Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Kamis 18 Juni 2026 Besok, Cerah Berawan
muslimah June 17, 2026 10:55 AM

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Kamis 18 Juni 2026 Besok, Cerah Berawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut prakiraan cuaca di Jawa Tengah (Jateng), Kamis 18 Juni 2026 besok.

Dari seluruh wilayah Jateng yang terdiri atas 35 kabupaten kota, cuaca cerah berawan mendominasi, diprediksi terjadi di 33 wilayah.

Selebihnya 2 daerah diprediksi hujan ringan.

Demikian antara lain info Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang.

Baca juga: Resmi Berubah, Daftar Harga Bahan Bakar Minyak BBM Terbaru Rabu 17 Juni 2026, Naik Rp 4.100

Agar aktivitas tak terganggu, persiapkan diri kalian sebaik mungkin.

Berikut prediksi cuaca lengkap esok hari:

Hujan Ringan

  1. Karanganyar
  2. Tegal

Cerah Berawan

  1. Banjarnegara
  2. Banyumas
  3. Batang
  4. Blora
  5. Boyolali
  6. Brebes
  7. Cilacap
  8. Demak
  9. Grobogan
  10. Jepara
  11. Kebumen
  12. Kendal
  13. Klaten
  14. Kota Magelang
  15. Kota Pekalongan
  16. Kota Salatiga
  17. Kota Semarang
  18. Kota Surakarta
  19. Kota Tegal
  20. Kudus
  21. Magelang
  22. Pati
  23. Pekalongan
  24. Pemalang
  25. Purbalingga
  26. Purworejo
  27. Rembang
  28. Semarang
  29. Sragen
  30. Sukoharjo
  31. Temanggung
  32. Wonogiri
  33. Wonosobo 

Suhu udara rata-rata antara 13 derajat celcius hingga 34 derajat celcius.

Kecepatan angin rata-rata antara 3 km per jam hingga 9 km per jam.

Puncak Kemarau di Jateng

BMKG memprediksi puncak kekeringan di Jateng terjadi Agustus-September 2026.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengklaim telah menyediakan sebesar 123 juta liter air bersih di 18 Kabupaten/kota yang berpotensi terancam bencana kekerinan. Namun, distribusi air bersih itu terancam terkendala kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, air bersih sebanyak 123 juta liter sudah siap didistribusikan. Pihaknya saat ini telah melakukan pemetaan termasuk alat distribusi.

"Kami masih melakukan kajian dan penghitungan terkait biaya distribusi mengingat adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi," terangnya dalam rapat koordinasi pengendalian operasional kegiatan (POK) triwulan I-2026, di Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang,  dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).

Ia menyebut, informasi dari BMKG pengaruh El Nino pada tahun 2026 akan berdampak kemarau lebih lama di Jateng.

Ancaman kemarau tahun ini juga diprediksi tidak jauh berbeda dengan puncak kemarau ekstrem tahun 2019 dan tahun 2023.

Untuk itu, pihaknya telah memetakan ketersediaan air di Jateng yang diperkirakan mencapai angka 123 juta liter air.

"Kemarau mulai terjadi di Jateng pada Juni mendatang," ungkapnya.

Klaten Paling Banyak Stok Air

Bergas merinci,  ketersediaan air bersih di Jateng paling banyak di Klaten yang mencapai angka 57,6 juta liter, Boyolali 13,4 juta liter, Kabupaten Semarang 12,9 juta liter, Blora 5,1 juta liter, Purworejo 5,06 juta liter, Wonosobo 5 juta liter, Purbalingga 4,4 juta liter, Wonogiri 3,7 juta liter,  Banjarnegara 3,6 juta liter, Grobogan 3,1 juta liter.

Sebaliknya, ketersediaan air yang dilaporkan terendah di Batang 331 ribu liter, Kota Salatiga  250 ribu liter, Demak 150 ribu liter, Kabupaten Pekalongan 80 ribu liter.

Adapula beberapa daerah yang tidak melaporkan ketersediaan airnya karena merasa tidak pernah terdampak.

"Ya semisal Kota Solo dan Kota Magelang," ungkapnya.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, persoalan kekeringan akan dilakukan penanganan secara bersama-sama di antaranya dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

"Kami akan koordinasikan lagi termasuk dengan beberapa pelibatan BUMD juga akan kami kondisikan agar dampak kemarau bisa dikurangi termasuk dampak ke swasembada pangan," terangnya.  (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.