Update Gempa M 6,7 Sulteng: 466 Gempa Susulan, RS Evakuasi Pasien dan Sekolah Belajar Daring
Glery Lazuardi June 17, 2026 11:19 AM

TRIBUNNEWS.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Provinsi Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) meninggalkan dampak luas di sejumlah daerah.

Selain menyebabkan kerusakan bangunan dan korban luka-luka, aktivitas gempa susulan yang masih terus berlangsung hingga Rabu (17/6/2026) membuat warga tetap berada dalam kondisi waspada.

Sejumlah wilayah terdampak di antaranya Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Kerusakan dilaporkan terjadi pada rumah warga, fasilitas pendidikan, layanan publik, hingga infrastruktur di beberapa daerah.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa utama terjadi pada pukul 11.27 WITA dengan episentrum sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu pada kedalaman 10 kilometer.

BMKG Catat 466 Gempa Susulan

Sehari setelah gempa utama terjadi, aktivitas gempa susulan masih terus terdeteksi.

BMKG mencatat hingga Rabu (17/6/2026) pukul 08.30 WITA telah terjadi sebanyak 466 gempa susulan. Dari jumlah tersebut, sedikitnya 25 gempa dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah terdampak.

Sebelumnya, hingga pukul 04.30 WITA jumlah gempa susulan tercatat sebanyak 419 kali, termasuk satu gempa berkekuatan magnitudo 5,2 yang sempat dirasakan warga.

BMKG menjelaskan aktivitas seismik yang masih berlangsung berkaitan dengan pergerakan Sesar Sausu yang hingga kini masih aktif dan sedang mengalami proses penyesuaian setelah pelepasan energi gempa utama.

Baca juga: 5 Populer Regional: Gempa M 6,7 Guncang Palu - Profil Agus Triyanta Wakil Dekan FH UII Ikut Demo

Dipicu Aktivitas Sesar Sausu

Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa M 6,7 tersebut merupakan gempa tektonik yang tergolong sebagai gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake.

Gempa dipicu oleh mekanisme sesar normal yang menunjukkan adanya gaya regangan pada kerak bumi sehingga satu blok batuan bergerak turun relatif terhadap blok lainnya.

Kedalaman gempa yang hanya sekitar 10 kilometer membuat guncangan terasa kuat di permukaan.

BMKG memperkirakan intensitas gempa mencapai VIII MMI di wilayah yang berada dekat dengan sumber gempa. Intensitas tersebut berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan yang tidak dirancang tahan gempa.

Hasil analisis mekanisme sumber juga menunjukkan bahwa gempa sepenuhnya dipicu aktivitas tektonik.

Menariknya, meski selama ini Sesar Sausu lebih dikenal sebagai sesar geser, penelitian terbaru menunjukkan adanya karakteristik sesar normal yang aktif pada segmen tertentu.

Sesar Sausu memiliki panjang sekitar 31 kilometer dan lebar 18 kilometer. Lokasi gempa juga berada tidak jauh dari Zona Palolo Graben, kawasan regangan kerak bumi yang mendukung terbentuknya sistem sesar normal di Sulawesi Tengah.

Kondisi tersebut mempertegas bahwa Sulawesi Tengah merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas tektonik yang sangat aktif di Indonesia.

Disdik Sulteng Imbau Siswa Belajar Daring

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulawesi Tengah mengeluarkan imbauan kepada seluruh satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB untuk melaksanakan pembelajaran secara daring menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan wilayah sekitarnya.

Langkah tersebut diambil sebagai upaya mengutamakan keselamatan peserta didik dan warga sekolah pascagempa yang menyebabkan kepanikan di sejumlah daerah.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza Dg Parebba, meminta seluruh siswa SMA, SMK, dan SLB untuk sementara waktu mengikuti kegiatan belajar mengajar dari rumah masing-masing.

"Kepada para murid agar untuk sementara waktu belajar secara daring dari rumah masing-masing dan tetap waspada serta meng-update informasi resmi dari pemerintah," demikian bunyi imbauan yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Sulteng, Selasa (16/6/2026).

Selain mengimbau siswa belajar dari rumah, Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah juga meminta para guru yang telah menyelesaikan ujian semester untuk tetap menjalankan tugas pembelajaran secara daring.

Guru diharapkan dapat memberikan evaluasi pembelajaran sekaligus menyampaikan informasi yang bersifat edukatif kepada peserta didik selama masa belajar dari rumah berlangsung.

Dalam surat imbauan tersebut, kepala sekolah di seluruh wilayah Sulawesi Tengah juga diminta untuk terus berkoordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdis) setempat.

"Kepala sekolah selalu berkoordinasi dengan Cabdis di wilayah masing-masing," tulis Firmanza.

Disdik Sulteng menegaskan keselamatan warga sekolah menjadi prioritas utama di tengah aktivitas gempa susulan yang masih terjadi.

"Semoga kita semua tetap dalam lindungan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa," tutup Firmanza dalam surat imbauannya.

