Alasan Tavares Bawa Pulang Dicky Kurniawan, Sentuhan Emosional Jelang 100 Tahun Persebaya
Wiwit Purwanto June 17, 2026 01:32 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Persebaya Surabaya resmi memulangkan Dicky Kurniawan untuk menyambut musim 2026/2027. Bukan sekadar karena statusnya sebagai pemain asli Surabaya, gelandang berusia 24 tahun itu dinilai memiliki potensi besar yang masih bisa berkembang lebih jauh.

Kembalinya Dicky menghadirkan cerita tentang seorang pemain yang tumbuh dari rahim klub, menimba pengalaman di luar kota, lalu kembali dengan bekal yang lebih matang.

Setelah meniti karier bersama Gresik United dan Persijap Jepara, ia pulang membawa kepercayaan diri serta performa yang semakin terasah untuk bersaing di level tertinggi bersama Bajul Ijo.

Dicky menjadi satu dari lima pemain lokal baru yang direkrut Persebaya untuk menghadapi kompetisi musim depan.

Sebelumnya, pemain kelahiran Surabaya tersebut merupakan bagian dari generasi muda yang sukses mengantarkan Persebaya menjuarai Piala Soeratin U-17 sebelum menembus tim U-18 dan akhirnya promosi ke skuad senior pada musim 2020/2021.

Baca juga: Bernardo Tavares Ungkap Alasan Persebaya Rekrut Lima Pemain Lokal Baru

Perjalanannya berlanjut bersama Gresik United pada periode 2022 hingga 2025. Musim lalu, saat membela Persijap Jepara, Dicky menunjukkan performa yang cukup menonjol dengan catatan dua gol dan enam assist dari 21 pertandingan.

Potensi Besar yang Masih Bisa Berkembang

Pelatih Persebaya Bernardo Tavares mengungkapkan bahwa perkembangan performa Dicky dalam beberapa musim terakhir menjadi salah satu pertimbangan utama untuk membawanya kembali ke Kota Pahlawan.

"Dicky adalah pemain yang pulang ke rumahnya sendiri. Dia merupakan produk Akademi Persebaya yang menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa musim terakhir," kata Bernardo Tavares.

Pelatih asal Portugal itu menilai Dicky memiliki prospek menjanjikan meski tidak didukung postur tubuh yang terlalu tinggi. Karena alasan tersebut, manajemen memberikan kepercayaan melalui kontrak berdurasi tiga musim.

"Kami melihat potensi besar dalam dirinya. Tugas kami sekarang adalah membantu proses perkembangannya agar bisa menjadi pemain yang lebih matang dan memberikan kontribusi yang lebih besar untuk tim," tambah pelatih asal Portugal itu.

Pentingnya Pemain Asli Surabaya di Skuad Persebaya

Selain faktor kualitas individu, Dicky juga dinilai memiliki keunggulan karena mampu memainkan lebih dari satu posisi. Kemampuan tersebut dianggap penting untuk menjaga kedalaman skuad sepanjang kompetisi.

Musim lalu, Persebaya beberapa kali menghadapi situasi sulit ketika sejumlah pemain inti harus absen akibat cedera maupun akumulasi kartu. Kondisi itu membuat tim pelatih harus melakukan berbagai penyesuaian di lapangan.

"Dia memiliki fleksibilitas karena bisa bermain di lebih dari satu posisi," terang Bernardo Tavares.

Baca juga: Reuni Kiper Reza Arya dengan Bernardo Tavares di Persebaya Surabaya

Lebih jauh, Tavares menegaskan bahwa keberadaan pemain asli Surabaya memiliki nilai tersendiri dalam proyek yang sedang dibangun Persebaya.

"Selain itu, penting bagi Persebaya untuk memiliki pemain-pemain asal Surabaya yang memahami identitas, budaya, dan nilai-nilai klub. Menjelang usia 100 tahun Persebaya, kami ingin memiliki pemain yang benar-benar memahami arti lambang yang mereka kenakan," tambahnya.

Selain Dicky Kurniawan, empat rekrutan lokal baru Persebaya lainnya adalah Reza Arya, Syahrul Lasinari, Ricky Pratama, dan Yusuf Meilana.

"Lima pemain lokal yang kami datangkan memiliki satu tujuan sama, meningkatkan kualitas dan kompetisi di dalam skuad," terang pelatih berusia 46 tahun itu.

"Beberapa di antaranya memiliki potensi yang sangat baik, tetapi mereka harus terus bekerja keras untuk berkembang," pungkas Bernardo Tavares.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.