Arsenal tengah bersiap menghadapi bursa transfer musim panas yang kuat untuk memperkuat skuat mereka setelah keberhasilan menjuarai Liga Premier, kembali bersaing ketat dengan Manchester City.
Tim asuhan Mikel Arteta bertekad membangun dari musim terbaik mereka sejauh ini di bawah pelatih asal Spanyol tersebut, dengan rencana aktivitas transfer yang sibuk pada musim panas ini.
Arsenal berhasil menjadi juara Liga Premier untuk pertama kalinya di bawah Arteta setelah empat kali mencoba, dan bahkan mencapai final Liga Champions yang langka.
Sayangnya bagi pasukan Arteta, Paris Saint-Germain (PSG) keluar sebagai pemenang di Eropa. Namun, bursa transfer musim panas yang ambisius kini menanti The Gunners, yang tengah mempertimbangkan langkah untuk merekrut seorang bek sayap yang sebelumnya ‘salah digunakan’ oleh mantan pelatih Manchester United, Ruben Amorim.
Menurut laporan dari Sport Witness, Arsenal sedang mempertimbangkan untuk merekrut Ivan Fresneda, salah satu bek sayap muda paling diminati di Eropa.
Pemain asal Spanyol tersebut mulai dikenal setelah tampil menonjol bersama Real Valladolid di La Liga, sebelum bergabung dengan Sporting Lisbon pada tahun 2023.
Klausul pelepasan Fresneda saat ini bernilai €80 juta, dengan pihak klub Primeira Liga tersebut menganggapnya sebagai pemain yang tidak untuk dijual.
Meski demikian, pemain berusia 21 tahun itu, yang sudah lama menjadi target Arsenal dan belakangan juga diminati Newcastle, menarik perhatian banyak klub besar hingga mungkin membuat Sporting Lisbon mempertimbangkan kembali sikap mereka.
Fresneda mengalami kesulitan untuk tampil maksimal selama masa kepelatihan Ruben Amorim, hanya tampil sepuluh kali pada musim debutnya tahun 2023.
Kedatangan Rui Borges menggagalkan kepindahan cepat ke Como, klub yang melihat potensi besar dalam diri pemain muda itu—sesuatu yang sebelumnya tidak disadari oleh mantan pelatih Manchester United tersebut. Borges melakukan perubahan taktik dan membantu Fresneda mengembangkan mentalitasnya.
Pada musim ini, Fresneda menjadi salah satu pemain menonjol bagi Sporting Lisbon di ajang Liga Champions, terutama saat menghadapi PSG yang akhirnya keluar sebagai juara.
Pemain berusia 21 tahun itu mencatat jarak tempuh 11 km dan membuat sembilan kontribusi defensif dalam kemenangan 2-1 atas juara dua kali tersebut.
Meskipun mungkin terdengar berlebihan untuk menyebut bahwa Arteta terpengaruh oleh performa tersebut saat meninjau musim 2025/26, hal itu tetap merupakan kemungkinan yang tidak bisa diabaikan.
PSG tampaknya akan terus menjadi kekuatan dominan di Eropa untuk beberapa tahun ke depan, dan jika Arteta ingin mematahkan kutukan Arsenal di Liga Champions, maka langkah untuk mendatangkan pemain yang tahu cara mengalahkan juara Prancis itu—dan juga sedang diincar oleh rival domestik utama Arsenal—tampak terlalu masuk akal untuk dilewatkan.