Laporan Wartawan TribunJatim.com, Anggit Pujie Widodo
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Kepolisian Resor Jombang terus mengusut kasus kematian seorang perempuan bernama Choiriyah alias Puji yang ditemukan meninggal dunia di kamar mandi sebuah rumah kos di Kecamatan Jogoroto, Jombang, Jawa Timur.
Dalam perkembangan terbaru, polisi telah mengamankan seorang pria berinisial S yang merupakan kakak kandung korban.
S diduga terlibat dalam tindak penganiayaan yang berujung pada kematian adiknya.
Perempuan tersebut sebelumnya ditemukan meninggal dunia di dalam kamar mandi sebuah rumah kos di wilayah Jogoroto, Jumat (12/6/2026) kemarin.
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengatakan penetapan dan pengamanan terhadap terduga pelaku dilakukan setelah penyidik mengumpulkan sejumlah keterangan saksi serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Baca juga: Remaja Tewas di Kamar Mandi Kos Jogoroto Jombang, Saksi Dengar Teriakan Minta Ampun
Menurutnya, S yang merupakan kakak kandung korban diduga melakukan tindak kekerasan terhadap adiknya sebelum korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
"Terduga pelaku yang telah kami amankan adalah kakak kandung korban," ucap AKP Dimas kepada Tribunjatim.com, Rabu (17/6/2026).
Korban dan terduga pelaku diketahui berasal dari Dusun Pajaran, Desa Peterongan, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang.
Dalam kesehariannya, keduanya tinggal bersama di sebuah rumah kos yang berada di Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto.
Baca juga: Warga Ungkap Luka Mencurigakan pada Wanita Disabilitas yang Tewas di Kos Jogoroto Jombang
Meski demikian, polisi masih terus mendalami kronologi maupun motif yang melatarbelakangi dugaan penganiayaan tersebut.
Hingga kini, proses pemeriksaan terhadap S belum berjalan maksimal karena kondisi psikologis yang bersangkutan dinilai belum stabil.
Dimas menjelaskan, penyidik belum dapat menggali informasi secara mendalam dari terduga pelaku sehingga motif di balik peristiwa tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
Baca juga: Remaja Tewas di Kamar Mandi Kos Jogoroto Jombang, Saksi Dengar Teriakan Minta Ampun
"Karena kondisi yang bersangkutan belum stabil, keterangan yang diperoleh masih sangat terbatas. Kami belum bisa mendalami motif secara menyeluruh," katanya.
Polres Jombang memastikan penyidikan akan terus berlanjut guna mengungkap secara lengkap penyebab dan rangkaian peristiwa yang mengakibatkan kematian korban.
Selain memeriksa saksi-saksi, penyidik juga menunggu hasil pendalaman sejumlah alat bukti untuk memperkuat konstruksi perkara.
Hasil autopsi terhadap jenazah Choiriyah (47), perempuan penyandang disabilitas asal Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, mengungkap adanya sejumlah luka yang diduga kuat berasal dari tindak kekerasan sebelum korban meninggal dunia.
Pemeriksaan forensik dilakukan setelah aparat kepolisian melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam korban di Tempat Pemakaman Umum Islam Dusun Pajaran, Desa Peterongan, Kabupaten Jombang, Minggu (14/6/2026).
Proses tersebut melibatkan penyidik Satreskrim Polres Jombang, Polsek Peterongan, serta tim dokter forensik dari RS Bhayangkara Kediri.
Hasil autopsi menemukan berbagai tanda kekerasan pada tubuh korban.
Luka-luka tersebut berupa memar di sejumlah bagian tubuh, termasuk kepala, wajah, leher, dada, lengan, pinggang, hingga paha.
Tim forensik juga menemukan luka lecet serta patah tulang pada dua jari tangan kiri korban.
Warga Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, digemparkan dengan penemuan seorang wanita dalam kondisi meninggal dunia di kamar mandi sebuah rumah kos, Jumat (12/6/2026) siang.
Kematian korban yang diketahui bernama Choiriyah itu memunculkan tanda tanya setelah sejumlah saksi mengaku melihat adanya dugaan tindak kekerasan sebelum korban ditemukan tak bernyawa.
Korban dievakuasi sekitar pukul 11.45 WIB dari kamar mandi kos tempatnya tinggal. Salah seorang penghuni kos yang rumahnya bersebelahan dengan lokasi kejadian, N, mengaku turut membantu proses evakuasi bersama beberapa warga lainnya.
Menurut N, saat jasad korban ditemukan, kakak korban yang tinggal satu kos menyampaikan bahwa adiknya diduga terjatuh di kamar mandi hingga tidak sadarkan diri.
Namun, kondisi fisik korban saat itu dinilai tidak sepenuhnya sesuai dengan keterangan tersebut.
"Saat membantu mengangkat korban, saya melihat ada lebam di sekitar mata dan bagian pergelangan tangan. Kondisinya sudah meninggal dunia," ucap N kepada Tribunjatim.com, Minggu (14/6/2026)