Uruguay sudah dihadapkan pada berbagai masalah di Piala Dunia 2026, dan bukan hanya di atas lapangan.
Laga pembuka Uruguay di Piala Dunia 2026 tidak berjalan sesuai rencana, meskipun mereka dipimpin oleh salah satu sosok dengan pemikiran sepak bola paling cemerlang di era modern.
Marcelo Bielsa memimpin pasukan Uruguay menghadapi Arab Saudi pada malam sebelumnya, namun mereka tertahan dengan hasil imbang 1-1.
Selain sejumlah masalah yang tampak di lapangan selama turnamen musim panas ini, tim nasional Uruguay juga mengalami kesulitan di luar lapangan – namun apa sebenarnya yang membuat mereka mengalami mimpi buruk dalam perjalanan?
Bielsa dan anak asuhnya tampil dominan saat menghadapi Arab Saudi, mencatatkan nilai xG hampir tiga kali lipat dibanding lawannya.
Namun di luar lapangan, sesuatu yang sangat menjengkelkan, bahkan mungkin memengaruhi hasil pertandingan, terjadi selama perjalanan Uruguay.
Tim nasional tersebut sempat terdampar di Meksiko hanya 24 jam sebelum pertandingan pembuka Piala Dunia mereka, setelah pesawat yang seharusnya membawa mereka gagal berangkat.
Awalnya, penerbangan pertama mereka dibatalkan, kemudian penerbangan kedua mengalami penundaan yang memperburuk situasi, membuat mereka tertinggal sekitar dua jam dari jadwal hanya sehari sebelum laga dimulai.
Alasan di balik insiden ini disebut-sebut karena adanya dokumen yang hilang atau salah, yang akhirnya memicu saling menyalahkan di antara semua pihak yang terlibat.
Sementara Federasi Sepak Bola Uruguay (AUF) menyalahkan FIFA secara langsung, pihak FIFA justru menuding adanya kesalahan izin penerbangan di Meksiko sebagai penyebab gangguan tersebut.
Dan gangguan itu memang nyata – meski Bielsa menolak mengakui bahwa hal tersebut berdampak pada timnya – dengan kapten tim nasional, Jose Maria Gimenez, menggambarkan pengalaman itu sebagai sesuatu yang “sulit” dan penuh dengan “komplikasi.”
Situasi ini tampaknya mulai menjadi tren yang berkembang di Piala Dunia 2026, dengan masalah perjalanan dan visa yang terus berulang.
Pada malam sebelumnya, penyerang Iran, Mehdi Taremi, menyebut situasi perjalanan tim nasionalnya sebagai sebuah “bencana” dan menjelaskan bahwa timnya terus merasa lelah akibat kondisi tersebut.
Pada awal bulan ini, wasit asal Somalia, Omar Artan, bahkan ditolak masuk ke Amerika Serikat, membuat FIFA tetap membayarnya gaji Piala Dunia meskipun ia tidak dapat bekerja di ajang tersebut.
Selama tim dan individu terus menghadapi kendala seperti ini di luar lapangan, kualitas permainan di atas lapangan pun berpotensi menurun.
Untuk saat ini, Uruguay akan beristirahat menjelang laga berikutnya di Grup H melawan Tanjung Verde, sambil berharap tidak ada lagi kesulitan eksternal yang menghadang mereka.