Pertalite Cepat Habis dan Antrean Mengular di PPU, Pertamina: Pasokan Wilayah Kalimantan Aman
Amalia Husnul A June 17, 2026 07:19 AM

 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Antrean kendaraan di SPBU Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), masih terlihat mengular, terutama pada dispenser Pertalite, Senin (15/6/2026).

Barisan kendaraan roda dua maupun roda empat tampak memanjang hingga beberapa meter sejak siang hari.

Kondisi tersebut berbeda dengan dispenser Pertamax yang relatif lengang.

Meski terjadi peningkatan antrean, situasi di area SPBU tetap terpantau kondusif.

Baca juga: Harga BBM Pertamina Hari Ini 14 Juni 2026, Pasokan Pertalite Mulai Cepat Habis di Sejumlah SPBU

Para pengendara terlihat tertib menunggu giliran untuk mengisi bahan bakar, sementara seluruh dispenser beroperasi normal dan melayani pembelian seperti biasa.

Petugas SPBU menyebutkan permintaan Pertalite mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir, terutama setelah penyesuaian harga BBM non-subsidi.

Kenaikan konsumsi tersebut terlihat dari laju penyaluran Pertalite yang lebih cepat dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Akibat tingginya permintaan, stok Pertalite di SPBU Nipah-Nipah dilaporkan habis menjelang waktu magrib.

Padahal, dalam kondisi normal, persediaan biasanya masih mencukupi hingga malam hari atau sampai jadwal pengiriman berikutnya.

"Nanti malam ada Pertalite," ujar salah seorang petugas SPBU.

Seorang pengendara, Yusuf, mengaku harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan Pertalite.

Namun, ia memilih tetap mengantre karena bahan bakar tersebut dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

"Memang antreannya lebih panjang dari biasanya, tapi tetap tertib. Saya menunggu saja sampai giliran karena masih membutuhkan Pertalite," katanya.

Menurut petugas, pasokan Pertalite berikutnya dijadwalkan tiba pada dini hari.

Kedatangan stok baru diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Petugas juga menjelaskan bahwa antrean biasanya tidak terjadi pada waktu subuh karena jumlah kendaraan yang datang masih relatif sedikit.

Sebaliknya, pada siang hingga sore hari, volume pembeli cenderung meningkat sehingga antrean lebih mudah terbentuk.

Pasokan Wilayah Kalimantan Dipastikan Tetap Aman

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan pasokan Pertalite di wilayah Kalimantan tetap aman meski terjadi peningkatan konsumsi pasca penyesuaian harga BBM.

Senior Supervisor Communication and Relations PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Gayuh Mustiko Jati, mengatakan Pertamina hanya menjalankan penugasan pemerintah dan menyalurkan BBM sesuai kuota yang telah ditetapkan oleh BPH Migas.

"Kami pada prinsipnya menjalankan penugasan dari pemerintah dan menyalurkan sesuai kuota yang ditentukan oleh BPH Migas," ujarnya saat menghadiri audiensi bersama massa aksi Aliansi Balikpapan Bergerak di Kantor DPRD Balikpapan, Senin malam.

Menurut Gayuh, konsumsi Pertalite memang mengalami peningkatan setelah adanya perubahan harga BBM.

Namun demikian, Pertamina akan terus menjaga ketersediaan pasokan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

"Ketika memang ada peningkatan kebutuhan, kami akan memastikan suplai ke masyarakat tetap kami jaga," katanya.

Ia menjelaskan mekanisme penetapan kuota BBM diawali dari usulan pemerintah daerah yang kemudian disesuaikan dengan realisasi konsumsi masing-masing wilayah sebelum mendapat persetujuan dari BPH Migas.

Pertamina juga mengaku telah mengantisipasi kemungkinan pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi ke Pertalite dengan melakukan penyesuaian distribusi ke SPBU-SPBU penyalur.

Selain itu, pengawasan terhadap program Subsidi Tepat melalui penggunaan QR Code untuk pembelian Pertalite dan Biosolar terus dilakukan guna memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan.

"Kami memastikan operator SPBU menjalankan tugas sesuai ketentuan dan pelaksanaan penggunaan QR Code terus kami pantau," jelasnya.

Evaluasi Jika Ada Peningkatan tak Wajar

Menurut Gayuh, kebutuhan BBM akan terus dievaluasi secara berkala.

Jika tren konsumsi meningkat secara wajar, Pertamina akan melakukan penyesuaian distribusi.

Namun apabila terjadi lonjakan yang tidak wajar, evaluasi lebih lanjut akan dilakukan untuk mengetahui penyebabnya.

"Ketika memang ada peningkatan kebutuhan, pasti akan kami sesuaikan. Tetapi jika peningkatannya tidak wajar, tentu akan kami evaluasi penyebabnya," tegasnya.

Meningkatnya antrean Pertalite di sejumlah SPBU, termasuk di PPU, menjadi indikasi adanya pergeseran pola konsumsi masyarakat pasca kenaikan harga BBM non-subsidi.

Meski demikian, Pertamina memastikan pasokan tetap tersedia dan distribusi akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. 

Baca juga: Harga Pertamax Naik, Stok Pertalite di Sejumlah SPBU di Jakarta Kosong, Deretan Keluhan Warga Kaltim

(Tribunkaltim.co/Nita Rahayu/Dwi Ardianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.