Gempa Bumi Guncang Sigi Sulteng, Berpusat 29 Km Timur Laut dengan Kedalaman 5 Km
Wawan Akuba June 17, 2026 06:56 AM

TRIBUNGORONTALO.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,2 mengguncang wilayah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Rabu (17/6/2026) pagi.

Berdasarkan informasi cepat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 05.38 WIB atau 06.38 Wita.

Episentrum gempa berada pada koordinat 1,15 Lintang Selatan dan 120,00 Bujur Timur, tepatnya sekitar 29 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Baca juga: Dana PIP 2026 Belum Masuk Rekening? Jangan Panik, Cek Penyebab dan Statusnya di Sini!

Gempa tersebut memiliki kedalaman dangkal, yakni 5 kilometer.

BMKG menyebut informasi ini masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring kelengkapan data hasil analisis.

Sigi Berada di Kawasan Aktif Sesar Palu-Koro

Wilayah Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah dengan tingkat aktivitas seismik yang cukup tinggi di Indonesia.

Salah satu penyebabnya adalah keberadaan Sesar Palu-Koro, sesar aktif yang membentang dari Teluk Bone hingga Teluk Palu.

Sesar geser tersebut memiliki laju pergerakan yang relatif cepat dan kerap memicu gempa bumi di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah, termasuk Kabupaten Sigi.

Selain dipengaruhi aktivitas sesar aktif, kawasan ini juga berada dalam sistem pertemuan beberapa lempeng tektonik yang menjadikan wilayah Sulawesi rentan terhadap aktivitas kegempaan.

Magnitudo Kecil dengan Kedalaman Dangkal

Gempa bermagnitudo 2,2 tergolong kecil sehingga umumnya tidak menimbulkan kerusakan.

Namun, kedalaman gempa yang hanya 5 kilometer termasuk kategori dangkal.

Baca juga: UNESA Buka Lowongan Kerja Juni 2026: Tersedia 90 Formasi Tenaga Kependidikan, Cek Syaratnya!

Pada kondisi tertentu, gempa dangkal dapat lebih terasa oleh masyarakat yang berada dekat dengan pusat gempa dibanding gempa yang lebih dalam.

Meski demikian, dengan magnitudo yang rendah seperti kejadian ini, potensi dampak signifikan diperkirakan sangat kecil.

Imbauan BMKG

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Masyarakat juga diminta memastikan informasi terkait gempa hanya diperoleh melalui kanal resmi BMKG.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan saat terjadi gempa antara lain:

  • Tetap tenang dan tidak panik.
  • Lindungi kepala serta berlindung di bawah meja yang kokoh apabila berada di dalam bangunan.
  • Menjauhi kaca, lemari, atau benda yang mudah roboh.
  • Setelah guncangan berhenti, segera menuju area terbuka dengan tertib.
  • Siapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan darurat penting.

Masyarakat diharapkan tetap waspada, namun tidak perlu khawatir berlebihan.

Pantau terus informasi resmi BMKG untuk memperoleh pembaruan data gempa yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.