Duga Tiyo Ardianto Terlibat Jaringan Politik, BEM Bersatu Sebut Nama Para Politisi: Perlu Dicermati
ninda iswara June 17, 2026 12:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Bersatu menyampaikan sejumlah poin dalam pernyataan sikap mereka terkait dinamika aksi unjuk rasa yang belakangan berlangsung.

Dalam pernyataan tersebut, beberapa nama tokoh turut disebut, mulai dari mantan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa hingga Roy Suryo.

Juru Bicara BEM Fakultas Bersatu, Rahmat Djimbula, mengungkapkan adanya dugaan keterlibatan aktor politik praktis di balik gerakan demonstrasi yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, sejumlah indikasi menunjukkan adanya keterhubungan antara pihak tertentu dengan aksi yang berlangsung.

“Kami melihat indikasi kuat keterlibatan aktor politik praktis dalam gerakan ini. Salah satu pimpinan aksi Tiyo Ardianto diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu,” kata Rahmat dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV.

Rahmat kemudian menyinggung kendaraan yang digunakan dalam kegiatan aksi tersebut.

Baca juga: Sosok Setyo Sularso, Dikaitkan dengan Tiyo Ardianto, Besan Andika Perkasa, Pensiunan Jenderal TNI

Ia menyebut kendaraan itu diduga memiliki keterkaitan dengan pihak-pihak yang berada dalam lingkaran tokoh politik dan militer nasional.

“Mobil Fortuner yang digunakan diduga terdaftar atas nama Siti Nuraini, adik Letjen TNI Purnawirawan Setyo Sularso yang merupakan besan Jenderal TNI Andika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.”

Selain itu, BEM Fakultas Bersatu juga menilai dugaan tersebut semakin menguat setelah munculnya sejumlah figur publik dan politikus di tengah massa aksi.

Salah satu nama yang disorot adalah politikus PDI Perjuangan, Andi Widjajanto.

Tidak berhenti di situ, Rahmat turut menyoroti agenda Dialog Nasional Kebangsaan yang dijadwalkan berlangsung di Bandung, Jawa Barat, pada 18 Juni 2026.

Ia menilai keterlibatan sejumlah pihak dalam forum tersebut perlu menjadi perhatian.

“Keterkaitan tersebut juga diperkuat oleh kehadiran Tyio Ardianto dalam dialog nasional kebangsaan yang akan dilaksanakan di Bandung pada tanggal 18 Juni 2026 mendatang,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, ia menyebut sejumlah tokoh yang dijadwalkan hadir dalam forum tersebut, termasuk Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan dr Tifa.

Nama Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso juga disebut masuk dalam daftar peserta kegiatan.

“Bersama dengan sejumlah tokoh seperti Said Didu, Roy Suryo, Refli Harun, dan dr Tifa dalam forum yang sama. Letjen TNI Setio Sularso juga tercatat hadir, menunjukkan adanya jejaring yang patut dicermati.”

Di sisi lain, BEM Fakultas Bersatu menegaskan penolakannya terhadap narasi krisis yang dinilai tidak didasarkan pada data yang utuh.

Mereka berpandangan bahwa narasi semacam itu berpotensi menggeser perhatian publik dari agenda penting yang tengah berjalan.

Menurut mereka, fokus publik seharusnya tetap diarahkan pada berbagai isu strategis, termasuk upaya pemberantasan korupsi berskala besar yang saat ini sedang berlangsung.

Selain itu, organisasi mahasiswa tersebut juga menyoroti dugaan adanya pihak eksternal yang memanfaatkan gerakan mahasiswa untuk kepentingan tertentu.

Baca juga: Kritik Tiyo Ardianto Soal Alat Pelacak, Ferdinand Hutahaean Keceplosan: Kalau Penguasa Lewat HP

KETUA BEM UGM - Viral Ketua BEM UGM 2025, Tiyo Ardianto menemukan alat pelacak di mobilnya
KETUA BEM UGM - Viral Ketua BEM UGM 2025, Tiyo Ardianto menemukan alat pelacak di mobilnya (Tribun Trends/Instagram @tiyoardianto_)

“Keempat, kami menyayangkan dugaan pemanfaatan aksi mahasiswa oleh pihak luar sebagaimana telah diklarifikasi sejumlah BEM termasuk Universitas Negeri Jakarta,” kata dia.

Ia menambahkan BEM Fakultas Bersatu akan terus mengawal kemurnian gerakan mahasiswa agar tetap independen, berpihak kepada rakyat, serta bebas dari intervensi elit politik.

Dalam kesempatan itu, Rahmat juga membacakan tiga poin tuntutan BEM Fakultas Bersatu. Pertama, mendesak sterilisasi gerakan mahasiswa dari pendanaan, fasilitas, dan segala bentuk intervensi politik praktis.

“Poin dua, mendukung keberlanjutan program makan bergizi gratis dengan catatan perbaikan tata kelola agar tepat sasaran dan akuntabel,” ucapnya.

Ketiga, mendukung pengusutan tuntas koruptor tanpa pandang bulu, serta mengajak seluruh mahasiswa Indonesia mengawal proses hukum secara kritis dan objektif.

(TribunTrends/KompasTV)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.