TRIBUNNEWS.COM - Rencana presenter Ruben Onsu untuk merebut hak asuh anak dari mantan istrinya, Sarwendah, kembali menjadi sorotan publik.
Isu tersebut mencuat di tengah konflik keduanya yang belakangan ramai diperbincangkan di berbagai media sosial.
Tak hanya hubungan Ruben dan Sarwendah yang menjadi perhatian, sejumlah momen di media sosial juga ikut disorot.
Mulai dari ucapan kasar yang dilontarkan Sarwendah saat siaran langsung hingga aktivitas live bersama sang kekasih ketika anak-anak berada di sekitar mereka, turut menarik perhatian praktisi hukum Agus Nahak.
Menurut Agus, status hak asuh anak yang saat ini berada di bawah Sarwendah bukan berarti tidak bisa dipersoalkan kembali melalui jalur hukum.
"Terkait dengan hak asuh yang dulunya jatuh kepada Sarwendah, bisa saja hak asuh anak ini dicabut dari bawah kuasa Sarwendah dan dikembalikan kepada Ruben," ujar Agus Nahak, dikutip Tribunnews dari YouTube Cumicumi, Rabu (17/6/2026).
Agus menilai ada beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan hukum.
Salah satunya adalah pernyataan Sarwendah di media sosial yang dinilai tidak pantas dan berpotensi menyerang karakter seseorang.
"Kenapa? Karena yang pertama, saya juga melihat bahwa pernyataan Sarwendah di media sosial terkait dengan kata-kata yang tidak pantas dan tidak layak. Bahkan ada kata binatang dan kata-kata yang menyerang karakter seseorang. Itu bukan sikap seorang ibu yang baik. Itu bisa menjadi dasar gugatan," katanya.
Selain itu, Agus menyarankan agar Ruben melakukan pemeriksaan psikologis terhadap anak-anak untuk memastikan kondisi mental mereka di tengah situasi yang sedang berlangsung.
"Yang kedua, mungkin Ruben Onsu juga harus melakukan upaya ke psikolog anak untuk mengecek apakah mental anak ini terganggu atau tidak dengan kehadiran orang asing di situ," ujarnya.
Baca juga: Rumah Dipakai Giorgio Antonio untuk Syuting, Praktisi Hukum Sebut Ruben Onsu Punya Hak Menggugat
Agus juga menyoroti aktivitas pembuatan konten yang dilakukan di rumah dan mengingatkan agar hal tersebut tidak mengganggu tumbuh kembang maupun aktivitas anak-anak.
"Kemudian, pekerjaan mereka di situ juga harus diperhatikan. Pekerjaan mereka itu seharusnya tidak mengganggu proses belajar anak dan tidak mengganggu aktivitas anak di situ. Konten-konten orang dewasa juga seharusnya dihindari supaya mereka tidak terlibat di dalamnya," katanya.
Pada akhirnya, Agus menilai Ruben memiliki peluang untuk menempuh upaya hukum apabila menilai kondisi yang terjadi tidak lagi sesuai dengan kepentingan terbaik bagi anak-anak.
"Nah, saran saya, Ruben bisa mengambil upaya hukum dengan melakukan gugatan untuk membatalkan hak asuh anak yang sebelumnya jatuh kepada Sarwendah. Itu boleh jadi alasan, apalagi pernyataan Sarwendah ini sekarang sudah menimbulkan kegaduhan baru di media sosial," tutup Agus.
Sebelumnya, Ruben melayangkan protesnya lantaran dipersulit bertemu anak.
Imbasnya Ruben memutuskan berhenti memberikan nafkah bulanan Rp225 juta ke Sarwendah.
Masalah semakin melabar usai Sarwendah mengungkit masalah nafkah dan menilai Ruben lari dari tanggung jawabnya.
Padahal aksi Ruben tersebut sebagai bentuk protesnya dipersulit bertemu anak.
Berdasarkan kesepakatan setelah cerai, Ruben diperbolehkan bertemu anak-anaknya tiga hari dalam seminggu.
Rencana Ruben Onsu untuk merebut hak asuh anak dari mantan istrinya, Sarwendah, semakin kuat.
Ruben menduga anak-anaknya telah terkena pengaruh buruk dari lingkungan Sarwendah.
Kini sudah tak ada pertimbangan lagi, Ruben siap mengajukan gugatan hak asuh anak.
Hal ini diungkap oleh kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang.
"Sekarang sudah tidak perlu pertimbangan, Ruben sudah sudah meminta kita untuk mulai mempersiapkan mengajukan gugatan itu," ungkap Minola, dikutip dari YouTube Intens Investigasi.
Minola menyebut pihaknya saat ini tengah mempersiapkan berkas-berkas untuk pengajuan gugatan.
Menurutnya pengajuan gugatan ini memang perlu persiapan yang matang.
Baca juga: Dituding Provokatif, Ini Alasan Ruben Onsu Terus Menyindir Kekasih Sarwendah, Giorgio Antonio
"Dia juga sudah minta untuk jalan, ya ini proses untuk mengarah ke sana, kita kan juga perlu persiapan," kata Minola.
Minola kembali menyinggung kesepakatan setelah cerai soal Ruben diperbolehkan bertemu anaknya tiga hari dalam seminggu.
Ia lantas mempertanyakan alasan Sarwendah yang justru mempersulit Ruben bertemu anak.
"Apa sih yang menjadi kendala yang jadi alasan anak-anak tidak boleh dipertemukan sama ayahnya," ucapnya.
(Tribunnews.com, Rinanda/Ifan)