Banser hingga Pagar Nusa Disiagakan, Nabil Haroen Pastikan Munas-Konbes NU di Ploso Berjalan Lancar
SURYA.CO.ID KEDIRI – Persiapan pengamanan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, memasuki tahap akhir.
Panitia optimistis seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif setelah pemantapan kesiapan personel dilakukan melalui rapat koordinasi final dan Apel Banser.
Ratusan personel dari berbagai badan otonom Nahdlatul Ulama tampak mengikuti apel kesiapsiagaan yang digelar Selasa (16/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi penanda kesiapan pengamanan menjelang forum strategis yang akan mempertemukan para ulama, kiai, pengurus NU dari berbagai daerah, serta tamu undangan dari berbagai kalangan.
Selain memastikan keamanan, seluruh petugas juga dibekali pemahaman tentang pentingnya pelayanan dan penghormatan terhadap tradisi pesantren.
Baca juga: PWNU Jatim Sudah Kantongi Surat Tugas Jelang Munas dan Konbes NU 2026
Wakil Koordinator Seksi Keamanan Munas-Konbes NU 2026, Muchamad Nabil Haroen, mengatakan seluruh unsur pengamanan telah siap menjalankan tugas sesuai peran masing-masing.
"Semangat pengamanan yang kami bangun adalah semangat khidmah. Kami hadir bukan sekadar menjaga keamanan fisik, melainkan melayani para kiai, memuliakan tamu, dan memberikan rasa nyaman kepada seluruh peserta," ucap pria yang juga menjabat Ketua Umum PP Pagar Nusa itu.
Nabil menjelaskan sistem pengamanan disusun secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur badan otonom NU dan tim keamanan internal Pondok Pesantren Al Falah Ploso.
Beberapa unsur yang dilibatkan antara lain Gerakan Pemuda Ansor dan Banser, Pagar Nusa beserta pasukan inti, CBP IPNU, KPP IPPNU, Garda Fatayat NU, hingga personel keamanan pesantren.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar mengingat tingginya jumlah peserta yang akan hadir selama pelaksanaan Munas-Konbes NU 2026.
Baca juga: PWNU Jatim Siap Ikuti Munas dan Konbes NU 2026, Tinggal Tunggu Arahan PBNU
Selain itu, panitia juga terus berkoordinasi dengan aparat TNI dan Polri guna mendukung pengamanan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Menurut Nabil, seluruh personel telah mendapatkan arahan agar mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif saat menjalankan tugas di lapangan. Meski demikian, kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan tetap menjadi prioritas dengan menjunjung tinggi adab pesantren dan nilai ukhuwah nahdliyah.
Panitia turut mengimbau seluruh peserta dan tamu undangan untuk bersama-sama menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Tingginya antusiasme warga Nahdliyin diperkirakan akan membuat kawasan Pondok Pesantren Al Falah Ploso dipadati pengunjung. Karena itu, peserta diminta mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan panitia.
Setiap peserta diwajibkan mengenakan tanda pengenal atau ID Card resmi selama berada di area kegiatan. Selain itu, peserta juga harus mengikuti pengaturan akses masuk serta zonasi yang telah disiapkan panitia guna menghindari kepadatan dan gangguan selama forum berlangsung.
Menurut Nabil, keberhasilan penyelenggaraan Munas-Konbes tidak hanya bergantung pada kesiapan panitia dan petugas keamanan, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh peserta.
Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan yang muncul dalam forum musyawarah merupakan bagian dari tradisi intelektual yang telah lama hidup di lingkungan Nahdlatul Ulama.
"Perbedaan pandangan dalam musyawarah merupakan bagian dari tradisi intelektual Nahdlatul Ulama. Namun, persaudaraan, penghormatan kepada para ulama, serta kepatuhan terhadap aturan bersama harus senantiasa menjadi landasan utama," tuturnya.
Dengan selesainya rakor final dan apel kesiapsiagaan, panitia semakin yakin pelaksanaan Munas-Konbes NU 2026 dapat berlangsung lancar dan menghasilkan berbagai keputusan strategis bagi kemajuan jam'iyah, umat, bangsa, dan negara.