TERPOPULER KALSEL- Bocah Tenggelam di Martapura dan SPBU Jalan Pramuka Diduga Layani Pelangsir
M.Risman Noor June 17, 2026 07:52 AM

Selain itu juga ada kabar dari Kotabaru kasus buruh bangunan di Desa Semaras, Kecamatan Pulaulaut Barat, Kabupaten Kotabaru jadi korban pengeroyokan, Minggu (14/6/2026) malam.

Satu lagi ramai di media sosial adanya video diduga SPBU kawasan Jalan Pramuka menjual Pertalite di malam hari.

Modusnya Pertalite yang merupakan BBM subsidi dijual ke pelangsir secara tertutup dengan modus lampu dimatikan.

1. Bocah Tenggelam di Martapura

Seorang anak dilaporkan tenggelam di irigasi, di Jalan Pendidikan, Kelurahan Sungai Paring, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar.

Anak tersebut diketahui bernama Ahmad Azril, berusia delapan tahun. 

Atas laporan itu, petugas penyelamat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar langsung ke lokasi melakukan penyelamatan.

Kasisarpras dan Humas DPKP Banjar, Rudy Muzakkir membenarkan adanya kejadian itu.

"Menindaklanjuti laporan tersebut, Regu Piket Peleton III segera berangkat menuju lokasi menggunakan Unit Kajama Rescue beserta peralatan. Setelah tiba di lokasi, petugas melakukan observasi lapangan dan melakukan penyisiran pencarian beserta relawan dengan metode teknis secara aman dan profesional," urainya.

Disampaikannya, korban ditemukan oleh tim kurang lebih berjarak 100 meter dari titik 0 pencarian sekitar pukul 17.19 Wita.

"Setelah jasad ditemukan lalu dilakukan prosedur pertolongan pertama RJP, korban dibawa oleh relawan menuju RS Ratu Zalecha menggunakan unit ambulans PMI. Setelah pihak IGD dan RS Raza melakukan pemeriksaan ternyata korban sudah meninggal dunia," urainya.

Setelah melakukan tindakan tersebut, sambung Rudy Muzakkir, petugas kemudian melakukan pendataan korban dan dokumentasi kegiatan kemudian Kembali ke markas Komando DPKP Banjar. 

Baca juga: Gas Melon di Banjarbaru Kalsel Tembus Rp 45 Ribu di Eceran, Stok di Pangkalan Langsung Habis

2. Buruh Bangunan Dikeroyok

Seorang buruh bangunan di Desa Semaras, Kecamatan Pulaulaut Barat, Kabupaten Kotabaru jadi korban pengeroyokan, Minggu (14/6/2026) malam.

Korban diletahui berinisial H, warga Jalan Patmaraga yang bekerja sebagai buruh bangunan untuk perbaikan sekolah di Desa Semaras.

Dari informasi yang beredar, korban mengalami luka serius. Luka akibat tebasan benda tajam menganga di punggung, kepala, dan tangan.

Kapolsek Pulaulaut Barat, AKP M Amir Hasan saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut yang berlangsung sekitar pukul 20.00 wita.

Hingga saat ini, pelaku pengeroyokan di Desa Semaras, Kecamatan Pulau Laut Barat, Kabupaten Kotabaru, masih belum terungkap.

Namun, polisi mulai mendapatkan informasi terkait motif kekerasan yang menimpa buruh bangunan berinisial H, setelah mengumpulkan keterangan dari korban.

Diungkapkan AKP M Amir Hasan, informasi yang digali masih belum lengkap. Mengingat korban yang dimintai keterangan belum begitu nyaman diajak berkomunikasi, setelah mendapatkan sejumlah luka di badan akibat diserang dengan parang.

Terkait motif kejadian, Amir mengatakan karena selisih paham antara korban dan pelaku akibat di bawah pengaruh minuman dan berujung dendam.

Sementara itu, berdasarkan pengakuan korban, H, ia diserang dua kali dengan waktu berbeda.

Pertama pada Sabtu (13/6/2026) malam. Saat H yang bekerja sebagai buruh bangunan ia mencari udang untuk umpan pancing. Ketika melintasi jembatan, ia dipanggil seseorang yang tidak ia kenal dan tengah duduk berdua. Laku diajak minum.

Saat selesai dan beranjak lebih dahulu pulang, ia kembali dipanggil salah satu kawan minum tersebut dan diserang dengan parang.

Malam itu H tetap memberikan perlawanan walaupun kalah, namun ia tetap bisa pulang ke pengerjaan sekolah untuk bekerja lembur.

"Malam berikutnya, kembali didatangi lima orang, ke tempat kerja, dan dua orang di antaranya menyerang dengan parang," ucap H.

Ia pun mengalami sejumlah luka, seperti di kepala, punggung dan lengan.

Baca juga: Kesalahan Pemilik Usaha Pijat Tradisional di Tanahbumbu Kalsel Hingga Dapat Teguran dari Satpol PP

3. Akses Masuk SPBU Ditutup Pertamina

SPBU di Jalan Pramuka Banjarmasin Timur Kalimantan Selatan tampak sunyi dari aktivitas distribusi BBM, terpantau Selasa (16/6/2026) pukul 11.00 Wita. 

Pagar besi menutup seluruh akses masuk dan keluar, dengan spanduk bertuliskan “SPBU Dalam Masa Pembinaan Pertamina Patra Niaga” terpasang di depan area.

Sejumlah pengendara, terutama driver ojol, sempat menepi seolah ingin mengisi BBM. Namun, mereka urung setelah melihat SPBU tertutup rapat.

Belum diketahui alasan penutupan ini. Namun diduga berkaitan dengan patroli Tim URC Polda Kalsel yang sebelumnya menemukan indikasi aktivitas pelangsiran BBM subsidi.  

“Pas malam minggu itu buhan Polisi menangkapi pelangsir ujar, saya tidak tahu juga dengar-dengarnya begitu. Ini ditutup sudah tiga harian sudah. Jadi sepi,” ujar salah seorang warga di lokasi.

Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai alasan penutupan SPBU tersebut.

Situasi di lokasi terpantau kondusif, sementara pengendara masih dapat mengisi BBM di SPBU di Jalan Veteran atau di Jalan Ahmad Yani. (Banjarmasinpost.co.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.