TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI bersama PT Angkasa Pura Indonesia berencana menggelar pertemuan maskapai penerbangan negara-negara ASEAN dan Cina di Yogyakarta pada 7 hingga 9 Juli mendatang.
Agenda bertaraf internasional ini diharapkan menjadi katalis untuk mendorong pembukaan rute penerbangan langsung (direct flight) dari daratan Tiongkok menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).
Rencana strategis tersebut disampaikan langsung oleh jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub dan perwakilan Angkasa Pura Indonesia saat menemui Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, Agustinus Budi Hartono, menyampaikan bahwa Yogyakarta sengaja dipilih sebagai tuan rumah pada tahun ini guna mengeksplorasi potensi bandara dan pariwisata daerah.
Pertemuan ini merupakan agenda rutin tahunan yang sebelumnya sempat digelar di Cina dan di Labuan Bajo dua tahun silam.
"Tadi kami sudah diterima oleh Pak Gubernur, Sri Sultan. Intinya, kami dari Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bersama dengan Angkasa Pura Indonesia melaporkan bahwa kami akan menyelenggarakan rapat ASEAN-Cina. Jadi, negara-negara ASEAN dengan negara Cina sebagai negara mitra kita. Nanti akan dilaksanakan pada tanggal 7 sampai dengan tanggal 9 Juli. Pesertanya diperkirakan sebanyak 200 orang," ujar Agustinus memaparkan agenda detail kegiatan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan rincian kegiatan yang akan mempertemukan para pelaku industri penerbangan tersebut.
"Pada tanggal 7 Juli, kami akan mengadakan forum pertemuan maskapai yang ada di Cina dengan yang ada di Indonesia, serta perwakilan dari bandara yang ada di Cina. Intinya, kita juga mencoba mengeksplorasi Bandara YIA dan tentunya pariwisata yang ada di Jogja," tambanya.
Mengenai respons dari Gubernur DIY terhadap rencana besar tersebut, Agustinus menyebutkan bahwa pihak Pemerintah Provinsi DIY memberikan dukungan penuh.
Acara intinya sendiri direncanakan akan dipusatkan di Royal Ambarrukmo.
"Beliau menyambut baik dan akan mendukung kegiatan tersebut. Harapannya, kalau memang memungkinkan dan beliau ada waktu, beliau juga akan membuka acaranya," tambahnya.
Baca juga: Update Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Hari Ini, Rabu 17 Juni 2026 Pukul 13.00 WIB
Pada kesempatan yang sama, Regional CEO IV PT Angkasa Pura Indonesia, Rahadian D. Yogisworo, memaparkan bahwa ajang internasional ini menjadi momentum krusial untuk mempromosikan kesiapan infrastruktur YIA kepada pihak maskapai luar negeri.
"Jadi sebenarnya acara ini kan untuk meng-create awareness, dan kebetulan event dari Kementerian Perhubungan ini kita lakukan di YIA. Besok, kunjungannya tidak hanya sekadar rapat, tetapi juga ada peninjauan infrastruktur di Bandara YIA dan destinasi wisata seperti Prambanan, Borobudur, dan lain-lain. Jadi memang kita pastikan selama tiga hari itu jadwalnya padat; dari mulai meeting, pembukaan, sightseeing, hingga peninjauan infrastruktur," papar Rahadian.
Tiongkok, menurut data yang dicatat oleh Angkasa Pura, merupakan salah satu pasar terbesar penyumbang wisatawan mancanegara ke Yogyakarta.
Harapannya, puluhan delegasi maskapai yang hadir dapat langsung melihat potensi pasar dan kesiapan YIA.
"Ini adalah ajang pengenalan. Kebetulan ada event ini, maka kita gunakan kesempatan ini untuk lebih mempromosikan lagi YIA dan sekitarnya. Secara market, wisatawan Cina adalah penyumbang wisatawan mancanegara nomor tiga terbesar yang datang ke Yogyakarta saat ini. Mudah-mudahan itu bisa kita tarik agar menjadi penerbangan langsung dari daratan Cina. Nanti akan ada sekitar 22 perusahaan yang hadir," tegas Rahadian.
Sebagai tambahan informasi, dalam pertemuan di Gedhong Wilis tersebut, Kemenhub juga menepis adanya pembahasan mengenai wacana reaktivasi penerbangan jet komersial di Bandara Adisutjipto.
Saat ini, Bandara Adisutjipto tetap difokuskan melayani operasional penerbangan yang sudah berjalan, yakni menggunakan pesawat komersial tipe ATR. (*)