TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Usai bergelut dengan lembar kertas ujian akhir sekolah, para pelajar dan guru SMA Katolik Frateran Maumere, menggelar ajang lari santai bertajuk "SMATER Fun Run Fest 2026" di Kota Maumere, Jalan Kimang Buleng No. 3, Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Selasa (16/6/2026) pagi.
Kegiatan lari santai ini dimulai pukul 06.00 WITA menempuh jarak 5 kilometer yang murni diikuti warga internal sekolah. Ajang ini merupakan event lari perdana yang diselenggarakan sekolah. Selain sebagai sarana penyegaran siswa, kegiatan ini juga menjadi media promosi kreatif untuk menjaring calon peserta didik baru dan wadah mengasah bakat siswa.
Rute lari sejauh 5 kilometer dirancang melintasi sejumlah titik nadi di Kota Maumere. Wakil Ketua OSIS SMAK Frateran Maumere, Gabriel Dwi Rangga Wadju, memaparkan rute dimulai dari gerbang sekolah, melintasi Jalan El Tari menuju kawasan PLN, Gelora Berdikari, Tugu Gendang, hingga Monumen Tsunami.
Dari sana, peserta diarahkan melewati perempatan Pasar Baru dan Kodim sebelum kembali ke garis akhir di sekolah. Usai seluruh peserta menyelesaikan rute, panitia mengumumkan nama-nama pelari yang berhasil mencatatkan waktu tercepat hingga kembali ke titik semula.
Baca juga: Misi Merasul Pelajar Smater Maumere Melalui Konser Amal Kolaborasi Pembangunan Aula Kapela Wailiti
Riuh tepuk tangan begitu nama para pemenang yang sukses menaklukkan rute dan menyentuh garis finish di titik start dibacakan. Saat para pemenang maju ke podium, guru beserta kepala sekolah langsung memberikan hadiah berupa uang tunai, piagam penghargaan, dan medali kepada masing-masing juara.
Untuk memacu semangat kompetisi yang sehat, sekolah menyediakan total hadiah sebesar Rp 3.000.000 yang dibagi secara merata untuk kategori putra dan putri. Masing-masing pemenang pertama berhak atas uang tunai Rp 500.000, sertifikat, serta medali penghargaan.
Ketua OSIS SMAK Frateran Maumere, Maria Rosalia Nuraini, mengungkapka ide pelaksanaan kegiatan ini murni lahir dari ruang kreativitas para siswa kelas XI yang terinspirasi oleh tren olahraga lari.
Pihak sekolah menyambut baik usulan tersebut karena dinilai inklusif dan mampu melibatkan seluruh warga sekolah tanpa sekat kemampuan teknis olahraga tertentu. Lari dipilih karena sifatnya yang universal, murah, dan mudah diakses oleh seluruh siswa.
"Smater-Run Fest ini sebenarnya ide awalnya dari teman-teman kelas XI, kebetulan mereka itu juga gabung di komunitas Sikka Runners. Pas mau dekat class meeting, mereka usul bagaimana kalau kita buat kegiatan yang beda kali ini. Kenapa pilih lari? Karena lari ini kan olahraga yang paling gampang, murah, tidak perlu teknik-teknik khusus seperti futsal atau voli. Pokoknya asal ada sepatu, semua siswa bisa ikut terlibat," ujar Maria, Selasa.
Baca juga: Tim Sepak Bola Putri SMATER Maumere Sabet Juara Du’a Toru Cup, Festival Sepak Bola Pelajar Nian Tana
Lanjutnya, aspirasi OSIS ini mendapat dukungan penuh dari sekolah. Pihak sekolah melihat tingginya animo internal terhadap olahraga lari sebagai peluang strategis untuk menunjukkan eksistensi dan daya tarik sekolah kepada masyarakat luas.
"Selain untuk mengakomodasi minat dan bakat anak-anak dalam olahraga lari, pihak sekolah juga melihat ini sebagai peluang yang sangat bagus. Jadi, kegiatan fun run ini sekaligus kami jadikan sebagai media promosi sekolah. Harapannya, lewat festival lari ini, para calon siswa baru atau adik-adik kelas IX yang sebentar lagi lulus SMP tertarik untuk mendaftar dan masuk ke SMA Katolik Frateran Maumere," kata Maria.
Pada kategori putra, Justino Tomi Latuperisa, siswa kelas 10 F yang akrab disapa Junior keluar sebagai yang tercepat dengan catatan waktu 19 menit 34 detik. Junior mengaku terkejut sekaligus bangga atas pencapaiannya di ajang perdana ini.
"Sekarang kami sudah selesai mengikuti kegiatan Smater-Run Fest. Itu kegiatan class meeting untuk anak-anak kelas 10 sampai kelas 12, mengikuti lari. Sangat senang, tidak menyangka sampai bisa juara satu. Saya berharap untuk kegiatan ini berlanjut sampai kami tamat, agar membangkitkan bakat anak-anak yang suka lari, hobi kegiatan-kegiatan olahraga," tutur Junior usai menerima medali.
Sementara itu, podium utama kategori putri diamankan oleh Maria Margaretha Bebhe, siswi kelas 10 B, yang mencatatkan waktu 31 menit 42 detik. Kemenangan ini sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri untuknya.
"Kesannya, saya senang karena saya bisa juara satu, dan pertama kali kelas saya dapat juara satu," kata siswi yang akrab dipanggil Margaret tersebut. Ia juga berharap kegiatan fun run ini dipertahankan sebagai agenda rutin tahunan sekolah.
Kepala SMAK Frateran Maumere, Agustinus Syrilius, menegaskan bahwa kegiatan ini sepenuhnya diinisiasi oleh OSIS. Pihak sekolah menyatakan dukungan penuh agar ajang lari santai ini dapat diselenggarakan secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.
Menurut Agustinus, olahraga lari santai semacam ini memiliki keunggulan karena sifatnya yang jauh lebih inklusif dibandingkan dengan kompetisi olahraga konvensional.
"Jika biasanya kegiatan class meeting hanya terbatas pada olahraga tertentu dan hanya melibatkan siswa-siswa tertentu yang memiliki bakat teknis, lari santai ini jauh lebih inklusif karena bisa melibatkan seluruh warga sekolah. Selain itu, kegiatan ini juga gratis tanpa ada biaya pendaftaran sepeser pun untuk warga sekolah. Untuk sementara waktu, event ini memang kami khususkan untuk lingkungan internal sekolah terlebih dahulu," kata Agustinus.