Jawaban Budiman Sudjatmiko Usai Dituding Pengkhianat Reformasi: Hidup Saya Tak Berubah Secara Materi
Musahadah June 17, 2026 10:50 AM

 

SURYA.CO.ID - Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menjawab tudingan pengkhianat reformasi yang dialamakan sejumlah mahasiswa saat diskusi publik bertajuk “Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia” yang digelar dalam acara Kopdar x NYL Bareng Mas Dar di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin (15/6/2026) malam.

Namun, jawaban Budiman Sudjatmiko itu tidak diucapkan di depan mahasiswa yang menuduh tapi di acara Kompas Petang, Kompas TV pada Selasa (16/6/2026). 

Saat itu, host Kompas TV menyebut salah satu faktor yang  mengakibatkan kericuhan acara di UGM itu karena ada pertanyaan yang dinilai tidak terjawab soal rasa penyesalan dan ucapan yang tajam mencap Budiman sebagai pengkhianat reformasi.

"Mahasiswa mengaku kecewa sebagai Anda mantan aktivis 98. Respons Anda seperti apa?," tanya host Kompas TV. 

Budiman pun membantah cap tersebut. 

Baca juga: 4 Pernyataan Budiman Sudjatmiko Usai Diusir dari Diskusi di UGM, Agak Tak Percaya Mereka Mahasiswa

Dikatakan dia tidak bergabung pada sebuah pemerintahan diktatorial. 

"Saya bergabung pada sebuah pemerintahan yang sampai Februari tahun 2024 enggak jelas menang atau enggak. Pak Prabowo ini. Artinya saya bergabung pada sebuah pemerintahan yang bukan hasil dari sebuah bentuk kudeta atau apa, tapi hasil pemilu," kata Budiman. 

Menurutnya, pemilu dan demokrasi itu hasil reformasi. Dan kebetulan dalam pemilu itu Prabowo lah pemenangnkan.

"Pertanyaannya di mana pengkhianatannya? Karena saya masuk sebuah pemeritahan hasil demokrasi adalah pemilu. Pemilu adalah hasil demokrasi," katanya.

Menurut Budiman, sebenarnya pertanyaan-pertanyaan mahasiswa itu bisa dibahas dalam diskusi, dialog atau debat dengan audiens.

Namun, hal itu tidak sempat terjadi, dan mahasiswa langsung naik ke atas panggung membuat suasana tidak bisa terkendali. 

"Kalau dicap sebagai pengkhianat reformasi ukurannya apa? Justru itu hanya mungkin terjadi kalau terjadi diskusi, dialog, debat dengan audiens yang itu enggak sempat terjadi. 

Budiman lalu mengurai pertanyaan yang kecewa padanya karena dia meninggalkan orang miskin. 

"Pak Budiman. Saya dulu mengidolakan Anda. Sekarang saya kecewa karena Anda meninggalkan kami, meninggalkan orang miskin katanya. Oke. Penakpo jadi menterinya Prabowo gitu," kata Budiman menirukan pertanyaan audiens.

Budiman lagi-lagi membantah hal itu.   

"Saya bilang, "Biasa saja saya jadi menteri Prabowo. Hidup saya tidak banyak berubah secara material dan saya masih setia untuk mengatasi soal-soal kemiskinan baik ketika saya jadi aktivis, jadi DPR, baik sekarang eksekutif," katanya. 

Menurut Budiman hal itu bisa dieksplorasi dan dielaborasi andai proses tanya jawabnya berlangsung dengan baik. 

Namun, karena situasinya keos, hal itu tidak tuntas diahas. 

Kronologi Kericuhan saat Diskusi

Seperti diketahui, diskusi yang dihadiri Budiman Sudjatmiko bersama dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono berakhir ricuh. 

Situasi mulai memanas ketika Budiman menyampaikan pandangannya pada diskusi tersebut. 

Situasi di dalam gedung akhirnya memanas dan tidak terkendali.

