Telkom Bekali Guru Tarakan Kaltara Kuasai AI untuk Pembelajaran Interaktif
Amiruddin June 17, 2026 12:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Ratusan guru dari jenjang SD, SMP hingga SMA sederajat di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, antusias mengikuti talkshow bertema, "AI sebagai Asisten Pengajar: Menciptakan Pengalaman Belajar Interaktif di Era Digital."

Acara itu digelar di Lotus Panaya Hotel Tarakan, Selasa (17/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, hingga Kamis (18/6/2026) tersebut, merupakan kolaborasi antara Telkom Indonesia dan TribunKaltara.com, sebagai upaya meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dalam proses pembelajaran.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan para narasumber, dilanjutkan pre-test, pemaparan materi dari para pemateri, sesi tanya jawab, ice breaking hingga penutupan kegiatan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan sebagai keynote speaker, Kepala Telkom Daerah Tarakan Cici Citra Ambarawu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kalimantan Utara Wilayah Tarakan Mustari, serta tiga pemateri, yakni Dr Arfive Gandhi dari Telkom University, psikolog Nurul Hidayah dan Koordinator Wilayah MAFINDO Kalimantan Utara Dr Nurasikin.

 

Pelatihan AI di Tarakan
BEKALI GURU - Ratusan guru dari jenjang SD, SMP hingga SMA sederajat di Kota Tarakan antusias mengikuti talkshow bertema “AI sebagai Asisten Pengajar: Menciptakan Pengalaman Belajar Interaktif di Era Digital,” yang digelar di Lotus Panaya Hotel Tarakan, Selasa (17/6/2026). PT Telkom Indonesia bekali guru di Tarakan, Provinsi Kaltara,menguasai AI untuk pembelajaran interaktif. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH

 

Baca juga: Pemprov Kaltara Apresiasi Telkom Beri Dukungan Internet untuk UMKM, Berikut Gagasan Program

Dalam sambutannya, Kepala Telkom Daerah Tarakan, Cici Citra Ambarawu, menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak, untuk memperkuat kualitas pendidikan di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

Menurutnya, kegiatan pelatihan pemanfaatan AI sebagai asisten pengajar menjadi salah satu langkah konkret, untuk membantu guru menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

"Semangat untuk belajar dan bertumbuh dalam kegiatan pelatihan pemanfaatan AI sebagai asisten pengajar bagi guru Kota Tarakan. 

Menciptakan pengalaman belajar interaktif di era digital yang diselenggarakan oleh Telkom Indonesia berkolaborasi dengan TribunKaltara," ujarnya.

Ia mengatakan, keberhasilan program pendidikan berbasis teknologi tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antara berbagai pemangku kepentingan.

"Kolaborasi yang kuat antara Telkom Indonesia, Dinas Pendidikan Kota Tarakan, akademisi, sekolah dan lembaga literasi digital, menjadi kunci keberhasilan program ini, dalam menciptakan pengalaman belajar interaktif yang bermakna di era digital," katanya.

Cici menjelaskan, sebagai perusahaan milik negara, Telkom Indonesia memiliki komitmen tidak hanya menjadi pemimpin di bidang telekomunikasi dan layanan digital, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional.

"Telkom Indonesia sebagai perusahaan milik negara memiliki komitmen yang kuat tidak hanya menjadi pemimpin di bidang digital komunikasi, tetapi juga menjadi penggerak di bidang pendidikan berkualitas," ungkapnya.

Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, lanjut dia, Telkom terus berupaya memperkuat ekosistem pendidikan di berbagai daerah, termasuk Kota Tarakan, dan Kalimantan Utara.

"Melalui program tanggung jawab sosial ini, Telkom Indonesia berupaya untuk memperkuat ekosistem pendidikan di daerah, khususnya di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, sebagai bagian dari upaya mendorong pemerataan kualitas pendidikan berbasis teknologi yang berkelanjutan," ujarnya.

Menurut Cici, kemajuan teknologi digital harus dapat diakses oleh seluruh kalangan, termasuk para guru yang menjadi ujung tombak dalam proses pembelajaran di sekolah.

"Kami ingin memastikan bahwa kemajuan teknologi digital ini dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk para guru sebagai ujung tombak proses pembelajaran, yang dituntut untuk dapat menghadapi generasi digital, dan sekaligus memastikan pemanfaatan teknologi digunakan secara bijak, efektif, dan berdampak positif bagi peserta didik," jelasnya.

Ia menambahkan, pelatihan AI yang diberikan kepada para guru tidak hanya berfokus pada penguasaan teknologi, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman etika digital dan keamanan data.

"Pelatihan AI sebagai asisten pengajar ini, bertujuan untuk memperkuat peran guru sebagai kunci peningkatan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan AI, memberikan pembekalan pemahaman etika digital, keamanan data, dan kemampuan menyusun prompt yang efektif," katanya.

Lebih lanjut, program tersebut juga diarahkan untuk mendukung pemerataan mutu pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya di wilayah Kalimantan Utara.

"Mendorong pemerataan kualitas pendidikan yang lebih adaptif di wilayah Kalimantan Utara, membangun ekosistem belajar digital yang sehat, aman dan berkelanjutan di lingkungan sekolah, serta memperkuat peran sekolah sebagai agen perubahan dalam pemanfaatan teknologi AI secara positif dan bertanggung jawab," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Cici turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

"Atas nama Telkom Indonesia, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, pemerintah daerah, pendamping, dan para guru tentunya, yang telah berkontribusi sehingga kegiatan hari ini dapat terlaksana dengan baik," ucapnya.

Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan momentum pelatihan tersebut, untuk menambah wawasan, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah masing-masing.

"Mari kita jadikan pelatihan pemanfaatan AI sebagai asisten pengajar ini, sebagai momentum untuk menambah wawasan, dan menggali pemanfaatan AI untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. 

Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi kita semua," ujarnya.

Menutup sambutannya, Cici mengajak seluruh peserta untuk terus belajar dan berinovasi melalui sebuah pantun, yang disambut meriah para peserta.

"Jalan-jalan ke kota lama, jangan lupa beli jamu. 

Mari kita belajar bersama agar Tarakan semakin maju," tutupnya disambut tepuk tangan meriah yang hadir.

(*)

Penulis: Andi Pausiah



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.