Thailand Siaga Ebola! Karantina 21 Hari Disiapkan, Turis Diawasi Ketat
GH News June 17, 2026 02:09 PM
Bangkok -

Thailand mengumumkan bahwa mereka terus memantau perkembangan tirus Ebola yang membuat Kongo dan Uganda mencekam. Sejauh ini tidak ada turis atau warga yang terkena virus ini.

Dikutip dari The National, Rabu (17/6/2026) Montien Kanasawat, Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Penyakit (DDC), mengatakan pada hari Sabtu (13 Juni 2026) Thailand telah menyiapkan sejumlah pengetatan menghadapi virus Ebola ini. Salah satunya dengan melakukan karantina bagi mereka yang tidak menunjukkan gejala dan isolasi bagi mereka yang menunjukkan gejala selama minimal 21 hari.

DDC telah memeriksa dan menindaklanjuti 16 pelancong yang ditempatkan dalam sistem karantina. Dari jumlah tersebut, satu orang telah menyelesaikan periode pemantauan gejala selama 21 hari, dua orang telah meninggalkan Thailand, dan 13 orang masih dipantau (data dari 27 Mei hingga 12 Juni).

Hingga saat ini, belum ada seorang pun dengan gejala yang memenuhi kriteria terjangkit virus, dan belum ada pasien penyakit virus Ebola yang ditemukan di Thailand.

Pada saat yang sama, Institut Penyakit Menular Bamrasnaradura, sebagai lembaga spesialis untuk penyakit menular berbahaya dan penyakit menular baru, terus mempersiapkan diri untuk situasi tersebut.

Kesiapan Thailand menghadapi Ebola

Kesiapan Thailand mencakup ruang isolasi berstandar keamanan tinggi, tenaga medis spesialis, sistem pencegahan dan pengendalian infeksi di fasilitas kesehatan, laboratorium, persediaan medis dan alat pelindung diri, serta sistem rujukan, perawatan, dan pengobatan pasien yang memenuhi standar internasional, sehingga kasus yang dicurigai dapat ditangani secara efektif jika terdeteksi.

Thailand juga memiliki tim pengawasan, skrining, investigasi penyakit, laboratorium, dan tim tanggap darurat kesehatan masyarakat yang siap mendukung situasi tersebut. Warga juga dihimbau untuk mengikuti informasi dari lembaga pemerintah, tidak panik, dan yakin bahwa risiko keseluruhan bagi masyarakat Thailand tetap rendah.

Masyarakat harus menghindari perjalanan ke daerah wabah kecuali jika diperlukan.

Syanti Mustika
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.