IHSG Kembali ke Level 6000 Ditopang Sentimen Damai AS-Iran serta Aksi Beli Lokal
Tribun-video June 17, 2026 09:11 AM

– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan merayap kembali ke level psikologis 6.000 pada penutupan perdagangan.

Berdasarkan data pasar modal, indeks acuan domestik resmi menutup perdagangan dengan kenaikan sebesar 121,63 poin atau menguat 2,07 persen dan parkir di level 6.007,66. Volume transaksi harian tercatat mencapai 33,72 miliar lembar saham dengan total nilai transaksi menyentuh Rp21,33 triliun, serta frekuensi perdagangan mencapai 2,34 juta kali transaksi.

Laju penguatan bursa domestik ini ditopang oleh pergerakan hampir seluruh indeks sektoral yang melaju di zona hijau. Sektor bahan baku mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 4,85 persen, disusul oleh sektor energi yang melonjak hingga 4,66 persen. Di sisi lain, hanya sektor kesehatan yang terpantau mengalami pelemahan tipis sebesar 0,58 persen.

Sejumlah saham cetak biru berkapitalisasi besar serta emiten konglomerasi kompak melesat dan menjadi motor penggerak utama indeks, di antaranya AMMN, BBCA, DSSA, BMRI, BRMS, dan BUMI. Kebangkitan saham perbankan besar dipicu oleh valuasi yang dinilai sudah sangat murah setelah koreksi hebat beberapa waktu lalu. Penurunan harga saham BBCA ke bawah level Rp5.000 dan BMRI ke bawah Rp4.000 sempat mendongkrak tingkat imbal hasil dividen menembus angka di atas 10 persen, sebuah momen yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah perbankan nasional selama lebih dari 13 tahun terakhir. Hal ini memicu aksi beli masif yang didominasi oleh investor lokal.

Dari sisi internal, pasar memberikan apresiasi tinggi terhadap bauran kebijakan stimulus pemerintah dan Bank Indonesia. Langkah agresif BI menaikkan suku bunga acuan secara mendadak hingga menyentuh level 5,25 persen terbukti ampuh memicu aliran modal masuk pada pasar saham maupun pasar surat utang. Selain itu, adanya pelonggaran aturan dari regulator yang mengizinkan emiten melakukan pembelian kembali saham tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) berhasil meredam kepanikan pasar.

Laju positif domestik juga mendapat angin segar dari luar negeri seiring dengan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran untuk menandatangani MOU perdamaian. Kabar ini sekaligus menyudahi ketegangan konflik bersenjata yang sempat berlangsung selama hampir 2 bulan terakhir. Dampaknya, harga minyak mentah dunia jenis Brent langsung melandai hingga menyentuh 89 dolar AS per barel, yang menjadi level terendah sepanjang konflik berlangsung. Penurunan harga energi global ini dinilai menguntungkan Indonesia karena mampu menekan laju inflasi serta menjaga ketahanan fiskal dari beban subsidi BBM.

Sejalan dengan penguatan bursa saham, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat tajam sebesar 0,61 persen ke posisi Rp17.865 per dolar AS. Pergerakan ini membuat mata uang garuda semakin menjauh dari level psikologis Rp18.000 per dolar AS dan mulai bergerak mendekati area Rp17.800.

Secara teknikal untuk perdagangan ke depan, IHSG diproyeksikan akan menguji area level support psikologis di kisaran 5.900. Jika level tersebut mampu dipertahankan dengan kuat, indeks berpeluang melanjutkan fase tren naik untuk menguji target resistansi berikutnya di level 6.208.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.