TRIBUNSTYLE.COM - Perseteruan antara Sarwendah dan mantan suaminya, Ruben Onsu masih terus menjadi perhatian publik.
Di tengah polemik yang berkembang, mantan manajer Sarwendah, Nanda Persada, turut memberikan tanggapannya.
Belakangan, Sarwendah menjadi sasaran hujatan setelah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media sosial.
Permintaan maaf tersebut muncul usai beredarnya potongan video saat dirinya melakukan siaran langsung di TikTok yang dinilai menyindir Ruben Onsu dengan kata-kata yang dianggap tidak pantas.
Namun, di tengah konflik yang masih berlangsung, Sarwendah tidak menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Ruben.
Sikap tersebut menuai beragam reaksi dari publik, termasuk kekecewaan dari sebagian pihak.
Baca juga: Berapa Biaya Les Balet Anak Sarwendah? Pengacara Ruben Onsu Pertanyakan Dugaan Selisih Harga
Nanda Persada, yang pernah mendampingi perjalanan karier Sarwendah, mengaku menyayangkan apa yang terjadi.
Menurutnya, respons negatif yang kini diterima Sarwendah merupakan konsekuensi dari tindakannya sendiri.
"Ya itu konsekuensi ya, apa yang diperbuat itulah yang akan diterima," ujar Nanda, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Selasa (16/6/2026).
Pendiri sekaligus Ketua Umum pertama Ikatan Manajer Artis Indonesia (Imarindo) itu kemudian menyoroti pentingnya sikap dan perilaku seorang publik figur.
Nanda mengaku selama ini kerap mengingatkan para artis mengenai pentingnya menjaga attitude saat berada di hadapan publik.
"Makanya aku kan mengingatkan soal pentingnya attitude dari seorang artis publik figur ya."
"Inilah dampaknya etika banyak hal-hal yang dicontohkan, diperbuat oleh artis atau publik figur itu tidak sesuai dengan etika, kepantasan, susila itu pasti ada dampaknya. Itu konsekuensi ya sebagai artis," ungkap Nanda.
Dari dampak tersebut, lanjut Nanda, nantinya akan berimbas ke pekerjaan, bisnis, hingga nama baik.
"Jadi memang akhirnya kan dampaknya jadi ke mana-mana, seperti ke pengaruh ke pekerjaannya, ke bisnisnya, image-nya, nama baik dan lain-lain," kata Nanda.
Masalah ini bermula dari Ruben yang melayangkan protesnya lantaran dipersulit bertemu anak.
Buntutnya Ruben berhenti memberikan nafkah bulanan Rp225 juta sebagai bentuk protesnya.
Namun masalah semakin melebar usai Sarwendah menilai Ruben lepas dari tanggung jawabnya dan mengungkit masalah nafkah.
Tak berhenti di situ, Ruben juga berencana merebut hak asuh anak karena menduga kedua putrinya saat ini dalam kondisi tak aman.
Ruben menduga anak-anaknya telah terkena pengaruh buruk dari lingkungan Sarwendah.
Kini sudah tak ada pertimbangan lagi, Ruben siap mengajukan gugatan hak asuh anak.
Hal ini diungkap oleh kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang.
"Sekarang sudah tidak perlu pertimbangan, Ruben sudah sudah meminta kita untuk mulai mempersiapkan mengajukan gugatan itu," ungkap Minola, Senin (15/6/2026).
Minola menyebut pihaknya saat ini tengah mempersiapkan berkas-berkas untuk pengajuan gugatan.
Menurutnya pengajuan gugatan ini memang perlu persiapan yang matang.
"Dia juga sudah minta untuk jalan, ya ini proses untuk mengarah ke sana, kita kan juga perlu persiapan," kata Minola.
Minola kembali menyinggung kesepakatan setelah cerai soal Ruben diperbolehkan bertemu anaknya tiga hari dalam seminggu.
Ia lantas mempertanyakan alasan Sarwendah yang justru mempersulit Ruben bertemu anak.
"Apa sih yang menjadi kendala yang jadi alasan anak-anak tidak boleh dipertemukan sama ayahnya," ucapnya.
(Tribunnews.com/Ifan)

