Karina Ranau Beberkan Awal Perselisihan dengan Pria Tak Dikenal di Warung Mendiang Epy Kusnandar
Kharisma Tri Saputra June 17, 2026 12:32 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Karina Ranau mengungkap kronologi dugaan kekerasan yang dialaminya di Warung Jukut Goreng Samali, Jalan Haji Samali, Pancoran, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Senin (15/6/2026).

Istri mendiang Epy Kusnandar itu mengaku masih mengalami syok setelah insiden tersebut. Akibat dugaan dorongan dari seorang pria yang datang ke warungnya, Karina mengaku mengalami benturan hingga luka di bagian kaki.

“Saya juga syok sampai keliyengan. Enggak tahu yang kebentur apa. Kaki kemarin tuh kebentur, luka sepertinya,” ujarnya.

Karina menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika dirinya tengah menjalankan aktivitas rutin di warung sejak pagi hari.

“Jadi kemarin itu hari Senin. Seperti biasa saya sedang beraktivitas di warung. Dari pagi saya sudah ada,” kata Karina Ranau di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2026).

Baca juga: Polisi Tangkap Pria yang Dorong Karina Ranau Istri Epy Kusnandar, Korban Trauma dan Ogah Bertemu

Ia mengatakan kesehariannya memang banyak dihabiskan untuk mengurus usaha tersebut.

“Pokoknya setiap hari otak saya berpikir untuk warung ini,” ujar Karina.

Menurut pengakuannya, seorang pria datang saat warung belum mulai beroperasi. Terpal depan masih tertutup dan para karyawan masih menyiapkan operasional.

Karina mengatakan pria tersebut langsung membuka bagian depan warung dan menanyakan menu.

“Dia datang langsung buka ini,” katanya.

“Langsung bilang, ‘Pesen dong! Ini nila berapa?’ gitu,” sambung Karina.

Ia mengaku telah meminta pria tersebut menunggu hingga jam buka. Namun, permintaan itu disebut tidak mendapat respons yang baik.

“Saya bilang ‘Bapak sebentar ya Pak, kita bukanya sebentar lagi.’ Tapi dia maunya sekarang juga. Dari awal sudah tidak enaklah,” ujarnya.

Perselisihan kemudian berlanjut ketika Karina meminta pria tersebut memindahkan sepeda motornya karena area parkir di depan warung terbatas dan dikhawatirkan mengganggu tempat usaha lain.

Saat itu Karina mengaku sedang menyapu area warung sambil menyampaikan permintaan tersebut.

“Saya lagi nyapu. Saya bilang, ‘Pak, motornya bisa dipindahin dulu di sana ya Pak? Soalnya enggak enak’ gitu,” katanya.

Karina mengatakan pria itu sempat menyatakan akan memindahkan kendaraannya. Namun, ketika ia kembali meminta agar dilakukan saat itu juga, pria tersebut disebut membentaknya. 

Menurut Karina, bentakan itu membuatnya terkejut hingga spontan melepaskan sapu dan pengki yang sedang dipegang.

“Pada saat dia kencang, saya kan megang ini (sapu). Saya digituin (bentak) gimana sih, saya lepas ini, pengki sama sapunya saya lepas,” tuturnya.

Nyaris Dipukul, Ini yang Dialami Karina Ranau

Momen berikutnya masih membekas kuat dalam ingatannya. Karina mengaku sempat berpikir dirinya akan dipukul oleh pria tersebut. 

Ia bahkan menyebut sudah pasrah menghadapi kemungkinan terburuk ketika melihat pria tersebut menghampiri dirinya dalam keadaan emosi.

"Saya sudah, 'Wah ini saya dipukul nih dalam hati. Bonyok nih muka saya' gitu lah," ujarnya.

Namun yang terjadi bukan pukulan. Sambil menunjuk bagian bahunya, Karina menggambarkan arah dorongan yang diterimanya.

"Ternyata dia enggak mukul, dia mendorong. Dan mendorongnya kencang banget," katanya.

Karina mengatakan tubuhnya terdorong hingga terjatuh cukup jauh dari posisi awalnya berdiri.

"Emosi yang dia bawa dari sana ke sini, saya didorong nih posisinya di sini, kencang banget sampai jatuh ke sana," tuturnya.

Wajahnya berubah serius ketika mengingat dampak yang dirasakan setelah terjatuh. Ia kemudian menunjuk bagian kakinya yang sempat mengalami luka.