Pasien Dievakuasi ke Selasar Rumah Sakit

Ratusan gempa susulan yang masih terjadi membuat suasana mencekam di sejumlah wilayah terdampak.

Salah satunya terjadi di RSUD Anuntaloko Parigi. Dalam video yang beredar di media sosial dan diunggah akun Facebook Jumiyati pada grup Info BMKG Seluruh Indonesia, terlihat pasien dievakuasi keluar gedung rumah sakit akibat kekhawatiran terhadap gempa susulan.

Sejumlah pasien tampak dirawat sementara di area terbuka dan selasar rumah sakit.

Tempat tidur pasien berjajar di sepanjang lorong dan halaman rumah sakit. Beberapa keluarga pasien memilih bermalam di atas tikar yang digelar di lantai sembari menunggu situasi kembali aman.

Dalam rekaman tersebut juga terlihat seorang pasien pria yang masih terpasang infus menjalani perawatan di luar gedung rumah sakit sebagai langkah antisipasi apabila gempa susulan kembali terjadi.

Evakuasi dilakukan demi menjaga keselamatan pasien, keluarga pasien, dan tenaga kesehatan yang bertugas.

RSUD Torabelo Tetap Layani Korban Gempa

Di Kabupaten Sigi, RSUD Torabelo memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan meski sejumlah fasilitas mengalami kerusakan ringan akibat gempa.

Kepala Bagian Humas RSUD Torabelo, Aminuddin, mengatakan seluruh tenaga kesehatan dalam kondisi aman. Hanya satu perawat di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) yang mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.

"Pada dasarnya pasien yang masuk kategori luka berat mengalami luka di bagian kepala dan patah tulang. Namun berdasarkan keterangan dokter jaga di IGD, saat ini terdapat tujuh pasien yang masih masuk kategori luka berat dan sedang menjalani perawatan. Sementara korban lainnya dikategorikan mengalami luka sedang," ujar Aminuddin.

Menurutnya, sebagian pasien memilih menjalani perawatan di tenda darurat yang telah disiapkan pihak rumah sakit karena masih khawatir terhadap gempa susulan.

"Pelayanan tetap berjalan seperti biasa. Memang ada beberapa pasien yang saat ini dirawat di dalam tenda yang telah disiapkan rumah sakit karena mereka merasa lebih aman dan khawatir akan adanya gempa susulan," katanya.

Pemeriksaan pascagempa menunjukkan sebagian besar ruang pelayanan di RSUD Torabelo masih aman digunakan. Meski demikian, sejumlah kerusakan ringan ditemukan di beberapa ruangan, mulai dari tabung oksigen yang terjatuh, regulator yang rusak, hingga retakan pada dinding dan plafon bangunan.

Polda Sulteng Perkuat Sistem Pelaporan Bencana

Di tengah situasi tanggap darurat, Polda Sulawesi Tengah juga memperkuat sistem pelaporan dan penanganan bencana guna meningkatkan respons cepat terhadap berbagai potensi kejadian di lapangan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Djoko Wienartono, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh jajaran kepolisian dalam menghadapi ancaman bencana alam.

Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan arahan dalam apel satuan kerja (Satker) di lingkungan Polda Sulawesi Tengah, Rabu (17/6/2026).

Dalam arahannya, Djoko meminta seluruh personel, khususnya yang bertugas pada fungsi kehumasan mulai dari tingkat Polsek, Polres hingga Polda, untuk selalu siap mengumpulkan dan menyampaikan data kejadian bencana secara cepat, akurat, dan berjenjang.

"Setiap kejadian bencana yang terjadi di wilayah hukum masing-masing harus segera dilaporkan. Data awal harus sudah dapat diterima dari tingkat Polsek untuk kemudian diteruskan ke Polres dan Polda, sehingga informasi yang diterima pimpinan dapat digunakan sebagai dasar langkah penanganan yang cepat dan tepat," tegas Kabidhumas.

Menurut Djoko, laporan harus memuat informasi lengkap mulai dari lokasi kejadian, waktu kejadian, jumlah korban, kerusakan fasilitas umum maupun rumah warga, hingga langkah penanganan yang telah dilakukan personel di lapangan.

Ia juga mengingatkan agar dokumentasi berupa foto dan video menjadi bagian penting dalam pelaporan untuk mempercepat proses verifikasi dan pengambilan keputusan.

Warga Diminta Tetap Waspada

Hingga Rabu pagi, aktivitas gempa susulan masih terus terpantau di berbagai wilayah Sulawesi Tengah.

Pemerintah daerah bersama BMKG dan instansi terkait terus melakukan pemantauan serta penanganan dampak bencana. Sementara rumah sakit dan fasilitas kesehatan tetap disiagakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada, mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG, serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.

Dengan ratusan gempa susulan yang masih terjadi, warga di wilayah terdampak diminta tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengutamakan keselamatan selama masa tanggap darurat berlangsung.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.