TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU- Di tengah suasana haru kepulangan 118 jamaah haji asal Kabupaten Pasangkayu, satu sosok jamaah menjadi perhatian banyak keluarga yang hadir di Masjid Madaniah, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Rabu (17/6/2026).
Ia adalah Nabawiyah (86), jamaah haji tertua asal Pasangkayu, yang berhasil kembali ke tanah air dalam kondisi sehat setelah menunaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Dengan langkah perlahan namun pasti, Nabawiyah tampak turun dari salah satu bus rombongan jamaah haji.
Baca juga: Di Tengah Haru Kepulangan Jamaah Haji, Wisnu Bocah 12 Tahun Rela Berjualan Balon demi Bantu Ibunya
Baca juga: Rencana Aksi Massa di Mamuju Unjuk Rasa Hari Ini Minta Evaluasi MBG dan Kopdes Hingga Cabut UU Polri
Wajahnya terlihat lelah, namun tetap memancarkan ketenangan dan rasa syukur yang mendalam.
Sesekali ia dibantu oleh anggota keluarga yang telah menunggu sejak pagi di pelataran Masjid Madaniah.
Saat ditemui di lokasi, Nabawiyah mengaku sangat bersyukur akhirnya bisa kembali ke kampung halaman dalam keadaan selamat dan sehat, meski perjalanan ibadah haji kali ini tidak sepenuhnya mudah.
“Alhamdulillah bisa pulang dengan selamat. Banyak sekali rasa syukur yang tidak bisa saya ungkapkan,” ujarnya dengan suara pelan, sambil menahan haru saat disambut pelukan keluarga.
Ia menceritakan, selama berada di Tanah Suci, dirinya sempat mengalami penurunan kondisi fisik akibat perubahan cuaca yang cukup ekstrem.
Perbedaan suhu yang tajam antara siang dan malam di Makkah dan Madinah sempat membuat tubuhnya merasa tidak nyaman dan mudah lelah.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak sampai menghalangi dirinya untuk menyelesaikan rangkaian ibadah haji.
Dengan pendampingan petugas kesehatan dan bantuan sesama jamaah, Nabawiyah tetap berusaha mengikuti seluruh prosesi ibadah hingga selesai.
“Memang sempat sakit sedikit karena cuaca, tapi masih bisa kuat. Saya banyak dibantu juga oleh petugas dan teman jamaah,” tambahnya.
Keluarga yang menjemput tampak tak kuasa menahan haru.
Mereka langsung memeluk Nabawiyah erat-erat begitu ia turun dari kendaraan.
Beberapa di antara mereka terlihat menitikkan air mata, bersyukur karena orang tua yang mereka cintai kembali dalam keadaan selamat setelah menjalankan rukun Islam kelima.
Meski usianya sudah menginjak 86 tahun, Nabawiyah terlihat masih cukup kuat berdiri dan berjalan dengan bantuan ringan.
Ia mengaku perjalanan spiritual ini menjadi pengalaman paling berharga dalam hidupnya, yang tidak akan pernah dilupakan.
“Ini sudah impian saya sejak lama. Alhamdulillah Allah izinkan sampai ke sana,” ungkapnya singkat.
Suasana haru kepulangan jamaah haji asal Pasangkayu tahun ini semakin terasa lengkap dengan kisah keteguhan jamaah lansia seperti Nabawiyah, yang tetap mampu menyelesaikan ibadah meski dengan keterbatasan usia dan fisik.
Di tengah padatnya proses penjemputan, kisahnya menjadi pengingat bagi banyak orang tentang makna kesabaran, keteguhan, dan rasa syukur dalam menjalankan ibadah.
Kepulangan Nabawiyah pun disambut doa dan harapan dari keluarga agar ia tetap diberi kesehatan setelah kembali ke rumah, serta dapat menikmati masa tua dengan tenang bersama orang-orang tercinta.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan