BOLASPORT.COM - Timnas Prancis bermain dengan empat penyerang melawan Senegal di Piala Dunia 2026.
Timnas Prancis akan menghadapi Timnas Senegal pada partai Grup I Piala Dunia 2026, Rabu (17/6/2026) dini hari WIB.
Partai ini menjadi laga pembuka Les Bleus untuk mengincar gelar juara ketiga kalinya.
Prancis sebelumnya menjadi juara pada 1998 saat menjadi tuan rumah dan 2018 di Rusia.
Empat tahun lalu di Qatar, Kylian Mbappe dkk lolos ke final tetapi harus mengakui Argentina lebih unggul.
Turnamen ini akan menjadi perpisahan bagi pelatih Didier Deschamps yang sudah berkuasa selama 14 tahun.
Deschamps selama ini dikritik terlalu hati-hati dan defensif meski memiliki talenta mumpuni.
Melihat pemilihan skuad melawan Senegal, Deschamps menekan penuh pedal gas atau los dol.
Dilansir dalam laman resmi FIFA, Prancis turun dengan formasi di atas kertas 4-2-3-1 yang bisa berubah menjadi 4-2-4 dalam praktiknya.
Empat bek yang turun yaitu Dayot Upamecano, Jules Kounde, William Saliba, dan Theo Hernandez.
Hanya ada dua pemain berposisi gelandang, yaitu Aurelien Thouameni dan Adrien Rabiot.
Di lini depan-lah Deschamps mempertaruhkan nasib, yaitu dengan menurunkan empat pemain berkarakter penyerang.
Empat penyerang tersebut meliputi Ousmane Dembele, Michael Olise, Desire Doue, dan Kylian Mbappe.
Secara praktik, Dembele bisa jadi akan menjadi ujung tombak seperti posisinya di Paris Saint-Germain.
Mbappe akan menjadi penyerang sayap kiri, Olise bertindak sebagai nomor 10, dan Doue di sayap kanan.
"Ini penting, sangat penting (meraih kemenangan), karena ini adalah laga pertama," ujar Deschamps dikutip dari FIFA.com.
"Walaupun secara statistik, juara dunia terakhir (Argentina) kalah di laga pembuka, itu tidak menghentikan mereka menjadi juara."
"Tetapi idealnya, memulai dengan kemenangan dalam grup berisi empat tim adalah skenario terbaik," tandasnya.
Sudah ada banyak kejutan di Piala Dunia 2026, termasuk Tanjung Verde yang menahan Spanyol.
Mbappe cs harus memastikan hasil tersebut tak akan terjadi melawan salah satu utusan terbaik Afrika.