TRIBUNTRENDS.COM - Suasana tegang menyelimuti Warung Jukut Goreng Samali yang merupakan usaha milik mendiang Epy Kusnandar pada Senin (15/6/2026).
Peristiwa tersebut terjadi di warung yang berada di kawasan Jalan Haji Samali, Pancoran, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Insiden itu membuat situasi di lokasi mendadak mencekam dan menjadi perhatian banyak pihak.
Karina Ranau, istri almarhum Epy Kusnandar, diduga menjadi korban tindakan kekerasan oleh seorang pria yang tidak dikenal.
Kejadian tersebut berlangsung di area warung makan yang selama ini dikelolanya.
Menurut keterangan yang beredar, pria tersebut diduga melakukan tindakan fisik terhadap Karina.
Baca juga: Karina Ranau Bantah Cari Cuan dari Konten Makam Epy Kusnandar, Ungkap Alasan Sering Unggah di Makam
Dalam situasi yang penuh emosi, Karina tampak kehilangan keseimbangan.
Ia kemudian terjatuh setelah didorong oleh pria yang disebut tidak dikenal itu.
Peristiwa tersebut membuat Karina mengalami syok dan merasakan sakit pada beberapa bagian tubuhnya.
Kondisinya bahkan sempat membuat dirinya merasa pusing setelah kejadian berlangsung.
"Saya juga syok sampai keliyengan. Enggak tahu yang kebentur apa. Kaki kemarin tuh kebentur, luka sepertinya," ujarnya.
Pengakuan itu menggambarkan dampak yang dirasakannya usai insiden terjadi.
Luka pada bagian kaki diduga muncul akibat benturan saat dirinya terjatuh.
Peristiwa tersebut pun menimbulkan tanda tanya mengenai kronologi lengkap yang sebenarnya terjadi di lokasi.
Lalu bagaimana awal mula kejadian hingga Karina Ranau diduga menjadi korban kekerasan? Berikut rangkuman Tribunnews.com.
Karina Ranau menceritakan secara rinci insiden yang membuatnya cedera.
Gerakan tubuh Karina saat menceritakan ketegangan di warungnya seperti memperagakan posisi tubuhnya saat kejadian.
Sesekali ia menggerakkan tangan untuk menggambarkan aktivitasnya di warung dan bagaimana situasi berubah dalam hitungan detik.
"Jadi kemarin itu hari Senin. Seperti biasa saya sedang beraktivitas di warung. Dari pagi saya sudah ada," kata Karina Ranau di kawasan Pancoran Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2026).
"Pokoknya setiap hari otak saya berpikir untuk warung ini," ujar Karina dengan nada serius.
Menurut Karina, pria tersebut datang menjelang jam operasional warung.
Saat itu terpal bagian depan masih tertutup dan para karyawan masih melakukan persiapan.
Menirukan cara bicara pria tersebut, Karina mengaku sudah merasa tidak nyaman sejak awal.
"Dia datang langsung buka ini," katanya sambil menunjuk ke arah bagian depan warung.
"Langsung bilang, 'Pesen dong! Ini nila berapa?' gitu," sambung Karina.
Karina mengaku sudah meminta pria itu menunggu karena warung belum buka.
Namun menurut pengakuannya, pria itu menunjukkan sikap tak ramah.
"Saya bilang 'Bapak sebentar ya Pak, kita bukanya sebentar lagi.' Tapi dia maunya sekarang juga. Dari awal sudah tidak enaklah," ujarnya.
Situasi semakin memanas ketika persoalan parkir muncul.
Karina menjelaskan area parkir warungnya terbatas sehingga ia berusaha menjaga agar kendaraan pelanggan tidak mengganggu usaha lain di sekitar lokasi.
Sambil menunjuk ke sisi warung, Karina menjelaskan motor pria tersebut sejak awal diparkir di lokasi yang menurutnya kurang tepat.
Saat warung mulai dibuka, Karina yang sedang menyapu mencoba meminta pria itu memindahkan kendaraannya.
Karina bercerita dengan fasihnya, sambil memperagakan gerakan menyapu yang dilakukannya saat itu.
"Saya lagi nyapu. Saya bilang, 'Pak, motornya bisa dipindahin dulu di sana ya Pak? Soalnya enggak enak' gitu," katanya.
Awalnya pria itu menjawab akan memindahkan motornya.
Namun ketika Karina kembali meminta agar dilakukan saat itu juga, respons yang diterimanya justru berupa bentakan.
Dalam keadaan emosi, setelah itu, pria tersebut menghampirinya. Karina menggerakkan kedua tangannya untuk memperagakan bagaimana dirinya melepaskan sapu dan pengki yang sedang dipegang karena terkejut.
"Pada saat dia kencang, saya kan megang ini (sapu). Saya digituin (bentak) gimana sih, saya lepas ini, pengki sama sapunya saya lepas," tuturnya.
Baca juga: Belum 3 Bulan Epy Kusnandar Wafat, Karina Ranau Murka Dicolek Driver Ojol, Lanjut Dituduh Sombong
Momen berikutnya masih membekas kuat dalam ingatannya. Karina mengaku sempat berpikir dirinya akan dipukul oleh pria tersebut.
Ia bahkan menyebut sudah pasrah menghadapi kemungkinan terburuk ketika melihat pria tersebut menghampiri dirinya dalam keadaan emosi.
"Saya sudah, 'Wah ini saya dipukul nih dalam hati. Bonyok nih muka saya' gitu lah," ujarnya.
Namun yang terjadi bukan pukulan.
Sambil menunjuk bagian bahunya, Karina menggambarkan arah dorongan yang diterimanya.
"Ternyata dia enggak mukul, dia mendorong. Dan mendorongnya kencang banget," katanya.
Karina mengatakan tubuhnya terdorong hingga terjatuh cukup jauh dari posisi awalnya berdiri.
"Emosi yang dia bawa dari sana ke sini, saya didorong nih posisinya di sini, kencang banget sampai jatuh ke sana," tuturnya.
Wajahnya berubah serius ketika mengingat dampak yang dirasakan setelah terjatuh. Ia kemudian menunjuk bagian kakinya yang sempat mengalami luka.
Kasus tersebut kemudian viral dan menjadi perhatian publik setelah video yang merekam keributan itu beredar luas di media sosial.
Wajah pria misterius pun sempat terekam kamera saat Karina mengambil video momen terduga pelaku akan meninggalkan warungnya usai mendorongnya
Karina pun memilih menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan atas kejadian yang dialaminya.
"Saya rasa saya berhak memposting itu. Saya butuh keadilan juga, saya digituin gitu," kata Karina.
Kejadian tersebut dibagikan oleh Karina di sosial media. Ia mengunggah video cctv toko di sebarang warungnya dan video yang diambil sendiri dengan memperlihatkan wajah pria tersebut.
Atas adanya kejadian tersebut, Karina sudah melaporkan ke Polsek Pancoran terkait dugaan penganiayaan.
Di unggahan terbarunya, Karina menyampaikan terima kasihnya karena kasusnya sudah ditangani pihak berwajib.
Ia pun berharap segera mendapatkan keadilan dan pelaku mendapatkan efek jera.
"Terimakasih Pak sudah bergerak cepat. Seadil adilnya ya Pak, agar berkurang manusia manusia yang seperti itu," tulis Karina.
(TribunTrends/Tribunnews/Bayu)