Jordan Henderson membela rekan setimnya di tim nasional Inggris, Jude Bellingham, dan mengungkapkan bahwa ia merasa "sulit membaca" kritik terus-menerus yang diarahkan media kepada bintang Real Madrid tersebut. Gelandang veteran itu meyakini bahwa Bellingham memiliki "faktor X" yang akan sangat penting bagi peluang Inggris di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Membela bintang Real Madrid yang 'spesial'
Bellingham kerap menjadi sorotan karena ekspresinya di lapangan, namun Henderson — yang kini juga menjadi sosok pemimpin penting di bawah arahan Thomas Tuchel — menegaskan bahwa persepsi publik terhadap pemain berusia 22 tahun itu tidak sesuai kenyataan. Gelandang Brentford tersebut menilai mantan pemain Borussia Dortmund itu adalah motor kesuksesan skuad Inggris.
"Saya benar-benar tidak bisa berkata cukup banyak hal baik tentang dirinya," ujar Henderson. "Saya tahu banyak hal yang ditulis di media, dan terkadang sulit bagi saya untuk membacanya, karena saya tahu betapa besar pengaruhnya bagi tim ini dan betapa luar biasanya dia sebagai rekan setim di luar lapangan. Apa yang dia berikan kepada kami benar-benar sesuatu yang istimewa. Saya pikir dia memberi kami faktor X dalam tim ini."
Pengalaman laga besar dan pengaruh di ruang ganti
Menjelang laga pembuka Inggris di Grup L melawan Kroasia pada hari Rabu, Bellingham diperkirakan akan tampil sebagai pemain nomor 10, meskipun harus bersaing dengan Morgan Rogers dari Aston Villa. Turnamen ini akan menjadi ajang besar keempat bagi Bellingham di usia yang masih 22 tahun — pengalaman yang menurut Henderson akan menjadi aset penting bagi tim asuhan Tuchel di turnamen nanti.
“Dia sudah melalui banyak momen besar dalam kariernya, dia adalah pemain untuk pertandingan-pertandingan besar,” lanjut Henderson. “Dia memiliki pengalaman di turnamen besar, jadi dia benar-benar pemain kunci bagi kami kali ini. Jika Anda bertanya pada pemain mana pun di grup ini, mereka akan mengatakan betapa hebatnya dia sebagai rekan setim, betapa seriusnya dia berlatih. Saya rasa banyak hal yang ditulis di media itu tidak benar, jujur saja, sebagian besar bahkan salah. Tapi bagi kami, kami tahu betul kemampuan yang dia miliki dan betapa kami semua menyayanginya di dalam tim, dan saya kira itu yang paling penting.”
Menjembatani generasi
Keikutsertaan Henderson di skuad Inggris untuk Piala Dunia pada usia 35 tahun juga menuai kritik, namun Bellingham membalas dengan membela seniornya itu. Bintang Real Madrid tersebut menyebut para pengkritik “tidak tahu apa yang mereka bicarakan” dan menjuluki Henderson sebagai “lem” yang menyatukan skuad. Sementara itu, Henderson sendiri menyoroti pentingnya kebersamaan yang terjalin selama kamp latihan di Florida, di mana ia melihat Bellingham membimbing pemain muda seperti Rio Ngumoha.
"Sangat penting memastikan budaya dan suasana di luar lapangan tetap baik, tentu saja, tapi saya tidak merasa itu tanggung jawab satu orang saja," jelas Henderson. "Saya merasa semua orang punya peran. Setiap pemain punya tanggung jawab, dan hal itu menjadi salah satu kekuatan utama tim ini, terutama menjelang turnamen ini — menjadi rekan setim yang baik, entah Anda bermain, masuk dari bangku cadangan, atau tidak bermain sama sekali."
Membangun budaya kemenangan di bawah asuhan Tuchel
Dengan status Inggris sebagai salah satu favorit juara, Henderson menilai suasana tim saat ini adalah yang terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran Tuchel sebagai manajer diyakini semakin mempererat kebersamaan skuad selama masa persiapan intensif jelang turnamen.
“Semua ini tentang menciptakan lingkungan dan budaya yang saling mendorong dan mendukung satu sama lain di saat yang tepat,” ungkap Henderson. “Saya rasa kami sudah melakukannya dengan sangat baik sejak manajer datang. Semuanya berkembang dan semakin kuat. Saya cukup puas dengan kondisi tim saat ini, terutama setelah pemusatan latihan. Para pemain tampil luar biasa selama dua minggu terakhir, dan sekarang kami hanya ingin segera memulai kompetisi.”
Seberapa jauh Inggris akan melangkah di Piala Dunia?