TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah memanasnya polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG), nama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon dari Fraksi Gerindra, Nana Kencanawati mendadak menjadi sorotan publik.
Politikus senior tersebut ramai diperbincangkan usai komentarnya di media sosial yang menyebut kata “gembrot” kepada seorang emak-emak pengkritik program MBG viral dan memicu gelombang kecaman dari masyarakat luas.
Polemik itu membuat publik tak hanya menyoroti pernyataannya, tetapi juga mulai mengulik perjalanan politik hingga laporan harta kekayaan yang dimilikinya sebagai pejabat publik.
Baca juga: BEM Unair & BEM SI Jatim Demo Hari Ini Bawa 16 Tuntutan, Minta Kinerja Prabowo-Gibran Dievaluasi
Kontroversi bermula saat beredar video aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Cirebon di depan Gedung DPRD Kota Cirebon pada Senin (15/6/2026).
Dalam video tersebut, seorang ibu rumah tangga bernama Mak Denok menyampaikan kritik keras terhadap program MBG.
Dalam orasinya, Mak Denok meminta pemerintah lebih memprioritaskan pendidikan murah, kesehatan murah, serta kebutuhan pokok masyarakat dibanding program MBG.
Video itu kemudian ramai beredar di media sosial dan menuai berbagai tanggapan dari warganet. Namun perhatian publik justru tertuju pada komentar akun media sosial milik Nana Kencanawati.
Pada kolom komentar unggahan video tersebut, Nana menulis kalimat yang dianggap merendahkan pendemo.
"Lagian siapa yang mau ngasih lo makan????"
Tak berhenti di situ, Nana juga menambahkan komentar lain yang dinilai sebagai bentuk penghinaan fisik.
"Udah G****T!!!"
Dalam waktu singkat, tangkapan layar komentar tersebut menyebar luas di berbagai platform media sosial. Ratusan komentar kecaman pun bermunculan.
Banyak warganet menilai seorang wakil rakyat semestinya mampu menunjukkan sikap santun dan bijak dalam merespons kritik masyarakat.
Nana Kencanawati diketahui merupakan politikus Partai Gerindra yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon periode 2024–2029.
Sebelum terjun ke dunia politik, Nana berprofesi sebagai guru. Ia pertama kali terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Cirebon pada Pemilu 2019, lalu kembali memenangkan kursi legislatif pada Pemilu 2024 hingga dipercaya menjadi pimpinan DPRD.
Nana mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Cirebon yang meliputi Kecamatan Lemahabang, Karangsembung, Karangwareng, Pasaleman, Pabuaran, Waled, dan Ciledug.
Di periode DPRD 2024–2029, Nana juga disebut sebagai salah satu anggota dewan paling senior dengan usia sekitar 65 tahun.
Baca juga: Wakil Ketua DPRD Cirebon Minta Maaf Usai Ketahuan Maki Emak-emak Gembrot, Nasibnya Terancam
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaan Nana Kencanawati tercatat mencapai Rp650 juta.
Rinciannya meliputi:
Dalam laporan tersebut, tidak tercantum kepemilikan tanah maupun bangunan atas nama Nana Kencanawati. Ia juga tercatat tidak memiliki utang.
Setelah gelombang kritik terus mengalir deras, Nana akhirnya menyampaikan permohonan maaf melalui akun media sosial pribadinya.
"Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada ibu yang bersangkutan, keluarga, serta seluruh masyarakat atas komentar yang saya tuliskan di media sosial."
Nana mengakui komentarnya tidak tepat dan tidak mencerminkan sikap yang seharusnya ditunjukkan seorang pejabat publik.
"Komentar tersebut tidak tepat, tidak mencerminkan sikap yang seharusnya saya tunjukkan dan telah menimbulkan ketidaknyamanan serta ketersinggungan bagi banyak pihak."
Ia juga menegaskan tidak memiliki niat untuk menghina siapa pun. Namun dirinya menyadari komentar tersebut tetap tidak pantas disampaikan di ruang publik.
"Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk lebih bijak, berhati-hati dan menghormati setiap warga dalam berkomunikasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial."
Usai polemik tersebut viral, akun media sosial pribadi Nana diketahui langsung diubah menjadi privat. Sementara komentar yang sempat memicu kontroversi juga telah dihapus.
***
(TribunTrends/Kompas)