Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti
TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Peringatan 1 Suro atau Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Kota Madiun, Jawa Timur berlangsung aman, tertib, dan kondusif, Selasa (16/6/2026).
Tradisi peringatan 1 Suro di Jawa Timur adalah salah satu ritual budaya dan spiritual yang sangat khas, terutama di daerah Ponorogo, Madiun, dan sekitarnya.
Malam 1 Suro bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Islam, namun di Jawa tradisi ini juga sarat dengan nilai kejawen, tirakat, dan simbol pembaruan hidup.
Suasana kota terlihat lebih lengang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, termasuk minimnya pergerakan massa yang keluar masuk wilayah Kota Pendekar.
Berdasarkan pantauan Tribun Jatim Network, aktivitas di sejumlah titik yang biasanya dipadati masyarakat juga terpantau relatif sepi.
Bahkan, kawasan Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), yang selama ini menjadi salah satu pusat berkumpulnya massa dari luar daerah saat malam 1 Suro, tampak tidak seramai biasanya.
Meski situasi berlangsung kondusif, aparat gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait tetap menerapkan pengamanan secara maksimal. Pos-pos penjagaan didirikan di perbatasan kota maupun sejumlah persimpangan jalan strategis untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan.
Langkah pengamanan tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah bersama aparat keamanan dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan bulan Suro dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
Baca juga: Gebrakan Go to School, PBPI Kota Madiun Siap Hapus Stigma Padel Sebagai Olahraga Mahal
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun, memastikan peringatan 1 Suro tahun ini berlangsung sangat kondusif.
Ia bahkan beberapa kali memantau kondisi kota dan melakukan patroli bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta tokoh agama hingga dini hari guna memastikan keamanan tetap terjaga.
"Alhamdulillah Madiun ini sangat-sangat kondusif tahun ini. Jauh lebih lengang daripada yang tahun-tahun sebelumnya," kata Bagus, Selasa (16/6/2026).
Meski demikian, Bagus mengingatkan masih terdapat sejumlah agenda lain selama bulan Suro yang juga memerlukan perhatian bersama agar situasi tetap aman.
Menurutnya, Pemerintah Kota Madiun bersama seluruh elemen masyarakat akan terus mengawal jalannya setiap kegiatan yang berkaitan dengan tradisi bulan Suro.
"Perguruan-perguruan pencak silat ini pun juga sudah komitmen melalui Aman Suro 2026. Dan alhamdulillah, insyaallah nanti selesai semuanya aman," tegas Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Timur ini.
Bagus menjelaskan, situasi yang lebih kondusif pada peringatan 1 Suro tahun ini tidak terlepas dari evaluasi yang dilakukan secara rutin setiap tahun.
Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar bagi Pemerintah Kota Madiun bersama para pemangku kepentingan untuk menentukan langkah-langkah strategis dalam pengamanan.
"Ya semua pasti evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya ya, mana-mana saja yang harus dikunci," pungkasnya.