Demo Kritik Pemerintahan Prabowo-Gibran akan Digelar di Surabaya, Salatiga, dan Yogyakarta
Whiesa Daniswara June 17, 2026 10:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Demo yang dilakukan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) pada Jumat (12/6/2026) lalu memantik aksi demo mahasiswa di sejumlah daerah.

Demo tersebut dipicu karena kenaikan harga BBM non subsidi jenis Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) menjadi Rp17.000.

Mahasiswa UI mengusung tema 'Aksi Menuju Indonesia Bangkrut' dan rencananya menggelar demo di Bundaran HI, Jakarta Pusat. 

Namun, peserta aksi dihadang dan diblokade oleh aparat TNI-Polri di kawasan Jalan M.H. Thamrin sehingga kebebasan ruang demokrasi dipertanyakan.

Pada Rabu (17/6/2026), sejumlah mahasiswa akan menggelar demo di Surabaya, Jawa Timur; Salatiga, Jawa Tengah; hingga Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Meski tuntutan mereka berbeda-beda, namun tujuan mereka sama yakni mengkritisi pemerintahan Prabowo-Gibran.

Di Salatiga, demo akan digelar pukul 09.00 WIB dengan titik kumpul Graha Korpri.

Aksi ini akan diikuti oleh Gerakan Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), forum diskusi simpul Salatiga, serikat mahasiswa Anti-Authoritarian, serta Aksi Kamisan Salatiga.

Baca juga: Demo Besar Elemen Mahasiswa di Jakarta Dinilai Bagian dari Demokrasi yang Sehat

Sementara di Yogyakarta, aksi digelar oleh BEM Nusantara DIY pukul 13.00 WIB.

Mereka menjadikan titik 0 KM Yogyakarta sebagai lokasi bertemu peserta aksi.

Tema aksi yakni 'Seruan Aksi Dandan Negoro' dengan moyoroti sejumlah isu seperti kenaikan harga kebutuhan pokok, rupiah melemah hingga ruang demokrasi yang dipersempit.

Aksi juga digelar di Surabaya, Jawa Timur dengan dipelopori BEM Unair serta BEM Seluruh Indonesia (SI) wilayah Jawa Timur.

Dijadwalkan demonstrasi digelar di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya mulai pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Para peserta aksi telah berkonsolidasi membuat 16 tuntutan yang akan disuarakan.

Presiden BEM Unair, M Rizqi Senja Virawan, menerangkan ada beberapa poin yang menjadi prioritas utama dalam agenda demonstrasi.

DEMO MAHASISWA - Massa aksi dari Aliansi Amarah Brawijaya menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Kota Malang, Jawa Timur, Senin, (15/6/2026). Massa aksi menuntut perbaikan tata kelola perekonomian nasional diantaranya mendorong pemerintah untuk menurunkan harga BBM dan kebutuhan pokok lainnya serta menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). SURYA/PURWANTO
DEMO MAHASISWA - Massa aksi dari Aliansi Amarah Brawijaya menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Kota Malang, Jawa Timur, Senin, (15/6/2026). Massa aksi menuntut perbaikan tata kelola perekonomian nasional diantaranya mendorong pemerintah untuk menurunkan harga BBM dan kebutuhan pokok lainnya serta menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). SURYA/PURWANTO (Surya/Purwanto)

Baca juga: Banyak Mahasiswa Demo, Ketum Militan Gibran Nusantara Andi Azwan: Fokus kepada Kuliah!

“Untuk tuntutan kami itu sebetulnya ada 16. Cuma kalau untuk tuntutan utamanya itu adalah hentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sama Koperasi Desa Merah Putih. Lalu, ada cabut Undang-undang Polri dan Undang-undang TNI. Itu yang menjadi tuntutan paling utama,” ucapnya, Selasa (16/6/2026).

Tuntutan lain yakni percepatan pembahasan dan pengesahan RUU Perampasan Aset serta RUU Masyarakat Adat.

Militerisme di pemerintahan Prabowo ikut disorot dan meminta prajurit TNI dikembalikan pada fungsi pertahanan negara.

“Menuntut permintaan maaf kepada rakyat serta evaluasi total terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran,” tegasnya.

Baca juga: Atribut Demo Mahasiswa di Jakarta: Pakai Topeng Bahlil, Poster Wajah Prabowo Dicoret Pilox Merah

Ia memerkirakan jumlah peserta aksi dari mahasiswa Unair sekitar 400-500 orang.

“Insya Allah nanti ada 400 sampai 500 yang akan datang dari teman-teman Unair. Cuma nanti barangkali ada kampus lain yang akan bergabung juga, kami sangat terbuka,” jelasnya.

Koordinator Wilayah BEM SI Jawa Timur, Muhammad Aqomaddin, menyatakan persiapan aksi telah dimatangkan dengan mendata kampus-kampus yang ikut turun ke jalan.

"Kami rencana aksi hari Rabu. Terkait kampus mana saja yang akan turun aksi, masih kita follow up," ujarnya.

(Tribunnews.com/Mohay) (TribunJatim.com/Sulvi)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.