Setelah itu, Budiman meninggalkan lokasi. Sementara mobil yang ditumpangi Nusron dan Daryono diadang mahasiswa saat ingin meninggalkan lokasi. 

Baca juga: Rekam Jejak Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid yang Digeruduk Mahasiswa di Diskusi UGM

Keduanya kembali turun dari mobil dan berdialog sambil lesehan dengan para mahasiswa. 

Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, terdengar beberapa mahasiswa meneriakkan kritik keras kepada Budiman Sudjatmiko. 

Bahkan, sebagian di antaranya menyebut mantan aktivis reformasi itu sebagai “pengkhianat reformasi”.

Siapakah Budiman Sudjatmiko

Budiman Sudjatmiko, Mantan Anggota DPR RI Periode 2009-2014, 2014-2019
Budiman Sudjatmiko, Mantan Anggota DPR RI Periode 2009-2014, 2014-2019 (Tribunnews.com)

Budiman Sudjatmiko lahir di Majenang, Cilacap, Jawa Tengah pada 10 Maret 1970.

Budiman Sudjatmiko memiliki akun Instagram dengan nama @masbud_sudjatmiko yang memiliki pengikut 10,3 ribu pengguna.

Budiman adalah anak pertama dari empat bersaudara pasangan Wartono Sudjatmiko dan Sri Sulastri Sudjatmiko.

Masa kecilnya ia habiskan di Bogor, menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Pengadilan 2 Bogor.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan menengah pertama di SMP Negeri 1 Cilacap dan lulus tahun 1986.

Kemudian pendidikan menengah atas di SMA Negeri 5 Bogor dan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dan lulus tahun 1989.

Pendidikan tinggi sebenarnya ia tempuh di Universitas Gajah Mada, namun kemudian aktivisme membuatnya drop out.

Saat mahasiswa, Budiman Sudjatmiko Budiman merupakan salah satu aktivis reformasi yang saat itu lantang menentang kepemimpinan Presiden ke-2 RI Soeharto.

Ia juga merupakan pendiri Partai Rakyat Demokratik (PRD), partai yang lahir dari organisasi politik bernama Persatuan Rakyat Demokratik (PRD) kisaran tahun 1994.

Organisasi tersebut mewadahi mahasiswa, buruh, aktivis, dan petani di beberapa daerah di Indonesia yang memiliki cita-cita tentang sosialisme.

Pada 27 Juli 1996, terjadi kerusuhan di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Menteng, Jakarta Pusat, yang meluas hingga ke daerah sekitar.

Huru-hara yang kini dikenal sebagai peristiwa Kudatuli itu menewaskan sedikitnya 5 orang dan ratusan luka-luka.

Buntut peristiwa itu, sejumlah aktivis PRD ditangkap, tak terkecuali Budiman.

Pada tahun 1997, dia diadili dan divonis 13 tahun penjara karena dituding menjadi auktor intelektualis peristiwa Kudatuli.

Namun demikian, Budiman justru merasa “terselamatkan” karena masuk penjara.

Sebab, sejumlah rekannya di PRD menjadi korban penculikan rezim kala itu.

Meski begitu, Budiman hanya menjalani hukuman selama kurang lebih 3,5 tahun.

Sebab, pada Desember 1999, Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur memberinya amnesti.

Budiman baru melanjutkan pendidikan tingginya setelah keluar dari penjara.

Ia menempuh studi Ilmu Politik di Universitas London dan Master Hubungan Internasional di Universitas Cambridge, Inggris.

Budiman memulai karir politik praktisnya di PDIP hingga akhirnya dia menjadi anggota DPR RI. 

Namun, pada pilpres 2024 Budiman justru mendukung Prabowo hingga akhirnya dia dipecat dari PDIP.

Prabowo kemudian mengangkat Budiman sebagai Kepala Badan Perencanaan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin). (kompas TV/tribunnews/kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.