Baca juga: Tampang Pria yang Dorong Karina Ranau hingga Terpental di Depan Warungnya, Memaksa Dilayani Cepat

Wajah Pria Misterius Diviralkan 

Kasus tersebut kemudian viral dan menjadi perhatian publik setelah video yang merekam keributan itu beredar luas di media sosial. 

Wajah pria misterius pun sempat terekam kamera saat Karina mengambil video momen terduga pelaku akan meninggalkan warungnya usai mendorongnya.

Karina pun memilih menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan atas kejadian yang dialaminya.

"Saya rasa saya berhak memposting itu. Saya butuh keadilan juga, saya digituin gitu," kata Karina.

Kejadian tersebut dibagikan oleh Karina di sosial media. Ia mengunggah video cctv toko di sebarang warungnya dan video yang diambil sendiri dengan memperlihatkan wajah pria tersebut.

Lapor Polisi 

Atas adanya kejadian tersebut, Karina sudah melaporkan ke Polsek Pancoran terkait dugaan penganiayaan.

Di unggahan terbarunya, Karina menyampaikan terima kasihnya karena kasusnya sudah ditangani pihak berwajib.

Ia pun berharap segera mendapatkan keadilan dan pelaku mendapatkan efek jera.

"Terimakasih Pak sudah bergerak cepat. Seadil adilnya ya Pak, agar berkurang manusia manusia yang seperti itu," tulis Karina.

Polisi Tangkap Pelaku 

Tidak butuh waktu lama, pelaku kekerasan terhadap Karina Ranau hingga terpental ke jalan raya di depan warungnya, akhirnya diringkus polisi.

Pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan pelaku tak lama setelah istri aktor senior Epy Kusnandar tersebut resmi melayangkan laporan.

Kabar penangkapan ini dikonfirmasi langsung oleh Karina Ranau.

DISERANG OTK- Karina Ranau mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dirinya didorong oleh seorang pria hingga terpental jatuh di depan warungnya di kawasan Pancoran.
DISERANG OTK- Karina Ranau mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dirinya didorong oleh seorang pria hingga terpental jatuh di depan warungnya di kawasan Pancoran. (Instagram/Karinaranau)

Ia menyebut bahwa pelaku saat ini sudah berada di tangan pihak berwajib untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Prosesnya sudah (berjalan). Orangnya sudah di sana (diamankan/ditahan). Sudah diproses," tegas Karina Ranau di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2026), dilansir dari Grid.id.

Meski berada di satu kantor polisi yang sama saat menjalani pemeriksaan, Karina menegaskan dirinya sama sekali tidak sudi melihat tampang pria tersebut.

Karina memilih menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak berwajib karena masih mengalami trauma berat.

Luka fisik dan trauma psikologis yang mendalam membuatnya memilih untuk menutup rapat pintu komunikasi.

"Kemarin itu dia ada di sana, saya juga ada di sana, tapi saya enggak mau ketemu. Malas saya lihat mukanya, saya masih trauma," ujar Karina Ranau.

Sebelumnya, Karina Ranau curhat mengaku didorong hingga terpental ke pinggir jalan depan warungnya di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan pada Senin (15/6/2026) sekira pukul 11.45 WIB.

Meskipun pihak keluarga pelaku dikabarkan sudah sempat datang untuk meminta maaf, Karina menegaskan bahwa dirinya menutup pintu damai untuk saat ini dan ingin proses hukum tetap berjalan demi memberikan efek jera.

Ia merasa tindakan laki-laki yang melakukan kekerasan fisik terhadap perempuan adalah hal yang sama sekali tidak bisa ditoleransi.

"Untuk damai rasanya terlalu cepat. Mereka bisa enggak menggantikan rasa sakitnya kedua orang tua saya melihat anaknya digituin sama orang? Saya butuh keadilan, biarkan ini jadi pelajaran," tegas Karina.

Di sisi lain, Karina juga menepis keras tuduhan miring dari netizen yang menyebut insiden ini hanyalah marketing atau settingan belaka.

Menurutnya, kejadian ini murni musibah nyata yang dialaminya saat sedang banting tulang mencari nafkah secara halal.

Melalui akun Instagram resminya, Karina menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian atas respons cepat pihak kepolisian dalam menangani laporannya.

"Terima kasih Pak sudah bergerak cepat. Seadil-adilnya ya Pak, agar berkurang manusia-manusia yang seperti itu," tulis Karina dalam unggahan terbarunya di Instagram.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.