan. Di antara mereka hadir pula kekasihnya, influencer dan model asal Spanyol, Ines Garcia.

Garcia, yang secara terbuka mengonfirmasi hubungannya dengan Yamal bulan lalu, terlihat mengenakan jersey tim Spanyol dengan nama dan nomor punggung kekasihnya saat bergabung dengan rombongan pemain setelah hasil imbang yang mengecewakan itu.

Spanyol Mendominasi Namun Gagal Mencetak Gol

Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Spanyol sepanjang laga. Tim asuhan De la Fuente menguasai 62 persen penguasaan bola dan melepaskan 23 tembakan ke gawang, namun kurang efektif dalam penyelesaian akhir untuk mengamankan kemenangan.

Sementara Spanyol harus puas dengan satu poin, pertandingan ini menjadi momen bersejarah bagi Tanjung Verde. Pertahanan mereka yang tangguh menghasilkan satu poin berharga melawan salah satu favorit turnamen, menjadikannya salah satu hasil paling berkesan dalam sejarah sepak bola negara tersebut.

Salah satu sosok kunci di balik keberhasilan itu adalah kiper veteran Vozinha. Penjaga gawang berusia 40 tahun tersebut melakukan sejumlah penyelamatan penting, menjaga gawangnya tetap aman dari kebobolan, dan membantu timnya bertahan menghadapi tekanan konstan dari Spanyol sepanjang laga.

Spanyol Harus Segera Bangkit

Spanyol kini harus segera bangkit dari hasil mengecewakan ini dan meningkatkan efektivitas di lini depan agar tidak mengalami kesulitan lebih lanjut di Grup H, menjelang laga melawan Arab Saudi pada 21 Juni mendatang.

Bagi Yamal, fokusnya kini adalah berjuang untuk kembali ke susunan pemain utama dan menjadi sumber kreativitas yang dibutuhkan Spanyol di Atlanta. Dengan dukungan dari Garcia dan keluarganya, pemain muda ini berharap dapat berperan lebih besar saat La Roja berusaha mengembalikan performa terbaik mereka di Piala Dunia.

Sejauh mana Spanyol akan melangkah di Piala Dunia?

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.