‘Gerakan Refleks Tanpa Sadar’ – Pejabat VAR Bantah Sengaja Membuat Isyarat Tangan Saat Siaran Piala Dunia yang Picu Heboh di Media Sosial
Agus Firmansyah June 17, 2026 06:53 AM

Pejabat Piala Dunia Shaun Evans akhirnya angkat bicara setelah sebuah gerakan tangan kontroversial yang tertangkap kamera saat siaran langsung memicu kehebohan di media sosial. Wasit asal Australia itu dinyatakan tidak bersalah oleh FIFA setelah dilakukan investigasi cepat terkait insiden yang terjadi selama kemenangan telak Jerman 7-1 atas Curacao.

Investigasi FIFA tidak menemukan pelanggaran disiplin

Menurut laporan BBC, FIFA telah membebaskan pejabat VAR Evans setelah meninjau rekaman dari pusat wasit di Dallas terkait kontroversi mengenai isyarat tangan yang dilakukan sebelum laga Jerman melawan Curacao di Piala Dunia. Wasit asal Australia itu terlihat membentuk tanda “OK” terbalik dengan tangan kanannya ketika tampil dalam tayangan global sebelum pertandingan dimulai. Gerakan tersebut menarik perhatian di dunia maya karena dapat diartikan sebagai lelucon tidak berbahaya, tetapi juga dikaitkan dengan simbol kelompok supremasi kulit putih. Setelah melakukan peninjauan, FIFA memastikan tidak menemukan bukti bahwa Evans melanggar Kode Disiplin FIFA, sehingga ia tetap diizinkan menjadi bagian dari tim wasit turnamen.

Evans bantah tuduhan tindakan disengaja

Evans dengan tegas membantah bahwa ia sengaja membuat gerakan tersebut atau bermaksud menyampaikan pesan tertentu. Wasit berusia 38 tahun itu menjelaskan bahwa gerakan tersebut merupakan kebiasaan fisik yang dilakukan tanpa sadar, bukan tindakan yang disengaja.

“Pemberitaan setelah insiden ini sama sekali tidak mencerminkan siapa diri saya,” ujar Evans dalam pernyataannya. “Saya tentu memahami bagaimana isyarat itu dapat diartikan dan saya menyesalinya. Namun, saya ingin menegaskan dengan sangat jelas bahwa saya tidak dengan sengaja atau sadar membuat simbol tangan seperti yang disangka.”

“Gambar-gambar yang diambil selama pertandingan memperlihatkan bahwa saya mengulangi gerakan ini beberapa kali saat memegang pena di antara jari-jari saya. Menjadi ofisial di Piala Dunia adalah kehormatan terbesar dalam karier saya, dan saya berharap dapat terus mendukung rekan-rekan saya sepanjang turnamen ini.”

Kelompok anti-diskriminasi serukan peninjauan

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran dari organisasi anti-diskriminasi, termasuk Fare, yang bekerja sama dengan FIFA dan UEFA dalam isu-isu terkait diskriminasi dalam sepak bola. Sebelum FIFA mengumumkan hasil investigasinya, Fare menyatakan: “Saran dari para ahli kami menyebutkan bahwa gerakan tersebut jelas menyerupai simbol tangan ‘OK’ terbalik yang digunakan sebagai simbol ‘kekuasaan kulit putih’ di kalangan sayap kanan ekstrem di seluruh dunia.”

Kontroversi ini juga menjadi perhatian karena Liga Anti-Pencemaran Nama Baik (Anti-Defamation League) menambahkan simbol tersebut ke dalam basis data simbol kebencian pada tahun 2019 setelah digunakan sebagai taktik ejekan oleh kelompok ekstremis.

Fokus kembali pada tugas kepemimpinan pertandingan

Dengan selesainya penyelidikan FIFA dan tanpa adanya tindakan disipliner, Evans akan melanjutkan perannya sebagai bagian dari tim ofisial turnamen. Namun, tayangan terbaru menunjukkan bahwa para pejabat VAR kini lebih fokus pada monitor mereka daripada tampil di depan kamera, sehingga kemungkinan munculnya kontroversi serupa di sisa Piala Dunia diperkecil.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.