Demo Mahasiswa Salatiga: Setop MBG dan KDMP Hingga Soroti Militerisme di Ranah Sipil
rika irawati June 17, 2026 04:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Demo mahasiswa mendesak penghentian program makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (17/6/2026) panas.

Aksi dorong dengan polisi terjadi saat massa yang tergabung dalam Aliansi Salatiga Menggugat mencoba masuk ke halaman gedung DPRD Kota Salatiga.

Sebelumnya, mereka menggelar orasi di depan gerbang yang dijaga puluhan personel polisi.

Aksi demo dimulai dengan longmarch dari Bundaran Jam melalui Jalan Jendral Sudirman-Jalan Sukowati-dan berakhir di gedung DPRD Kota Salatiga. 

Baca juga: Hidupkan Salatiga 24 Jam, Pemkot Gelar Night Market Festival. Sedot Ribuan Pengunjung

Saat berjalan kaki, sejumlah mahasiswa mendorong sepeda motor mereka sebagai simbol tak mampu membeli bahan bakar minyak yang terus melambung harganya.

Sesampainya di gedung DPRD Kota Salatiga, mahasiswa melakukan orasi secara bergantian. 

Mereka juga membakar ban hingga petugas menyemprotkan alat pemadam api ringan (APAR).

Polisi juga menyita keranda yang dibawa mahasiswa.

Setop MBG Hingga Militerisme di Ranah Sipil

Mahasiswa terus mendesak bertemu Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit, Wali Kota Robby Hernawan, dan Wakil Wali Kota Nina Agustin. 

Aksi dorong pun tak terhindarkan.

Situasi mereda saat polisi menghadirkan Dance, Robby, dan Nina ke hadapan mahasiswa. 

Namun, diskusi tetap berlangsung di depan gerbang gedung DPRD Kota Salatiga. 

Baca juga: Erwin Rela Berangkat Malam dari Salatiga demi Lihat Embun Es di Candi Arjuna Dieng Banjarnegara

Koordinator aksi, Memogunawan Gea mengatakan, mahasiswa menuntut penghentian program MBG dan KDMP.

"Program tersebut merupakan pemborosan anggaran, apalagi ditambah adanya kasus korupsi dari pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), ini malah menyengsarakan rakyat," ujarnya, Rabu.

"Kami juga menyoroti militerisme yang kian masuk ke ranah sipil. Ini tentu berbahaya dan sangat tidak adil bagi masyarakat," imbuhnya. 

Mengenai isu lokal Salatiga, kata Memo, Pemerintah Kota Salatiga harus segera mencari solusi untuk penangaman di TPA Ngronggo. 

"Harus ada solusi kongkret untuk penanganan sampah di Salatiga, apalagi di TPA Ngronggo sudah hampir penuh dan tidak bisa menampung lagi," ungkapnya. 

Memo juga menyatakan, Aliansi Salatiga Menggugat akan melakukan aksi lanjutan jika tuntutan yang disampaikan tidak dipenuhi. 

"Penjelasan yang disampaikan Wali Kota dan Ketua DPRD muter-muter dan tidak menyentuh subtansi," kata ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum UKSW Salatiga tersebut. (Kompas.com/Dian Ade Permana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.