Situasi 4 Tahunan Graham Arnold, Irak di Piala Dunia 2026 Sama Seperti Australia di Qatar
Drajat Sugiri June 17, 2026 09:57 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Irak, Graham Arnold, sama sekali tak panik dengan kekalahan yang dialami tim asuhannya secara telak di laga perdana mereka di Piala Dunia 2026, Rabu (17/6/2026).

Irak kalah dengan skor telak 1-4 dari Norwegia yang menjadi lawan kali ini.

Di atas kertas, Irak menjadi salah satu tim yang paling tak dijagokan lolos dari Grup I ini.

Pasalnya komposisi grup ini sangat ketat dan diisi banyak negara top, seperti Prancis, Norwegia, dan Senegal.

Meski demikian, peluang Irak untuk lolos ke fase berikutnya tetap terbuka.

"Irak punya potensi untuk lolos dengan mengamankan peringkat ketiga atau bahkan kedua asalkan bisa mencuri poin dari Norwegia dan Senegal," kata Gigih, seorang football enthusiast, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Baca juga: Satu Laga Dua Rekor Pecah, Tiga Gol Lagi Mbappe Jadi Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia

Syarat mengambil poin dari Norwegia tak akan bisa dipenuhi oleh Irak.

Alih-alih mencuri poin, mereka malah kalah telak dari negara asal Skandinavia tersebut.

Namun, tim berjuluk Singa Mesopotamia ini tak perlu panik.

Mereka memiliki Graham Arnold yang berpengalaman keluar dari situasi seperti ini.

Arnold merupakan pelatih Timnas Australia saat berjuang di Piala Dunia 2022 di Qatar.

Saat itu, Australia juga menelan kekalahan telak 1-4 di laga perdana melawan Prancis.

Kekalahan itu ternyata bukan akhir dari kisah Australia di Piala Dunia saat itu.

Mereka langsung bisa mendapatkan kemenangan di dua pertandingan selanjutnya, yaitu saat berhadapan dengan Tunisia dan Denmark.

Dua kemenangan beruntun itu membawa Australia lolos ke 16 besar turnamen dengan status sebagai runner up grup.

Langkah mereka baru terhenti setelah kalah dari Argentina di babak 16 besar.

Untuk itulah Arnold sama sekali tak panik dengan situasi yang ia hadapi di Irak saat ini.

"Hal yang harus menjadi fokus bagi kami adalah tiga poin barangkali sudah cukup untuk lolos ke fase selanjutnya," kata Arnold selepas laga dikutip dari Football360.

"Kami masih memiliki dua pertandingan lagi."

"Saya pikir kami bermain sangat baik di babak pertama, tetapi beberapa kesalahan benar-benar memberikan kami petaka."

"Namun ini adalah kejadian yang luar biasa bagi Irak. Sangat banyak penggemar di sini dan atmosfernya luar biasa. Ini benar-benar malam yang indah," paparnya.

Anggapan Arnold itu tak sepenuhnya salah.

Dengan format baru yang ada saat ini, akan ada 8 tim peringkat ketiga yang berhak lolos ke babak 32 besar.

Namun pelatih asal Australia ini juga harus memikirkan faktor lain, yaitu selisih gol.

Selisih gol juga akan menjadi faktor penting selain poin yang nantinya akan saling berhimpitan.

Dalam hal ini, Irak tak diuntungkan lantaran sudah kebobolan 4 gol hanya dari satu pertandingan saja.

Sedangkan untuk dua laga selanjutnya, mereka harus berhadapan dengan negara yang punya kekuatan sepak bola lebih baik dari mereka.

Prancis dan Senegal seperti antre untuk mengambil poin dari Irak di pertandingan selanjutnya.

(Tribunnews.com/Guruh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.