‘Dia Tidak Akan Melakukan Apa-apa’ – Saudara Cape Verde, Laros dan Deroy Duarte Merasakan Aura Bintang Spanyol Lamine Yamal Namun Tahu Ia Akan Gagal di Hasil Imbang Mengejutkan Piala Dunia
Dewi Rahayu June 17, 2026 07:58 AM

Saudara asal Cape Verde, Laros dan Deroy Duarte, membagikan pengalaman luar biasa mereka ketika berhadapan langsung dengan bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, dalam hasil imbang bersejarah di Piala Dunia. Meski sensasi muda Barcelona itu turun ke lapangan dengan reputasi besar, duo underdog tersebut mengaku tidak pernah merasa terancam oleh kehadirannya di lapangan.


Menaklukkan Aura Yamal


Kedua saudara yang lahir di Rotterdam ini menjadi pusat perhatian di Atlanta ketika tim debutan turnamen itu sukses mengamankan satu poin yang mengguncang dunia sepak bola. Sementara sebagian besar pemain bertahan merasa gentar melihat Yamal melakukan pemanasan, Deroy Duarte menjelaskan bahwa rekan-rekannya sudah siap untuk menetralkan pemain remaja tersebut sejak awal.


“Kamu mendengar semua penonton bersorak dan dari auranya kamu bisa merasakan bahwa pemain hebat akan masuk,” ujar Deroy kepada ESPN. “Namun pada sentuhan pertamanya terhadap bola, bek kiri dan sayap kiri kami langsung menekannya. Kami tahu, hari ini dia tidak akan melakukan apa-apa.”


Memang benar, bahkan kehadiran Lamine Yamal dari Barcelona dengan sisa waktu 20 menit tidak mampu memecah kebuntuan bagi raksasa Eropa tersebut. The Blue Sharks tetap mempertahankan struktur pertahanan disiplin yang membuat lini depan Spanyol terlihat tumpul sepanjang 90 menit pertandingan.


Kisah Keluarga di Panggung Dunia


Bagi Laros dan Deroy, hasil imbang 0-0 itu merupakan pencapaian emosional yang istimewa bagi keluarga mereka. Laros memulai pertandingan dan bermain selama satu jam sebelum digantikan oleh saudaranya, sebuah pergantian yang menimbulkan perasaan campur aduk namun berujung pada kebanggaan. “Itu sedikit gila, idealnya kami ingin bermain bersama di lapangan, tapi kami saling mendukung sepenuhnya. Dari saat saya keluar, saya menjadi penonton dan saat itulah ketegangan benar-benar terasa,” ujar Laros. “Di lapangan kamu tidak benar-benar menyadarinya. Ketika peluit akhir berbunyi, rasanya seperti pesta.”


Makna dari hasil tersebut tergambar jelas di wajah para penonton, termasuk orang tua mereka sendiri. “Kami melihat orang tua kami menangis,” ungkap kedua saudara itu tak lama setelah pertandingan. “Perasaan itu sulit dijelaskan, ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan.”


Adegan emosional itu juga dirasakan oleh kiper veteran Vozinha, yang tampak terharu setelah mencatatkan penampilan ke-90 bersama tim nasional dalam hasil imbang tersebut.


Menaklukkan Para Pemain Terbaik Dunia


Meski tampil percaya diri, kedua saudara Duarte tetap mengakui kualitas luar biasa yang dimiliki skuad Spanyol. Berhadapan dengan pemain seperti Rodri dan Pedri memberi mereka gambaran langsung tentang arti level tertinggi sepak bola. “Ketika seseorang memutar badan atau memberikan umpan indah, kamu berpikir: ini benar-benar kelas dunia,” mereka akui. Namun mentalitas underdog mereka semakin tajam setelah melihat negara kecil lain seperti Curacao kalah telak 7-1 dari Jerman malam sebelumnya.


“Kamu sadar: itu bisa saja terjadi pada kami. Tapi saat pertandingan dimulai, kami langsung fokus. Saya melihat jam, sudah bermain selama 20 menit dan semuanya berjalan baik. Dari saat itu saya tahu: ada sesuatu yang bisa kami perjuangkan di sini,” jelas Laros.


Berharap ke Babak Gugur


Dengan satu poin di tangan di Grup H, Cape Verde kini tidak lagi melihat diri mereka sekadar sebagai peserta. Hasil tersebut telah mengubah ekspektasi bagi negara Afrika tersebut saat mereka bersiap menghadapi pertandingan berikutnya. Kedua saudara Duarte percaya bahwa ini baru awal perjalanan mereka di Amerika Utara, meskipun banyak pihak yang meragukan mereka sebelum turnamen dimulai. “Kami bisa berjuang untuk lebih. Semua orang memberi kami peluang kecil, tapi kami selalu percaya bahwa kami bisa lolos,” ujar mereka menutup wawancara.


Setelah berhasil menahan salah satu favorit turnamen, The Blue Sharks kini berhak bermimpi lebih besar ketika mereka bersiap menghadapi Uruguay dan Arab Saudi demi mengamankan tempat di babak 16 besar.


Sejauh mana Spanyol akan melangkah di Piala Dunia?

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.