BANGKAPOS.COM,BANGKA - Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani menemukan adanya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melakukan kegiatan dinas luar (DL) atau perjalanan dinas dalam satu agenda mencapai 10 orang.
Perjalanan dinas ini dinilai Gubernur Hidayat tidak efisien, dan penggunaan anggaran yang tidak tepat sasaran.
Mengetahui penggunaan anggaran yang tidak tepat sasaran ini, ia pun kemudian mengeluarkan kebijakan untuk membatasi DL para ASN.
"Dinas luar kita perketat, ini kadang-kadang ke Bangka Tengah, bisa 10 orang, jadi kita efisiensilah. Sesuai instruksi Pak Presiden, bahwa pemerintahan sekarang sedang tidak lagi baik-baik. Kita irit-iritlah," kata Gubernur Babel, Hidayat Arsani, kepada Bangkapos.com, usai memimpin apel ASN, pada Rabu (17/6/2026) di kantor Gubernur Babel.
Hidayat mengatakan, ada kelengahan dari kepala dinas membiarkan ASN melakukan perjalan dinas dengan jumlah banyak.
Mengetahui hal ini, Hidayat Arsani pun akan melakukan evaluasi kebijakan tersebut.
"Kepala dinasnya bobol, sekarang dievaluasi. Mudah-mudahan mereka sadar," katanya.
Menurutnya, perlu adanya penataan terkait dengan aktivitas dinas luar sejumlah ASN. Sehingga penggunaan anggaran lebih tepat sasaran dan memberikan mafaat yang jelas untuk daerah.
"Keluar kota tidak perlu lima orang. Kalau ada barang kirim ekspedisi saja, sehingga ekspedisi punya penghasilan. DL itu sah-sah saja, asal tepat sasaran," terangnya.
Tak hanya persoalan perjalanan dinas, Gubernur Babel juga menyoroti jam kerja ASN dan PPPK yang tidak disiplin. Keluyuran sampai ke mall di waktu jam kerja.
"Boleh makan istirahat pukul 12.00 WIB-13.00 WIB. Kalau pukul dua ke mall, gimana kita, yang lain bekerja.? Jadi sadarlah.
Negeri ini lagi tidak sehat, kita sadarlah," terangnya.
Dia juga menegaskan, ada sanksi tegas yang menunggu, apabila ASN dan PPPK ditemukan keluyuran pada saat jam kerja.
Ia bakal memotong Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) pegawai tersebut.
"Ini kita ingatkan. Kalau memang terjadi ada temuan kita potong TPP-nya. Supaya ada efek jeranya, itu uang rakyat harus diselamatkan," tutupnya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)