Terbayang Sosok Bilqis, Orang Tua Korban Pembunuhan di Jenar Sragen Enggan Kembali ke Rumah
Vincentius Jyestha Candraditya June 17, 2026 02:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN – Garis polisi di rumah tempat ditemukannya Bilqis Rajiansyah (11), korban pembunuhan di Dukuh Bromo Asri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, telah dilepas.

Namun orang tua Bilqis hingga kini belum kembali menempati rumah mereka tersebut.

Rasa kehilangan yang mendalam membuat Dewi dan Sukidi masih memilih tinggal di rumah kakek-nenek Bilqis di Dusun Prayunan, Desa Dawung.

Rumah yang menjadi lokasi tragedi tersebut dinilai masih menyisakan kenangan yang sulit dilupakan.

Baca juga: Alasan Dua Timah Panas Bersarang di Kaki Pembunuh Bilqis di Sragen : Sempat Melawan dan Coba Kabur

Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, mengatakan garis polisi telah dilepas setelah Polres Sragen merilis hasil pengungkapan kasus pembunuhan yang menimpa Bilqis.

"Garis polisi sudah dilepas polisi, namun orangtua belum pindah ke rumahnya," kata Aris, Rabu (17/6/2026).

Meski status rumah sudah kembali normal, keluarga korban belum memiliki keberanian untuk kembali tinggal di sana.

Menurut Aris, setiap sudut rumah masih mengingatkan orangtua korban pada putri mereka yang menjadi korban pembunuhan.

"Tidak berani pindah, karena setiap melihat rumah itu, masih teringat sama anaknya, dan hingga saat ini orangtua korban masih di rumah kakek neneknya," ujar dia.

Hingga kini, rumah tersebut masih dalam kondisi kosong dan belum kembali dihuni oleh keluarga korban.

Amankan Pelaku 

Setelah melakukan penyelidikan intensif selama beberapa hari, polisi berhasil mengamankan seorang pria yang diduga menjadi pelaku pembunuhan tersebut.

PELAKU DITANGKAP. Pelaku pembunuhan Bilqis Rajiansyah (11), bocah perempuan yang ditemukan tewas di rumahnya di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen ditangkap.
PELAKU DITANGKAP. Pelaku pembunuhan Bilqis Rajiansyah (11), bocah perempuan yang ditemukan tewas di rumahnya di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen ditangkap. (TribunSolo.com/Istimewa)

Terduga pelaku diketahui berinisial S, warga Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen. Ia diamankan tim gabungan Satreskrim Polres Sragen dan Polda Jawa Tengah di rumahnya pada Selasa (9/6) malam.

Fakta mengejutkan muncul setelah Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, menyebut pelaku diduga merupakan teman dari ayah korban.

Baca juga: Kondisi Orang Tua Bilqis di Sragen, Masih Terpukul Putrinya Tewas, Belum Mampu Beraktivitas

"Pelaku itu teman dari bapaknya korban," ujar Aris, Rabu (10/6).

Menurut Aris, hingga saat ini polisi baru mengamankan satu orang yang diduga berperan sebagai eksekutor utama dalam kasus tersebut.

"Satu orang eksekutor. Untuk sementara yang diamankan satu orang," katanya.

Polisi kini masih terus melakukan pengembangan kasus dan memburu sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi pelaku.

Pelaku Sempat Buang Pakaian di Bengawan Solo

Pada Rabu pagi, terduga pelaku dibawa petugas menuju kawasan aliran Sungai Bengawan Solo untuk menunjukkan lokasi pembuangan pakaian yang diduga dipakai saat melakukan aksi pembunuhan.

"Pelaku diminta menunjukkan barang bukti berupa baju yang dibuang di sungai sesuai petunjuk CCTV terakhir," ungkapnya.

Dari proses pencarian itu, polisi berhasil menemukan sejumlah pakaian yang diduga milik pelaku.

Baca juga: Misteri Pembunuhan Bilqis di Sragen, Polisi Sampai Lakukan Olah TKP Ulang, Kejar Petunjuk Baru?

"Baju ditemukan setelah Dzuhur. Ada dua celana dan satu baju. Itu sesuai dengan rekaman CCTV yang dimiliki penyidik," jelas Aris.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga sengaja mengganti pakaian untuk menghilangkan jejak usai melakukan aksi kejahatan tersebut.

"Sesuai rekaman CCTV, pelaku hanya sekitar empat menit berada di lokasi pembuangan pakaian tersebut untuk berganti baju," tandasnya.

Hingga kini, penyidik masih terus mendalami motif pembunuhan serta melengkapi seluruh alat bukti untuk mengungkap secara utuh kasus yang mengguncang warga Kabupaten Sragen tersebut. (amb)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.